Sebanyak 276 siswa di Kabupaten Batang, Jawa Tengah diduga mengalami keracunan akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 23 September 2026.

Keracunan itu terjadi di 11 lembaga pendidikan penerima manfaat MBG di Kecamatan Bawang yakni SDN 1 Bawang, SDN 3 Bawang, TK Pertiwi, MA Sunan Kalijaga, MTs Sunan Kalijaga, TK Kuncup Mekar, TP Ananda, Pos PAUD Anggrek Mas, TK Qurota ‘Ayun, RA Al Hidayah, dan MI Salafiyah Pasusukan.

Ini kita bersama-sama di RSUD Batang karena ada kabar dari wilayah Kecamatan Bawang SPPG menimbulkan keracunan. Dari data yang ada, korban mencapai 276 orang dan untuk yang dibawa ke RSUD Batang ada 29 orang,”

kata Wakil Bupati Batang Suyono, dalam keterangan resminya, Kamis, 24 September 2026.

Suyono juga sudah mendatangi RSUD Batang, Selasa malam untuk menjenguk siswa yang jadi korban. Ia melihat secara langsung kondisi para korban yang menjalani perawatan di rumah sakit.

Dijelaskan Suyono, pihaknya dapat laporan adanya kejadian keracunan makanan di wilayah Kecamatan Bawang. Menurut dia, saat ini masih dilakukan pendataan serta penanganan terhadap para korban.

Menurut informasi yang ia terima, sejumlah siswa mulai mengalami keluhan beberapa jam setelah konsumsi menu MBG. Sementara, ada sebagian orang tua yang mengalami gejala setelah menyantap makanan yang dibawa pulang oleh anak mereka.

Tadi, saya tanya tiga siswa yang sudah masuk dan lainnya orang tua. Yang orang tua makan yang dibawa pulang jatah anaknya. Yang anak sekolah makan jam 11.00. Tapi, terasa jam 13.00 atau jam 14.00,”

jelasnya.

Suyono menyampaikan kejadian itu jadi bahan evaluasi terhadap pengawasan dan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

la mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan MBG bisa benar menjalankan SOP. Hal itu terutama dalam proses pengolahan dan penyajian makanan.

Menurutnya, menjalankan SOP merupakan bagian dari kontrol yang harus diefektifkan kembali.

Sudah berulang kali saya sampaikan. Jaga SOP benar-benar karena ini berkaitan dengan makan. Kalau ada kesalahan dalam proses memasak atau yang bersifat tidak sehat bisa menimbulkan keracunan,”

ujar Suyono.