Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

5 Calon Manajer Kopdes Tewas, Peneliti Semprot Dalih Latihan Militer Demi Cinta Tanah Air

Peneliti politik Made Supriatma mempertanyakan pernyataan Menteri Desa Yandri Susanto yang menyebut latihan dasar militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.)

Peneliti politik Made Supriatma mempertanyakan pernyataan Menteri Desa Yandri Susanto, yang menyebut latihan dasar militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air. 

Menurutnya, klaim tersebut tidak memiliki hubungan yang jelas dengan tugas seorang pengelola koperasi. Apalagi sampai kehilangan nyawa lima calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akibat keikutsertaan dalam pelatihan militer.

Made Supriatma menilai, kecintaan terhadap Indonesia tidak bisa diukur hanya dari keikutsertaan seseorang dalam pelatihan militer. 

Iklan

Apa hubungannya antara latihan dasar militer dengan cinta tanah air? Memangnya hanya militer yang cinta tanah air, yang patriot?,”

tulis Made Supriatma dalam unggahan di akun Facebook pribadinya yang dikutip, Senin, 29 Juni 2026.

Narasi yang mengaitkan nasionalisme dengan latihan militer, sambungnya, berpotensi menimbulkan kesan bahwa warga sipil yang tidak mengikuti pelatihan serupa memiliki kecintaan terhadap negara yang lebih rendah.

Kita, manusia pembayar pajak ini, tidak cinta tanah air? Kita para pekerja keras yang menciptakan kemakmuran supaya para pejabat dan jajarannya bisa hidup nyaman, apa nasionalisme kita lebih rendah?,”

ucapnya.

Made mengatakan, masyarakat setiap hari telah berkontribusi melalui pembayaran pajak dan aktivitas ekonomi yang menopang jalannya pemerintahan.

Karena itu, pemerintah tidak seharusnya mengesankan bahwa rasa cinta tanah air hanya dapat dibentuk melalui pendekatan kemiliteran.

Lalu siapa kita para jelata yang dipungut pajak di setiap kesempatan? Orang jajahan?,”

jelasnya.

Dalam unggahan yang sama, Made juga melontarkan kritik keras kepada para pejabat negara. 

Merekalah parasit! Bukan kami! Jadi jangan ajari kami bagaimana mencintai negeri ini,”

tegasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal