Direktur Geopolitik Great Institute Teguh Santosa menyorot nasib Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ia berpendapat eskalasi ketegangan di Lebanon Selatan, pada dasarnya merupakan perang proksi antara Israel dan Iran, yang saat ini menjadikan UNIFIL sebagai misi perdamaian dengan tingkat fatalitas tertinggi di dunia.
Kalau sekarang, misalnya, mereka harus tinggal di bungker. Pasukan Indonesia tinggal di bungker, pasukan Malaysia dan Italia juga tinggal di bungker. Karena pihak yang bertikai ini, terutama Hizbullah dan Israel, merasa harus melanjutkan peperangan. Ini perang antara Israel dan Iran, tetapi ada proksi-proksi,”
kata Teguh kepada Owrite.id.
Demi meredakan ancaman terhadap pasukan tersebut, kuncinya apalah intervensi Amerika. AS, kata Teguh melanjutkan, sebagai satu-satunya pihak yang berkapasitas menekan para sekutunya. Bila Washington turun tangan, maka intensitas serangan di Lebanon Selatan dapat ditekan, sehingga ruang gerak dan keselamatan pasukan UNIFIL dapat kembali terjamin.






