Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Usai Ganti Nakhoda, BGN Janji Buka Akses Pengawasan MBG untuk Orang Tua

Orang tua siswa dapat mengakses informasi mulai dari menu makanan, dapur penyedia, hingga identitas Kepala SPPG.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).

Badan Gizi Nasional (BGN) menjanjikan sistem transparansi baru yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya, orang tua siswa dapat mengakses informasi mulai dari menu makanan, dapur penyedia, hingga identitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem tersebut tengah disiapkan sebagai bagian dari pembenahan tata kelola program MBG setelah ditemukannya berbagai persoalan, mulai dari dugaan pelanggaran hingga lemahnya pengawasan.

Kami sedang membangun sebuah sistem transparansi. Minggu depan atau dua minggu lagi sistem ini sudah bisa diakses seluruh orang tua pelajar,”

kata Sudaryono dalam konferensi pers, Senin, 27 Juli 2026.

Nama Kepala SPPG Bisa Terinformasi

Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Andry Denisah/wsj)

Ia menjelaskan, melalui sistem itu orang tua dapat mengetahui menu yang dikonsumsi anak setiap hari, kandungan gizi makanan, dapur penyedia, hingga nama Kepala SPPG yang bertanggung jawab atas pelayanan di wilayahnya.

Iklan

Menurut Sudaryono, keterbukaan informasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan publik sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Selain menyiapkan sistem transparansi, BGN juga melakukan langkah bersih-bersih secara internal. 

Sebanyak 261 pegawai diberhentikan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin, sembilan aparatur sipil negara (ASN) diproses menuju pemberhentian, sementara 39 ASN lainnya dijatuhi sanksi disiplin ringan.

Hentikan Operasional SPPG yang Melanggar

BGN juga menghentikan operasional 833 dapur MBG yang terbukti melakukan pelanggaran. Sudaryono menegaskan dapur yang di-suspend kali ini tidak lagi menerima pembayaran dari pemerintah.

Dapur yang di-suspend ini bukan seperti yang lalu. Misalnya dulu di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau sekarang sudah di-suspend, tutup, tidak dibayar. Ini betul-betul suspend karena pelanggaran,”

tegasnya.

Meski mengakui masih banyak persoalan yang harus dibenahi, Sudaryono memastikan perbaikan tata kelola akan dilakukan secepat mungkin mengingat program MBG menyangkut pemenuhan gizi jutaan anak di Indonesia.

Kami mengakui ada kekurangan, ada hal-hal yang memang harus diperbaiki, bahkan ada pelanggaran. Namun kami siap memperbaikinya dan melakukan perbaikan dengan cepat tanpa menunggu lama,”

tandasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.