Kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur, kembali menerima wisatawan sejak Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.01, setelah ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan wisatawan bertanggung jawab menjaga kawasan tersebut.
“Bromo kembali menerima wisatawan, tetapi kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menjaganya. Menikmati Bromo berarti ikut menjaga Bromo,”
kata Widiyanti dalam keterangan resmi, dikutip pada Senin, 24 Agustus 2026.
Ia mengingatkan agar wisatawan tidak beraktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau. Pengunjung diminta tidak membuat perapian atau api unggun, serta tidak membuang puntung rokok dan benda lain yang dapat menjadi sumber api.
Pesan tersebut menjadi penting setelah kawasan Bromo harus ditutup selama hampir dua pekan untuk mendukung penanganan karhutla. Tim gabungan melakukan operasi pemadaman, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan sebelum kawasan dinyatakan dapat kembali menerima wisatawan.






