Piala Dunia 2026 di Meksiko menghadirkan kisah unik sekaligus mengundang perhatian dari luar lapangan. Area resmi fan fest yang dibangun untuk menyaksikan pertandingan bersama justru dilaporkan minim pengunjung karena lokasinya berada di kawasan rawa yang menjadi habitat ribuan buaya liar.
Fasilitas tersebut berdiri di Kota Cancun dan kini menjadi perbincangan karena dianggap terlalu berisiko bagi para suporter.
Pemerintah setempat membangun kawasan nonton bareng bertajuk Fut Fest di kawasan Malecon Tajamar, yang berada tepat di sisi Laguna Nichupte.
Wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan konservasi alam yang menjadi rumah bagi ribuan buaya liar. Beberapa reptil bahkan dilaporkan memiliki panjang mencapai 15 kaki dan pernah tercatat menyerang manusia.
Untuk mencapai lokasi layar raksasa, pengunjung harus berjalan sekitar setengah mil melewati jalur hutan bakau yang berada di sekitar habitat buaya tersebut.
Pengunjung Diminta Tetap di Jalur Aman
Di sepanjang akses menuju lokasi, pemerintah memasang sejumlah papan peringatan yang mengimbau pengunjung agar tidak keluar dari jalur yang telah disediakan.
Peringatan itu diberikan untuk menghindari kemungkinan bertemu langsung dengan buaya yang hidup di sekitar kawasan laguna.
Ironisnya, layar utama fan fest justru dipasang di tepi Laguna Nichupte, lokasi yang dikenal sebagai tempat favorit buaya muncul ke permukaan, terutama menjelang senja saat pertandingan berlangsung.
Menurut laporan Daily Star, saat laga Kroasia melawan Panama digelar, hanya lima orang yang berani menyaksikan pertandingan di lokasi tersebut. Mereka pun berada di bawah pengamanan aparat kepolisian bersenjata.
Ancaman Buaya Dianggap Tidak Bisa Diprediksi
Kekhawatiran terhadap lokasi fan fest juga diperkuat oleh penjelasan dari salah satu situs pariwisata lokal yang menawarkan wisata melihat buaya di kawasan tersebut.
Mereka menegaskan bahwa meskipun buaya umumnya menghindari manusia, hewan tersebut tetap merupakan predator liar yang berbahaya.
Meskipun buaya-buaya ini biasanya menyendiri dan menghindari manusia, mereka adalah hewan liar yang sangat tidak dapat diprediksi,”
tulis situs pariwisata tersebut.
Karena populasi buaya yang sangat padat, aktivitas berenang di Laguna Nichupte juga dilarang sepenuhnya.
Hutan bakau di sekitar laguna dinilai sebagai ekosistem yang sangat ideal bagi kehidupan buaya liar. Ketersediaan makanan alami membuat kawasan tersebut menjadi lokasi berburu sekaligus berkembang biak. Kondisi air di laguna juga mendukung aktivitas para predator tersebut.
Airnya yang jernih seperti kaca memungkinkannya berenang tanpa usaha keras, sementara tepi lumpur yang tersengat matahari menawarkan lokasi utama untuk berjemur dan mengatur suhu tubuh berdarah dingin mereka,”
tambah keterangan tersebut.
Karakteristik lingkungan inilah yang membuat kawasan tersebut menjadi salah satu habitat buaya terbesar di wilayah Cancun.
Besarnya risiko membuat fan fest bernilai tinggi itu kehilangan daya tarik. Sebagian besar suporter memilih menyaksikan pertandingan di lokasi nonton bareng lain yang dianggap lebih aman.
Bagi pengunjung yang tetap datang, pihak pengelola mengingatkan agar selalu mematuhi rambu keselamatan, menjaga jarak dari tepian laguna, serta tidak memberi makan buaya karena tindakan tersebut dapat membuat satwa liar semakin berani mendekati manusia.
Di sisi lain, Timnas Meksiko tampil impresif sepanjang fase grup Piala Dunia 2026. El Tri memastikan keluar sebagai juara grup setelah meraih tiga kemenangan beruntun.
Meksiko sukses mengalahkan Afrika Selatan dengan skor 2-0, menundukkan Korea Selatan 1-0, dan menutup fase grup lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Republik Ceko.





















