Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

BGN Minta Waktu 30 Hari Benahi Program MBG, Penghentian Kemitraan Hanya Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penghentian kerja sama dengan sejumlah mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan bersifat permanen, melainkan hanya sementara.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari (tengah) bersama Trenggono (kedua kanan) tiba untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Presiden Prabowo menggelar rapat bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk membahas perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari (tengah) bersama Trenggono (kedua kanan) tiba untuk mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Presiden Prabowo menggelar rapat bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga untuk membahas perkembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penghentian kerja sama dengan sejumlah mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan bersifat permanen, melainkan hanya sementara. 

Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengatakan, langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut arahan pemerintah setelah muncul berbagai keluhan dari mitra maupun persoalan di lapangan.

Yang jelas kita menjawab bahwa tentang penghentian sementara ini bukan seterusnya. Jadi penghentian sementara, kita berikan waktu untuk menata kembali. Sejumlah 27.000 sekian ini akan kita cek lagi, kita tata kembali,”

kata Trenggono usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Jumat, 17 Juli 2026. 

BGN meminta waktu 30 hari untuk melakukan penataan ulang terhadap pelaksanaan program sebelum kembali melanjutkan kemitraan.

Iklan

Menurut Trenggono, penataan juga akan menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ia meminta seluruh mitra memberi kesempatan kepada BGN untuk menyelesaikan proses evaluasi.

Tolong berikan kami waktu untuk menata semuanya. Sekali lagi, para mitra bukan kita tidak mau berkomunikasi, tidak. Kita juga memberikan kesempatan, namun nanti kita carikan waktu yang tepat supaya kita bisa berdialog dengan baik,”

ujarnya.

BGN menargetkan proses penataan tersebut rampung dalam waktu paling lama satu bulan. Tenggat itu dihitung sejak rapat terbatas pemerintah yang digelar pada Rabu pekan ini.

Kita diberikan waktu untuk menata kembali, khususnya persoalan yang dalam waktu dekat ini selama 30 hari. Kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Menko Pangan, kita membuat tim. Kalau perlu kurang dari waktu itu, kita segera bergerak cepat,”

kata Trenggono.

Perihal kemungkinan efisiensi anggaran BGN pada 2026, Trenggono membenarkan akan ada penyesuaian. Namun, ia belum bersedia membeberkan besaran anggaran yang akan dipangkas.

Jelas itu akan diefisiensikan. Nanti akan disampaikan lebih lanjut,”

katanya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal