Timnas Indonesia U-17 harus mengakhiri langkah mereka di fase grup ASEAN Championship U-17 2026 setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Vietnam U-17.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu 19 April 2026 malam WIB itu menjadi penentu nasib Garuda Asia di turnamen ini.
Hasil imbang tersebut membuat Indonesia hanya mengumpulkan empat poin dan harus puas finis di posisi ketiga Grup A. Capaian ini sekaligus memutus tren positif tim yang selalu berhasil melaju ke semifinal sejak 2018.
Padahal, dalam periode tersebut, Indonesia sempat dua kali keluar sebagai juara, menjadikan kegagalan kali ini sebagai hasil yang cukup mengecewakan.
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Kurniawan Dwi Yulianto menyampaikan permohonan maaf kepada publik karena tidak mampu memenuhi target lolos ke semifinal.
Selamat malam. Pertama, secara pribadi saya mohon maaf atas gagalnya tim kita lolos ke semifinal. Karena memang target kita bisa lolos ke semifinal,”
ujar Kurniawan Dwi Yulianto usai laga.
Strategi Bertahan dan Serangan Balik
Dalam laga melawan Vietnam, Kurniawan mengungkapkan bahwa timnya sengaja menerapkan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik untuk meredam agresivitas lawan.
Meski para pemain telah berjuang maksimal, skema tersebut belum mampu menghasilkan gol kemenangan.
Terus sebenarnya kita mengapresiasi apa yang sudah pemain lakukan, kerja keras pemain. Karena memang kita mengatur taktik kami untuk defend counter. Karena kita tahu di dua game pertama Vietnam cukup agresif,”
ujar Kurniawan.
Sehingga kita mencoba untuk merencanakan permainan dengan lebih sedikit defend, kemudian melakukan counter attack. Tapi memang ketika kita melakukan counter attack, hasilnya belum begitu maksimal. Dan ini menjadi catatan sebelum kita akan bertanding di Piala Asia,”
tambahnya.
Fokus Evaluasi Menuju Piala Asia U-17 2026
Kegagalan di turnamen ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim pelatih sebelum menghadapi Piala Asia U-17 2026.
Kurniawan juga mengungkapkan rencana pemanggilan pemain untuk memperkuat skuad, termasuk beberapa pemain diaspora.
Beberapa nama yang direncanakan bergabung antara lain Matthew Baker, Noah Leo, dan Mike Rajasa.
Untuk pemain memang kita nantinya akan membawa 23 pemain, dan di long list pemain kita itu ada 50 pemain yang sudah didaftarkan. Ini dalam beberapa hari lagi kita tentu akan melakukan evaluasi terkait pemain yang ada,”
kata Kurniawan.
Dan di Piala Asia kita insyaallah akan ketambahan tiga pemain; ada Matthew Baker, Noah, dan Mike penjaga gawang. Jadi kita benar-benar akan memikirkan untuk 23 pemain terbaik yang akan kita bawa,”
tambahnya.

