Portugal akan menghadapi Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Kanada. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat 3 Juli 2026.
Duel dua raksasa Eropa ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase gugur. Kedua tim sama-sama lolos sebagai runner-up grup dan memiliki pengalaman panjang di turnamen internasional.
Laga Portugal kontra Kroasia juga akan menghadirkan pertemuan emosional antara Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.
Kedua pemain pernah menjadi rekan setim di Real Madrid selama periode 2012 hingga 2018. Dalam kurun waktu tersebut, mereka sukses mempersembahkan empat gelar Liga Champions untuk Los Blancos.
Kini, persahabatan itu harus dikesampingkan karena keduanya membawa misi membawa negaranya masing-masing melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Bernardo Silva Ungkap Kekagumannya kepada Luka Modric
Menjelang pertandingan, gelandang Portugal Bernardo Silva menyampaikan rasa hormatnya kepada Luka Modric. Pemain Manchester City itu mengaku telah lama menjadikan kapten Kroasia sebagai sosok panutan dalam karier sepak bolanya.
Luka sebenarnya adalah idola saya, bukan hanya karena cara dia bermain dan mampu bertahan di level tertinggi, tetapi juga karena bagaimana dia menjalani kariernya,”
kata Silva, dikutip dari Reuters.
Dia adalah inspirasi besar bagi saya dan saya rasa juga bagi hampir semua pesepak bola. Saya sangat senang melihat bahwa di usianya sekarang dia masih mampu tampil di level yang sangat tinggi,”
tambahnya.
Silva juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah meminta jersey Modric usai pertandingan Manchester City melawan Real Madrid.
Saya pernah meminta jersei-nya setelah salah satu pertandingan Manchester City melawan Real Madrid. Itu menjadi salah satu jersei paling spesial yang saya miliki di rumah. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, hanya saja tidak dalam dua hari ke depan karena kami ingin mengalahkannya,”
ujarnya sambil tersenyum.
Tantangan Portugal Bangun Kekompakan Tim
Bernardo Silva menilai salah satu tantangan terbesar Portugal berasal dari komposisi pemain yang berasal dari berbagai kompetisi Eropa.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses adaptasi di tim nasional menjadi lebih rumit dibanding negara yang mayoritas pemainnya berkompetisi di liga domestik.
Sebagian besar pemain Jerman bermain di Jerman dan tumbuh dengan filosofi sepak bola yang serupa. Begitu juga pemain Spanyol. Kami tidak memiliki kondisi seperti itu,”
Silva menjelaskan.
Kami bermain di liga yang berbeda-beda dengan gaya sepak bola yang juga berbeda. Karena waktu bersama di tim nasional sangat terbatas, proses adaptasi selalu menjadi tantangan,”
ucapnya.
Meski demikian, Silva meyakini pertandingan sistem gugur lebih banyak ditentukan oleh faktor mental dibanding aspek taktik. Ia juga menilai persaingan sepak bola internasional kini semakin merata.
Saya percaya adaptasi taktik memang penting, tetapi dalam turnamen sistem gugur faktor itu menjadi nomor dua. Emosi, intuisi, dan momen-momen kecil sering kali menentukan hasil pertandingan,”
ucap Silva.
Sepak bola internasional berkembang sangat pesat dalam satu dekade terakhir. Semua tim kini terorganisasi secara taktik, siap secara fisik, dan dipelajari dengan sangat baik. Memenangi pertandingan di level ini sangat sulit,”
tambahnya.
Zlatko Dalic Minta Publik Terus Dukung Kroasia
Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, berharap keberhasilan timnya kembali menembus fase gugur mendapat apresiasi dari publik.
Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan Kroasia masih mampu bersaing di level tertinggi dunia.
Saya pikir kami kembali ke posisi seperti delapan tahun lalu. Namun, ini baru langkah kecil untuk mencapai tujuan pertama, yaitu lolos ke babak gugur,”
kata Dalic.
Ia juga meminta para pendukung tetap memberikan dukungan kepada Luka Modric dan rekan-rekannya, apa pun hasil pertandingan nanti.
Tim nasional ini pantas mendapatkan perlakuan yang lebih baik daripada terus dikritik karena begitu banyak suporter yang mendukung Kroasia. Baik saat kalah maupun menang, mereka layak dicintai atas semua yang telah mereka lakukan untuk rakyat dan negara ini,”
ujarnya.
Portugal memastikan tiket ke babak 32 besar setelah finis sebagai runner-up Grup K di bawah Kolombia.
Tim asuhan Roberto Martinez mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, kemudian meraih kemenangan telak 5-0 atas Uzbekistan sebelum bermain imbang tanpa gol menghadapi Kolombia.
Meski harus melalui jalur runner-up, Portugal datang dengan modal impresif berupa delapan pertandingan tanpa kekalahan, terdiri dari lima kemenangan dan tiga hasil imbang. Dalam periode tersebut, mereka hanya kebobolan empat gol dan mencatat empat clean sheet.
Sementara itu, Kroasia kembali menunjukkan konsistensinya sebagai tim yang selalu berbahaya di turnamen besar. Setelah kalah 2-4 dari Inggris pada laga pembuka, tim asuhan Zlatko Dalic bangkit dengan mengalahkan Panama 1-0 dan Ghana 2-1 untuk mengamankan tiket ke fase gugur.
Luka Modric kembali menjadi pemain kunci setelah mencatat assist untuk gol kemenangan Nikola Vlasic saat menghadapi Ghana. Catatan tersebut membuat gelandang berusia 40 tahun itu menjadi pemain tertua yang berhasil menciptakan assist di Piala Dunia.
Secara statistik, Portugal memiliki catatan yang lebih baik atas Kroasia. Dalam 10 pertemuan terakhir, Selecao meraih tujuh kemenangan, termasuk lima kemenangan dari enam pertandingan kompetitif terakhir.
Salah satu kemenangan paling bersejarah terjadi pada babak 16 besar Piala Eropa 2016, saat Portugal menyingkirkan Kroasia sebelum akhirnya keluar sebagai juara.
Meski demikian, pertandingan kali ini diperkirakan berlangsung sangat ketat. Kroasia memiliki pengalaman menghadapi laga-laga besar, sementara Portugal datang dengan skuad yang lebih dalam dan rekor positif.
Jika Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva mampu tampil efektif di lini depan, Portugal diprediksi memiliki peluang lebih besar untuk mengamankan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Perkiraan Susunan Pemain
- Portugal: 1-Diogo Costa; 20-Joao Cancelo, 3-Ruben Dias, 13-Renato Veiga, 25-Nuno Mendes; 23-Vitinha, 15-Joao Neves; 18-Pedro Neto, 8-Bruno Fernandes, 11-Joao Felix; 7-Cristiano Ronaldo
Pelatih: Roberto Martinez - Kroasia: 1-Dominik Livakovic; 2-Josip Stanisic, 6-Josip Sutalo, 3-Marin Pongracic, 4-Josko Gvardiol; 17-Petar Sucic, 10-Luka Modric, 8-Mateo Kovacic; 16-Martin Baturina, 11-Ante Budimir, 14-Ivan Perisic
Pelatih: Zlatko Dalic
Head to Head
Pertemuan Terakhir
- 18/11/2024 Kroasia 1-1 Portugal – UEFA Nations League A
- 5/9/2024 Portugal 2-1 Kroasia – UEFA Nations League A
- 8/6/2024 Portugal 1-2 Kroasia – Persahabatan
- 17/11/2020 Kroasia 2-3 Portugal – UEFA Nations League A
- 5/9/2020 Portugal 4-1 Kroasia – UEFA Nations League A
Lima Pertandingan Terakhir Portugal
- 27/6/2026 Kolombia 0-0 Portugal – Grup K Piala Dunia 2026
- 23/6/2026 Portugal 5-0 Uzbekistan – Grup K Piala Dunia 2026
- 18/6/2026 Portugal 1-1 RD Kongo – Grup K Piala Dunia 2026
- 11/6/2026 Portugal 2-1 Nigeria – Persahabatan
- 7/6/2026 Portugal 2-1 Cili – Persahabatan
Lima Pertandingan Terakhir Kroasia
- 27/6/2026 Kroasia 2-1 Gana – Grup L Piala Dunia 2026
- 23/6/2026 Inggris 0-0 Gana – Grup L Piala Dunia 2026
- 17/6/2026 Gana 1-0 Panama – Grup L Piala Dunia 2026
- 2/6/2026 Wales 1-1 Gana – Persahabatan
- 22/5/2026 Meksiko 2-0 Gana – Persahabatan




















