Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti ratusan ribu warga yang hidup di pengungsian setelah enam bulan pascabencana ekologis melanda Sumatra Utara pada November 2025.
Kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas korporasi telah menimbulkan dampak panjang terhadap kehidupan masyarakat, terutama perempuan dan kelompok rentan.
“Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai dengan 22 Mei, ada lebih dari 100 ribu jiwa yang masih berada di pengungsian,”
kata Kepala Departemen Pengelolaan Program dan Sumber Daya Pengetahuan WALHI Puspa Dewi, dalam konferensi pers, dikutip Senin, 25 Mei 2026.
Berdasar jumlah tersebut, lebih dari 56 ribu pengungsi laki-laki, sedangkan lebih dari 61 ribu lainnya perempuan. Dewi berpendapat kondisi tersebut menunjukkan dampak bencana ekologis belum benar-benar tertangani hingga hari ini.






