Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan format Piala Presiden 2026 masih dalam tahap evaluasi dan pengembangan. Turnamen ini dirancang agar tidak hanya menjadi ajang pramusim, tetapi juga memiliki dampak lebih luas bagi kemajuan sepak bola nasional.
Perubahan konsep turnamen tidak hanya menyentuh aspek teknis pertandingan. Erick menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan sepak bola di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan pendekatan ini, diharapkan pertumbuhan sepak bola tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah-daerah. Salah satu rencana utama adalah memperluas jumlah peserta menjadi sekitar 64 klub. Peserta akan berasal dari juara Liga Nusantara dan Liga 4 dari berbagai daerah.
Format ini membuka peluang bagi klub level kota dan provinsi untuk menunjukkan kualitas mereka di panggung nasional, sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan pemain muda.
Peran Kepala Daerah Dinilai Krusial
Erick menilai bahwa dukungan dari gubernur dan bupati sangat penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem sepak bola. Oleh karena itu, format baru Piala Presiden diharapkan mampu memberikan ruang kontribusi yang lebih besar bagi berbagai pihak.
Memang Piala Presiden yang ke-8 ini harus spesial karena sudah berjalan lama dan Pak Maruar Sirait punya komitmen yang luar biasa mengawal Piala Presiden yang pertama sampai hari ini,”
kata Erick Thohir.
Pada edisi-edisi sebelumnya, jumlah peserta Piala Presiden berkisar antara enam hingga 20 klub. Tim yang berpartisipasi berasal dari Liga 1, Liga 2, hingga beberapa klub luar negeri.
Jadi salah satu pemikirannya akan ada Piala Presiden yang sekarang sudah berputar dimana juara-juara dari Piala Bupati, Wali Kota, sekarang sudah mulai ke Gubernur mudah-mudahan sudah selesai semua itu akan tetap ada Piala Presiden untuk memperebutkan klub-klub yang selama ini menjadi bagian dari pembangunan grassroot,”
kata Menpora.
Format yang digunakan relatif sederhana, dimulai dari fase grup, kemudian berlanjut ke babak gugur hingga final. Di edisi 2025, jumlah peserta hanya enam tim. Klub asal Thailand, Port FC, keluar sebagai juara setelah mengalahkan Oxford United di partai final.
Untuk pelaksanaan tahun 2026, jadwal turnamen masih dalam tahap pembahasan. Erick menyebut kemungkinan perubahan waktu penyelenggaraan, yang sebelumnya identik dengan bulan Juli. Hal ini disebabkan oleh padatnya kalender sepak bola internasional, termasuk ajang besar seperti Piala Dunia FIFA 2026.
Klub Asing Masih Berpeluang Ikut
Kehadiran klub luar negeri pada edisi sebelumnya dinilai memberikan dampak positif, baik dari sisi kualitas pertandingan maupun daya tarik penonton. Bahkan, beberapa klub disebut tertarik untuk kembali ambil bagian.
Meski demikian, PSSI tetap akan menyesuaikan format dengan prioritas utama, yaitu pembinaan sepak bola nasional dan pengembangan klub daerah. Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa kesuksesan turnamen tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak.
Ia menambahkan bahwa peran klub, pemain, pemerintah, hingga aparat keamanan merupakan satu kesatuan penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan rencana perubahan format yang lebih luas dan inklusif, Piala Presiden 2026 diharapkan menjadi ajang strategis untuk memperkuat fondasi sepak bola Indonesia dari level akar rumput hingga profesional.

