Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 13 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Olahraga / Bukan Soal Sepak Bola Saja, PSSI Ambil Langkah Besar Lawan Pekerja Anak
Olahraga

Bukan Soal Sepak Bola Saja, PSSI Ambil Langkah Besar Lawan Pekerja Anak

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Juni 13, 2026 1:12 pm
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Bukan Soal Sepak Bola Saja, PSSI Ambil Langkah Besar Lawan Pekerja Anak
Bukan Soal Sepak Bola Saja, PSSI Ambil Langkah Besar Lawan Pekerja Anak (Foto: dok.PSSI)
SHARE

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi menjalin kerja sama dengan International Labour Organization (ILO) Indonesia dan Timor Leste untuk mendukung kampanye global Red Card to Child Labour.

Daftar isi Konten
  • Gerakan Global yang Berawal dari FIFA dan ILO
  • Sepak Bola Jadi Media Edukasi dan Perlindungan Anak

Kampanye tersebut digelar bertepatan dengan pertandingan Garuda Championship Series 2026 antara Timnas Indonesia melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menghapus praktik pekerja anak.

Baca juga:
Start Sempurna Tuan Rumah! Amerika Serikat Raih Kemenangan Telak 4-1 Amerika Serikat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil meyakinkan.…
Trauma 2002 Belum Hilang, Mbappe Minta Prancis Waspadai Senegal Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak lengah saat menghadapi…
Bosnia Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026, Kanada Hanya Mampu… Timnas Kanada gagal meraih kemenangan pada pertandingan perdana Grup B Piala Dunia…
  • Start Sempurna Tuan Rumah! Amerika Serikat Raih Kemenangan Telak 4-1
  • Trauma 2002 Belum Hilang, Mbappe Minta Prancis Waspadai Senegal
  • Bosnia Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026, Kanada Hanya Mampu Bermain Imbang

Aksi tersebut juga berlangsung menjelang peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak yang diperingati setiap tanggal 12 Juni.

(Part I) Nyawa di Geladak Kapal: Nasib Fandi Ramadhan di Antara Tumbal Jaringan Narkoba dan Buramnya Keadilan Pekerja Kelas Bawah

Suasana SUGBK semakin semarak dengan berbagai pesan edukasi yang ditampilkan melalui layar stadion. Selain itu, manifesto kampanye dibacakan langsung oleh announcer stadion untuk mengajak masyarakat memahami bahaya pekerja anak.

Maskot Timnas Indonesia, Shakti, turut ambil bagian dalam kampanye tersebut dengan berkeliling lapangan sambil membawa spanduk bertuliskan “Red Card to Child Labour“, yang menjadi simbol penolakan terhadap eksploitasi anak.

Langkah ini mendapat perhatian besar karena dilakukan di hadapan hampir 30 ribu penonton yang memadati stadion.

Gerakan Global yang Berawal dari FIFA dan ILO

Kampanye Red Card to Child Labour pertama kali diperkenalkan oleh ILO pada tahun 2002. Gerakan ini menggunakan simbol kartu merah dalam sepak bola sebagai bentuk penolakan terhadap praktik pekerja anak di seluruh dunia.

Setahun kemudian, FIFA bergabung dalam kampanye tersebut dan membantu memperluas jangkauan gerakan ke komunitas sepak bola internasional. Sejak saat itu, sejumlah federasi sepak bola dunia turut mengadopsi kampanye yang berpusat di Jenewa, Swiss tersebut.

Melalui kolaborasi dengan ILO, PSSI resmi tercatat sebagai federasi sepak bola kelima di dunia yang berpartisipasi dalam gerakan Red Card to Child Labour.

Sebelumnya, kampanye ini telah diikuti oleh FIFA, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada 2003, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada 2004, serta Federasi Sepak Bola China (CFA) pada tahun yang sama.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi sepak bola Indonesia dalam mendukung isu sosial dan kemanusiaan di tingkat global.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa keterlibatan PSSI dalam kampanye tersebut merupakan bentuk komitmen nyata untuk mendukung penghapusan pekerja anak.

Keikutsertaan kami dalam kampanye Red Card to Child Labour merupakan bentuk komitmen nyata PSSI dalam mendukung percepatan penghapusan pekerja anak. Kami berharap gerakan dari lapangan hijau ini mampu memberikan kontribusi besar bagi masa depan anak-anak di Indonesia dan dunia,”

kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Menurut Erick, sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menyampaikan pesan positif kepada masyarakat luas dan dapat menjadi sarana efektif dalam mendorong perubahan sosial.

Sepak Bola Jadi Media Edukasi dan Perlindungan Anak

Saat ini, sepak bola tidak hanya menjadi olahraga populer, tetapi juga telah berkembang menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat.

Melalui besarnya antusiasme publik terhadap sepak bola, PSSI dan ILO berharap pesan mengenai bahaya pekerja anak dapat menjangkau lebih banyak orang.

Kampanye ini juga bertujuan mengurangi praktik pekerja anak yang masih ditemukan di sektor pertanian, perikanan, hingga sektor informal.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan masa depan yang layak tanpa harus terjebak dalam eksploitasi kerja.

Sama seperti kartu merah yang mengakhiri pelanggaran di lapangan hijau, kita harus menghentikan praktik pekerja anak di kehidupan nyata. Setiap anak berhak untuk bermain, belajar, tumbuh, dan bebas dari segala bentuk eksploitasi,”

jelas Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh.

Melalui kampanye ini, PSSI dan ILO berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya melindungi hak-hak anak serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia.

Tag:Garuda Championship Series 2026ILOPSSISepak Bola
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Zaskia Adya Mecca Turun ke Jalan, Bagikan Logistik Gratis untuk Mahasiswa Demo di Bundaran HI
By Syifa Fauziah
Zaskia Adya Mecca
1
Daftar 5 Pemain Bergaji Tertinggi di Piala Dunia 2026, Siapa Rajanya?
By Hadi Febriansyah
Cristiano Ronaldo jalani Piala Dunia keenam dalam kariernya
2
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
3
Bantah Sengaja Bikin Sinyal Demo ‘Indonesia Bangkrut’ Jadi Lemot, Polisi: Karena Kebanyakan Orang
By Rahmat Tunny
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut', 12 Juni 2026, di Jakarta.
4
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
5

BERITA LAINNYA

Selebrasi dari pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan
Olahraga

Naik 10 Peringkat FIFA! Erick Thohir Kirim Pesan Tegas untuk Timnas Indonesia

Timnas Indonesia menutup agenda FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil yang sangat…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Start sempura Timnas Amerika di Piala Dunia 2026 setelah berhasil meraih kemanangan telaj 4-1 atas Paraguay
Olahraga

Start Sempurna Tuan Rumah! Amerika Serikat Raih Kemenangan Telak 4-1

Amerika Serikat memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil meyakinkan.…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Timnas Indonesia U-19
Olahraga

Jadwal Timnas Indonesia U-19 vs Kamboja: Misi Garuda Muda Rebut Posisi Ketiga AFF U-19 2026

Timnas Indonesia U-19 masih memiliki satu pertandingan penting di ajang Piala AFF…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Cristiano Ronaldo jalani Piala Dunia keenam dalam kariernya
Olahraga

Daftar 5 Pemain Bergaji Tertinggi di Piala Dunia 2026, Siapa Rajanya?

Piala Dunia 2026 kembali menjadi panggung terbesar bagi para pesepak bola elite…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up