Pakar hukum Prof. Denny Indrayana kembali mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuka dokumen pendidikan setara SMA yang menjadi dasar kualifikasi pendidikannya.
Denny bahkan meminta Gibran memberikan izin tertulis agar data pendidikan yang bersifat pribadi dapat dikonfirmasi kepada institusi pendidikan di Australia, sehingga polemik tersebut dapat diselesaikan secara terbuka.
Pertama, sudah hampir dua minggu sejak 9 Agustus 2026, saya mengadakan sayembara bagi siapa saja yang bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Mas Gibran. Per pagi ini, akumulasi sementara hadiah yang terkumpul sudah mendekati Rp3,5 miliar,”
kata Denny yang dikutip dari video pendeknya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Denny mengatakan sayembara tersebut ditempuh setelah sejumlah langkah hukum yang dilakukan untuk memperoleh kejelasan mengenai dokumen pendidikan Gibran belum memberikan hasil yang memadai.
Saya minta maaf melakukan metode sayembara tersebut, karena berbagai langkah hukum yang dilakukan ke Pengadilan Negeri, PTUN, Komisi Informasi Pusat, belum juga mendapatkan kejelasan akan dokumen yang menjadi dasar sekolah Mas Gibran setara SMA tersebut,”
ucap dia.
Pembuktian
Polemik tersebut sebenarnya dapat dihentikan apabila Gibran bersedia menunjukkan ijazah SMA atau sederajat maupun dokumen yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan tingkat SLTA-nya.
Kedua, saya mengimbau Mas Gibran menyudahi polemik ini dengan secara elegan menunjukkan ijazah SMA atau sederajat, atau dokumen yang menjadi dasar penyetaraan pendidikan SLTA Mas Gibran,”
ucap Denny.
Permintaan tersebut ia anggap merupakan hal yang wajar, lantaran Gibran sebelumnya pernah menunjukkan dokumen pendidikan kepada wartawan ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Permintaan ini, saya yakin, tidak berlebihan. Apalagi Mas Gibran pernah secara terbuka mengundang wartawan dan menunjukkan ijazah S1 sewaktu masih (menjabat) Wali Kota Solo,”
tutur Denny.
Dalam suratnya, Denny juga mengungkapkan telah berupaya meminta konfirmasi langsung kepada institusi pendidikan yang disebut pernah menjadi tempat Gibran menempuh pendidikan. Salah satunya Orchid Park Secondary School di Singapura.
Ketiga, saya sendiri sudah mencari kejelasan terkait ijazah SMA atau sederajat tersebut dengan berkirim email kepada Orchid Park Secondary School Singapura dan belum mendapatkan balasan,”
aku dia.
Bersurat ke Negeri Kanguru
Denny kemudian mengaku dirinya juga telah beberapa kali mengirimkan surat elektronik kepada University of Technology Sydney (UTS) maupun UTS College, yang sebelumnya bernama UTS Insearch, di Australia.
Sebab, institusi tersebut menjadi bagian dari riwayat pendidikan Gibran yang disebut dalam Surat Keterangan Nomor 9149 dari Dirjen Dick Desmond kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Surat tersebut disebut berkaitan dengan pengakuan penyelesaian Grade 12 dan penyetaraan pendidikan Gibran.
Saya juga telah mengirimkan email beberapa kali ke UTS maupun UTS College, dulu UTS Insearch, Sydney, Australia, tempat Mas Gibran sekolah, yang menurut Surat Keterangan Nomor 9149 dari Dirjen Dick Desmond ke Mendikbud dianggap selesai Grade 12 dan memiliki pengetahuan setara tamat SMK, penataan akuntansi dan keuangan di Indonesia,”
kata dia.
Surat kami kepada UTS berbalas dengan mengatakan informasi pendidikan Mas Gibran di UTS Insearch adalah data pribadi yang bersifat rahasia, sehingga tidak bisa disampaikan kepada kami,”
lanjut Denny.
Maka, Denny meminta Gibran memberikan izin tertulis agar data pendidikan tersebut dapat dibuka dan dikonfirmasi.
Hilangkan Hambatan
Persetujuan dari Gibran akan menghilangkan hambatan kerahasiaan data pribadi yang disampaikan pihak UTS.
Terkait hal tersebut, saya meminta perkenaan Mas Gibran memberikan izin tertulis kepada saya untuk mendapatkan data pendidikan di UTS Insearch tersebut,”
ucap dia.
Denny berharap langkah tersebut dapat menjadi jalan untuk mengakhiri polemik secara transparan, sehingga seluruh dokumen dan informasi mengenai riwayat pendidikan Gibran dapat diverifikasi berdasarkan sumber resmi.
Dengan demikian, semua masalah menjadi terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel. Demikian surat ini kami sampaikan. Besar harapan Mas Gibran memberikan izin tertulis tersebut,”
tutup dia.




















