Center of Economic and Law Studies (Celios) mengungkapkan, adanya salah sasaran atas pemberian insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasalnya, jumlah SPPG di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi lebih sedikit dibandingkan di Pulau Jawa.
Peneliti Celios Isnawati Hidayah dalam analisisnya menjelaskan Jawa Barat dengan prevalensi stunting sekitar 15,9 persen menerima insentif harian SPPG untuk 17 Juni 2026–akhir 2026 hampir 490 kali lipat dibandingkan Papua Pegunungan yang memiliki prevalensi stunting 40,0 persen.
Insentif SPPG harian sepanjang tahun 2026, banyak terdistribusi di Pulau Jawa,”
kata Isnawati, Rabu, 17 Juni 2026.
Stunting Tinggi Minim SPPG
Diungkapkannya, Provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi seperti Papua Pegunungan sebesar 40,0 persen hanya ada 13 SPPG, Sulawesi Barat dengan stunting sebesar 35,4 persen jumlah SPPG sebanyak 177, dan Papua Tengah angka stunting sebesar 32,5 persen hanya memiliki 33 SPPG.







