Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 25 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sudah Enam Bulan Pascabencana, Mengapa 61 Ribu Perempuan Sumut Masih Terjebak di Tenda Darurat?
Nasional

Sudah Enam Bulan Pascabencana, Mengapa 61 Ribu Perempuan Sumut Masih Terjebak di Tenda Darurat?

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 25, 2026 6:44 pm
Iren Natania
Adi Briantika
Share
Diskui WALHI.
Diskusi WALHI. (Owrite.id/Iren Natania)
SHARE

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menyoroti ratusan ribu warga yang hidup di pengungsian setelah enam bulan pascabencana ekologis melanda Sumatra Utara pada November 2025.

Kerusakan lingkungan yang dipicu aktivitas korporasi telah menimbulkan dampak panjang terhadap kehidupan masyarakat, terutama perempuan dan kelompok rentan.

“Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai dengan 22 Mei, ada lebih dari 100 ribu jiwa yang masih berada di pengungsian,”

kata Kepala Departemen Pengelolaan Program dan Sumber Daya Pengetahuan WALHI Puspa Dewi, dalam konferensi pers, dikutip Senin, 25 Mei 2026.

Berdasar jumlah tersebut, lebih dari 56 ribu pengungsi laki-laki, sedangkan lebih dari 61 ribu lainnya perempuan. Dewi berpendapat kondisi tersebut menunjukkan dampak bencana ekologis belum benar-benar tertangani hingga hari ini.

“Enam bulan pascabencana ekologis warga itu masih ada yang berada di tempat-tempat pengungsian. Belum semuanya juga ada di hunian tetap,”

ujar dia.
Baca juga:
WALHI Sumut Ungkap Borok PT Toba Pulp Lestari: Hulu Rusak… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara membeberkan aktivitas pembukaan lahan oleh…
Pasokan Listrik Sumatra 5.579 MW Pulih, PLN Amankan Fasilitas Vital… PT PLN (Persero) memprioritaskan pengamanan pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah…
Listrik Sebagian Sumatra Padam Total, PLN Terjunkan Tim Teknis untuk… Sebagian besar wilayah Sumatra mengalami pemadaman listrik menyeluruh. Wilayah-wilayah seperti Medan, Dumai,…
  • WALHI Sumut Ungkap Borok PT Toba Pulp Lestari: Hulu Rusak Total, Hilir…
  • Pasokan Listrik Sumatra 5.579 MW Pulih, PLN Amankan Fasilitas Vital Usai Blackout
  • Listrik Sebagian Sumatra Padam Total, PLN Terjunkan Tim Teknis untuk Pemulihan Jantung…

Sumber Hidup Rusak

Kerusakan ekosistem tidak hanya berdampak terhadap hutan dan satwa liar, tetapi juga menghancurkan wilayah kelola masyarakat yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga.

“Banyak wilayah kelola rakyat yang juga hancur, bahkan sampai hari ini belum bisa diaktifkan atau dimanfaatkan kembali,”

beber Dewi.

Menurut dia, perempuan justru menjadi pihak yang paling terdampak karena harus menghadapi tekanan psikologis sekaligus memastikan kebutuhan pangan keluarga di tengah kondisi pengungsian dan rusaknya lahan pertanian.

“Bencana ekologis ini menambah bukan hanya pada tekanan psikologis perempuan yang memastikan anaknya merasa aman di dalam kondisi bencana tetapi dia juga harus memikirkan kebutuhan pangan buat keluarganya,”

beber Dewi.

Bahkan penanganan pemerintah usai bencana terbilang lambat, dan bantuan hidup bagi penyintas tak mencukupi.

“Kalau satu orang dalam satu hari dia cuma mendapatkan Rp15.000 dan untuk biaya lainnya Rp600.000 per bulan, tentu itu tidak mencukupi dengan kondisi sekarang,”

tutup Dewi.

Tag:BencanaBNPBEkologiskorporasiPengungsiSumatraSumatra Utarawalhi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Selat Hormuz Berpotensi Buka, Minyak WTI Langsung Ambles ke US$91 per Barel
By Anisa Aulia
Petugas West Texas Intermediate.
1
Buru Begal Pakai Pasukan Tempur: Langkah Tegas atau Pintu Masuk Dwifungsi ABRI?
By Adi Briantika
Sejumlah prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD
2
150 Inspirasi Nama Kucing yang Gemas, Estetik, dan Anti Pasaran
By Ossid Duha Jussas Salma
Hewan kucing
3
Gudang Plastik di Kapuk Kembali Terbakar, Sudin Gulkarmat: Api Muncul dari Bawah Reruntuhan
By Ani Ratnasari
Kebakaran gudang plastik di Jakarta Barat
4
IHSG Hari Ini Merosot ke 6.152, Simak Level Support dan Resistnya
By Anisa Aulia
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah petugas gabungan mengikuti apel pasukan pengamanan Hari Buruh di Jalan Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/5/2026). Polrestabes Surabaya mengerahkan 3.670 petugas gabungan dari unsur Polri, TNI, dan jajaran pemerintah setempat guna mengamankan jalannya peringatan Hari Buruh 2026.
Nasional

RUU Polri Tiba-tiba Muncul, Peneliti Curiga Ada ‘Permainan’ di DPR

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, menyoroti kemunculan proses…

rahmat-tunnyAmin Suciady
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Diskusi WALHI soal pembukaan lahan oleh PT Toba Pulp Lestari, yang menyebabkan kerusakan ekologis serius di kawasan Tapanuli.
Nasional

WALHI Sumut Ungkap Borok PT Toba Pulp Lestari: Hulu Rusak Total, Hilir Diterjang Banjir Bandang

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatra Utara membeberkan aktivitas pembukaan lahan oleh…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
2 jam lalu
Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Nasional

Sedang Umrah, Mentan Amran Tetap Perintahkan Satgas Pangan Sikat Mafia

Meski sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci, Menteri Pertanian Amran Sulaiman…

Ani Ratnasariowrite-adi-briantika
By
Ani Ratnasari
Adi Briantika
2 jam lalu
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Sony Sonjaya
Nasional

Jual Beli Titik SPPG Telan Korban Hingga Miliaran Rupiah

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Bareskrim Mabes Polri mengusut dugaan penipuan jual…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriterahmat-tunny
By
Rahmat
Rahmat Tunny
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up