Laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Kroasia menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pecinta sepak bola dunia.
Pertandingan yang digelar di Toronto Stadium, Kanada, pada Jumat, 3 Juli 2026 itu memicu lonjakan harga tiket di pasar penjualan kembali (resale).
Tingginya minat penonton membuat harga tiket termurah rata-rata menembus angka 3.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp57 juta.
Pertemuan Portugal dan Kroasia diprediksi menyedot perhatian besar karena mempertemukan dua legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.
Keduanya pernah menjadi rekan setim di Real Madrid dan kini kembali saling berhadapan di panggung terbesar sepak bola dunia. Status mereka sebagai pemain senior yang masih tampil kompetitif diyakini menjadi faktor utama melonjaknya permintaan tiket pertandingan.
Harga Tiket Tertinggi
Berdasarkan data dari Ticketdata, rata-rata harga tiket termurah di berbagai platform resale mencapai 3.225 dolar AS atau sekitar Rp57,8 juta per 28 Juni 2026, pukul 23.00 waktu setempat.
Nominal tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026. Ticketdata menghimpun informasi harga dari sejumlah platform penjualan tiket sekunder, termasuk StubHub dan Vivid, sehingga memberikan gambaran mengenai pergerakan harga di pasar.
Lonjakan harga tiket mulai terjadi setelah Portugal bermain imbang melawan Kolombia pada laga terakhir fase grup.
Hasil tersebut membuat tim asuhan Roberto Martinez hanya finis sebagai runner-up Grup K sehingga harus berjumpa Kroasia, yang juga mengakhiri fase grup sebagai peringkat kedua Grup L usai mengalahkan Ghana.
Pertemuan dua tim kuat Eropa itu langsung memicu lonjakan permintaan tiket dari para penggemar sepak bola di berbagai negara.
Efek Dynamic Pricing FIFA
Data Ticketdata menunjukkan harga tiket termurah telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelum pertandingan Portugal melawan Kolombia dimulai. Kenaikan signifikan tersebut dipengaruhi oleh sistem dynamic pricing yang diterapkan FIFA pada penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Melalui mekanisme tersebut, harga tiket akan berubah secara otomatis mengikuti tingkat permintaan pasar. Sistem serupa sebelumnya telah banyak digunakan pada konser musik maupun berbagai ajang olahraga besar di Amerika Serikat.
Sejak fase grup, harga tiket di pasar resale untuk sejumlah pertandingan sudah sempat menembus angka 1.000 dolar AS atau sekitar Rp17,9 juta. Memasuki fase gugur, terutama pada laga yang mempertemukan tim-tim besar dan pemain bintang, harga tiket melonjak jauh lebih tinggi.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa Piala Dunia 2026 semakin sulit diakses oleh penonton dari kalangan menengah ke bawah, terlebih dengan meningkatnya biaya akomodasi selama turnamen berlangsung. Situasi tersebut dinilai turut mengubah profil pembeli tiket yang kini lebih didominasi oleh penonton dengan kemampuan finansial tinggi.
Di tengah tingginya aktivitas jual beli tiket di pasar sekunder, FIFA kembali mengingatkan para penggemar agar membeli maupun menjual tiket hanya melalui platform resmi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin keaslian tiket sekaligus memastikan proses distribusi kepada pembeli berjalan aman.
FIFA juga mengimbau para suporter menghindari transaksi melalui jalur tidak resmi guna meminimalkan risiko penipuan maupun kendala saat memasuki stadion pada hari pertandingan.
Coldplay Kalah
Jika publik merujuk tur terakhir Coldplay, Music of the Spheres World Tour, (yang baru saja menyelesaikan leg Amerika Utara), berikut data perbandingannya:
- Coldplay: Harga tiket standar resmi mereka sebenarnya relatif “ramah” untuk ukuran band terbesar di dunia, dengan rata-rata harga dasar $76 hingga $258. Sementara untuk paket VIP/hospitality termahal secara resmi berada di kisaran $1.031 hingga $1.586 (sekitar Rp18,5 juta hingga Rp28,5 juta).
- Piala Dunia 2026 (Portugal vs Kroasia): Tiket terendah/termurah di pasar resale sudah menyentuh $3.225 (Rp57,8 juta).
Artinya, harga tiket masuk kategori paling bontot di laga Ronaldo vs Modric sudah dua hingga tiga kali lipat lebih mahal daripada paket VVIP resmi termahal konser Coldplay di Amerika.























