Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 12 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Soal Prabowo Pakai Uang Pribadi, Eks Sesmen BUMN Minta Istana Tak Anggap Rakyat Bodoh
Nasional

Soal Prabowo Pakai Uang Pribadi, Eks Sesmen BUMN Minta Istana Tak Anggap Rakyat Bodoh

Rahmat Tunny OWRITESyifa Fauziah
Last updated: Juni 3, 2026 4:34 pm
Rahmat Tunny
Syifa Fauziah
Share
Aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu
Aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu (Foto: Istimewa)
SHARE

Pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana pribadi untuk menutupi sebagian biaya perjalanan luar negeri, memantik gelombang pertanyaan baru. 

Bukan soal besar kecilnya biaya, melainkan mengenai dasar hukum dan mekanisme pengelolaan anggaran negara yang seharusnya berlaku bagi seorang kepala negara.

Mantan Sekretaris Kementerian (Sesmen) BUMN, Muhammad Said Didu menjadi salah satu pihak yang mempertanyakan logika di balik klaim tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang utuh agar tidak muncul kesan adanya penyimpangan terhadap tata kelola keuangan negara.

Perlu dijelaskan agar paham pengelolaan uang rakyat dalam APBN. Sesuai peraturan perundangan bahwa pejabat tidak boleh dibiayai atau membiayai sendiri saat tugas negara,”

tulis Said Didu di akun X pribadinya yang dikutip, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga:
Raffi Ahmad Buka Suara Usai Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo,… Utusan Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, mengaku…
Video Teddy Indra Wijaya Main Futsal Viral, Netizen: Anak Gadis… Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali mencuri perhatian publik. Namun kali ini,…
Viral Foto Prabowo dan Teddy di Paris, Netizen: Enak Banget… Beredarnya foto Presiden Prabowo dan Sekretaris Kabinet (seskab) Teddy Indra Wijaya dengan…
  • Raffi Ahmad Buka Suara Usai Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo, Sempat Curhat…
  • Video Teddy Indra Wijaya Main Futsal Viral, Netizen: Anak Gadis Ayah Lagi…
  • Viral Foto Prabowo dan Teddy di Paris, Netizen: Enak Banget Ya Kerjaannya

Ia menilai, penjelasan pemerintah justru memunculkan pertanyaan baru. Sebab secara umum biaya operasional Presiden telah dialokasikan melalui anggaran negara yang ditetapkan setiap tahun.

Karena itu, Said Didu mempertanyakan dasar perhitungan yang membuat seorang Presiden harus menggunakan dana pribadi dalam menjalankan tugas kenegaraan.

“Kelebihan biaya dihitung dari mana? Karena biaya operasional Presiden dalam bentuk lumpsum setahun dan saat ini baru bulan Juni,”

ucapnya.

Publik Perlu Mengetahui Rincian Perhitungan Anggaran

Menurut dia, apabila benar terjadi kelebihan biaya, publik berhak mengetahui secara rinci bagaimana perhitungan tersebut dilakukan dan apakah anggaran yang telah disediakan negara memang sudah tidak mencukupi.

“Apakah biaya perjalanan dan operasional Presiden selama setahun sudah habis sehingga Bapak Presiden sudah menombok biaya perjalanan?”

lanjutnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kekhawatiran, bahwa isu penggunaan uang pribadi dalam tugas negara tidak boleh dipandang sebagai persoalan sederhana. Sebab selain menyangkut transparansi, hal itu juga berkaitan langsung dengan tata kelola APBN, dan prinsip akuntabilitas pejabat publik.

Said Didu menegaskan pemerintah perlu memberikan penjelasan yang terang dan mudah dipahami masyarakat agar polemik tidak berkembang menjadi spekulasi yang lebih luas.

“Mohon penjelasan pejabat agar tidak menganggap kami semua bodoh,”

tegasnya.

Tag:BIaya perjalanan luar negeridana pribadiPresiden Prabowo SubiantoTeddy Indra Wijaya
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
1
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
2
Anggaran Kementerian PU 2027 Terpenuhi 44,8%, Bagaimana Nasib Infrastuktur Nasional?
By Rika Pangesti
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi V DPR Lasarus (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
3
Gak Cuma Tegur Pemda, Kemendagri Siapkan Insentif Rp3 Miliar bagi Daerah Berprestasi
By Rika Pangesti
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana wilayah Sumatera Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri) sebelum rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/6/2026).
4
Viral! Candaan Prabowo soal Dipanggil Yang Maha Kuasa dan Tetap Monitor HIPMI Bikin Netizen Heboh
By Syifa Fauziah
Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026.
Nasional

DPR Bongkar Keluhan Desa, Warga Daftar Tapi Tak Dilibatkan Kelola Koperasi Merah Putih

Komisi VI DPR RI menerima banyak laporan dari daerah terkait proses rekrutmen…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Aksi mahasiswa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta.
Nasional

TNI Kawal Demo Mahasiswa, Amnesty: Aspirasi Rakyat Jangan Dijawab dengan Barisan Tameng

Amnesty International Indonesia mengkritisi pengerahan TNI dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa, Jumat,…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus Kemenko Polkam, Ruly Chandrayadi
Nasional

Otsus Papua Tersendat, Sebagian Besar Amanat Regulasi Masih Menggantung

Lima tahun setelah revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
4 jam lalu
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan
Nasional

BEM UI: Gerakan Kami Bukan untuk Menjatuhkan tapi Menyelamatkan Bangsa Ini!

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan menyampaikan tujuan…

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
By
Rahmat Tunny
Hardani Triyoga
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up