Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 16 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Bukan Sekadar Oknum, Ini Penyebab Kekerasan di Daycare Menurut Psikolog
Nasional

Bukan Sekadar Oknum, Ini Penyebab Kekerasan di Daycare Menurut Psikolog

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: April 30, 2026 6:48 pm
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah (kiri) menempel poster penutupan operasional tempat penitipan anak Baby Preneur Daycare Khalifah Aceh 3 di Banda Aceh, Aceh
Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah (kiri) menempel poster penutupan operasional tempat penitipan anak Baby Preneur Daycare Khalifah Aceh 3 di Banda Aceh, Aceh (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/kye)
SHARE

Belakangan kasus kekerasan di daycare memicu kekhawatiran publik. Bukan sekadar ulah oknum, fenomena ini dinilai memiliki akar masalah yang lebih kompleks, mulai dari tekanan kerja pengasuh hingga lemahnya sistem pengawasan.

Daftar isi Konten
  • Beban Kerja Tinggi
  • Pengasuh Memiliki Tekanan Pribadi
  • Pengasuh Tidak Memiliki Pengalaman Perkembangan Anak
  • Lingkungan Kerja yang Menoleransi Tindakan Kasar Kecil
  • Tanggung Jawabnya Berkurang

Psikolog Meity Arianty menilai, kondisi ini dapat berdampak serius terhadap perkembangan emosional anak, terutama pada masa golden age.

Dilihat dari sudut pandang psikologis, kekerasan di lingkungan daycare sering kali merupakan hasil dari interaksi kompleks antara faktor individu pengasuh dan tekanan lingkungan kerja yang tidak terkelola dengan baik,”

ujar Meity kepada Owrite.id.

Adapun beberapa faktor utama yang menyebabkan kekerasan terhadap anak terjadi di daycare, berikut rangkumannya.

Beban Kerja Tinggi

        Pengasuh sering kali menghadapi beban kerja tinggi dengan tuntutan emosional yang besar. Tanpa kemampuan regulasi emosi yang baik, kelelahan kronis (burnout) dapat mengikis empati, sehingga mereka cenderung bereaksi secara impulsif atau agresif saat menghadapi perilaku anak yang menantang, gaji rendah, pekerjaan di luar batas, tekanan dari atasan yang tidak manusiawi melahirkan pekerja-pekerja yang modelnya kurang lebih sama.

        Pengasuh Memiliki Tekanan Pribadi

          Secara psikologis, pengasuh mungkin mengalami tekanan dari masalah pribadi atau manajemen daycare. Tekanan ini kemudian dialihkan (displacement) kepada subjek yang dianggap lebih lemah dan tidak berdaya, yaitu anak-anak, sebagai cara untuk melepaskan rasa frustrasi mereka.

          Pengasuh Tidak Memiliki Pengalaman Perkembangan Anak

            Tidak semua pengasuh memiliki pemahaman mendalam tentang lama perkembangan anak. Tanpa dasar ilmu psikologi perkembangan, perilaku wajar anak (seperti menangis atau tantrum) sering kali disalahartikan sebagai bentuk “pembangkangan” yang harus ditundukkan dengan kekerasan fisik atau verbal.

            Lingkungan Kerja yang Menoleransi Tindakan Kasar Kecil

              Lingkungan kerja yang menoleransi tindakan kasar kecil (seperti membentak atau menarik paksa) dapat menciptakan normalisasi. Seiring waktu, pengasuh mengalami desensitisasi, di mana mereka tidak lagi merasa bersalah saat melakukan tindakan kekerasan yang lebih berat karena menganggapnya sebagai bagian dari metode “pendisiplinan”, itu sebabnya saya sering menyampaikan bullying sekecil apapun jangan di normalisasikan, bisa jadi besar nantinya.

              Tanggung Jawabnya Berkurang

                Dalam organisasi yang pengawasannya longgar, pemilik atau yayasan pekerja sering merasa tanggung jawab moralnya berkurang karena merasa “tidak ada yang melihat” atau merasa itu adalah tanggung jawab bersama, sehingga kontrol diri terhadap perilaku agresif menjadi melemah. Itu sebabnya saya sering mengatakan ke orang tua, memilih daycare yg paling utama apakah di berikan akses seluas-luasnya untk melihat anak anda, CCTV wajib ada.

                Tag:DaycarekekerasanPengasuh AnakpsikologTekanan Kerja
                Share This Article
                Email Salin Tautan Print
                Syifa Fauziah
                BySyifa Fauziah
                Asred
                Follow:
                Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
                Ivan OWRITE
                ByIvan Syahruna Lubis
                Redaktur
                Follow:
                Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
                Trending di OWRITE
                Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis
                By Rika Pangesti
                Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
                1
                Jurus Bahlil Kurangi Elpiji-Bensin: Usulkan Rp1,45 Triliun demi Kompor & Motor Listrik
                By Natania Longdong
                Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) berjabat tangan dengan anggota Komisi XII DPR usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
                2
                AS-Iran Berdamai, Purbaya Sebut Dana Subsidi APBN Bisa Dialihkan demi Program Prabowo
                By Anisa Aulia
                Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kanan) bersiap menyampaikan konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
                3
                Tiga Pejabat Prabowo ‘Diusir’ Mahasiswa UGM, Teriakan Revolusi Menggema!
                By Rahmat Tunny
                Tiga Menteri Prabowo saat diskusi di UGM. (Sumber: Ig @jogjastudent)
                4
                Anggota DPR Curhat ‘Hilang Wibawa’ Gegara RKAB, Bahlil: Saya Enggak Bisa Digertak!
                By Natania Longdong
                Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) melambaikan tangan usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
                5

                BERITA LAINNYA

                Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
                Nasional

                Anggaran MBG Rp268 Triliun, BGN Pastikan Masih Masuk Pos Pendidikan dan Kesehatan

                Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga…

                Rika PangestiIvan OWRITE
                By
                Rika Pangesti
                Ivan Syahruna Lubis
                5 jam lalu
                Relawan menata wadah Makan Bergizi Gratis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang, Jawa Timur
                Nasional

                Desakan Stop MBG Menguat, BGN: Kami Ditugaskan Presiden untuk Memperbaiki

                Badan Gizi Nasional (BGN) merespons desakan sejumlah pihak yang meminta program Makan…

                Rika PangestiHardani Triyoga
                By
                Rika Pangesti
                Hardani Triyoga
                18 jam lalu
                Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
                Nasional

                Anggaran Boros MBG Dibongkar, Insentif Rp6 Juta untuk Semua Dapur Bakal Disikat Habis

                Badan Gizi Nasional (BGN) mengisyaratkan bakal mengubah total skema insentif pengelola dapur…

                Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
                By
                Rika Pangesti
                Amin Suciady
                18 jam lalu
                Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari
                Nasional

                BGN Tak Akan Belanja Ulang Motor Listrik, Kaos Kaki hingga Laptop Era Dadan Hindayana

                Pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan tidak akan mengulangi pengadaan barang…

                Rika PangestiIvan OWRITE
                By
                Rika Pangesti
                Ivan Syahruna Lubis
                18 jam lalu
                OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

                Your Reading Dose, Right Here:
                Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

                Info lainnya

                • Redaksi
                • Beriklan
                • Tentang Kami
                • Pedoman Media
                • Kebijakan Privasi
                FacebookLike
                InstagramFollow
                YoutubeSubscribe
                TiktokFollow
                © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
                OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
                Everything's gonna be owrite!

                Sign in to your account

                Username or Email Address
                Password

                Lost your password?

                Not a member? Sign Up