Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, meluapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan wasit dalam laga kontra Persib Bandung pada pekan ke-32 Super League 2025/2026.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 10 Mei 2026, dipimpin oleh wasit asal Uzbekistan, Firdavs Norsafarov. Namun, sejumlah keputusan wasit dinilai merugikan Persija.
Salah satu momen yang paling disorot Mauricio Souza terjadi pada babak kedua ketika pemain Persija, Rayhan Hannan, mendapat injakan dari gelandang Persib, Luciano Guaycochea.
Menurut Mauricio, pelanggaran tersebut seharusnya berujung kartu merah langsung. Namun, wasit hanya memberikan kartu kuning kepada pemain asal Argentina tersebut.
Tak lama berselang, Luciano kembali terlibat insiden setelah menginjak pemain Persija lainnya, Allano Lima.
Meski begitu, wasit kembali tidak mengeluarkan kartu kuning kedua. Situasi tersebut membuat Mauricio Souza merasa kecewa dengan keputusan perangkat pertandingan.
Kami jelas tidak puas. Insiden terhadap Rayhan Hanan itu seharusnya langsung berbuah kartu merah, bahkan tanpa perlu VAR. Namun VAR juga tidak memanggil wasit untuk meninjau situasi tersebut. Saya tidak tahu sudah berapa kali kami merasa dirugikan di liga ini, dan kali ini kami kembali mengalaminya,”
kata Mauricio Souza usai pertandingan.
Persija Nilai Keputusan Wasit Tidak Adil
Selain insiden di babak kedua, Mauricio juga menyoroti kepemimpinan wasit sejak awal pertandingan. Ia menilai Persija lebih banyak mendapat hukuman kartu dibanding Persib.
Bahkan, asisten pelatih Persija, Italo Bartole, harus menerima kartu merah karena dianggap melakukan protes berlebihan kepada wasit.
Pelanggaran terhadap Rayhan Hanan yang berujung tendangan bebas itu seharusnya cukup untuk membuat pemain lawan mendapat kartu merah. Kalau itu bukan kartu merah, saya jadi mempertanyakan lagi pemahaman tentang sepak bola,”
kata Mauricio Souza.
Meski kecewa dengan keputusan wasit, Mauricio tetap mengapresiasi perjuangan para pemain Persija sepanjang pertandingan.
Ia menyebut timnya tetap bermain agresif meski kondisi lapangan di Stadion Segiri dinilai kurang ideal.
Namun tim tetap tampil menekan dan terus memaksa Persib Bandung bertahan. Memang, kesalahan tetap ada di pihak kami, baik pelatih maupun pemain,”
ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Tetapi keputusan-keputusan yang merugikan kami seperti ini juga seharusnya mendapat perhatian. Pada akhirnya, kami tetap harus bisa mengontrol emosi,”
tutup Mauricio Souza.

