Timnas Inggris menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan meraih posisi ketiga usai menaklukkan Prancis 6-4 di Miami Stadium, Minggu pagi WIB.
Kemenangan Inggris atas Les Blues berlangsung dramatis. Meski sempat unggul telak empat gol di babak pertama, The Three Lions harus bekerja keras mempertahankan keunggulan saat Prancis bangkit di babak kedua.
Inggris tampil luar biasa sejak awal pertandingan. Dua gol Bukayo Saka, ditambah masing-masing satu gol dari Declan Rice dan Ezri Konsa, membawa skuad asuhan Thomas Tuchel unggul 4-0 hingga turun minum. Di laga ini, Saka mencetak hattrick dengan gol ketiga melalui penalti di menit 87.
Pelipur Lara
Kemenangan tersebut menjadi pelipur lara setelah Inggris gagal melangkah ke final akibat kekalahan menyakitkan 1-2 dari Argentina di babak semifinal.
Adapun Kylian Mbappe membuka ikhtiar Les Bleus melalui gol cepat di awal babak kedua, sebelum Bradley Barcola menambah gol pada menit ke-54. Penyerang Real Madrid itu kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor sehingga membuat pertandingan berlangsung semakin menegangkan.
Meski mendapat tekanan hebat dari Prancis, Inggris tetap mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Jude Bellingham cs memastikan kemenangan 6-4 sekaligus mengamankan status sebagai juara ketiga Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, pertandingan tersebut jadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Prancis.
Mbappe juga mencatatkan rekor individu dengan gol terbarunya yang menjadi gol ke-21 sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia.
Torehan itu menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut. Sementara itu, Lionel Messi yang mengoleksi 20 gol masih memiliki kesempatan menambah catatannya saat tampil pada partai final melawan Spanyol.
Di tengah euforia penampilan impresif timnya, asisten pelatih Inggris Anthony Barry mengaku suasana di ruang ganti masih dipenuhi rasa kecewa karena gagal mewujudkan target menjadi juara dunia.
Pemain Simpan Luka
Dalam wawancara bersama BBC Sport saat jeda pertandingan, Barry mengaku emosional melihat perjuangan para pemain yang tetap tampil maksimal. Pada meski masih menyimpan luka akibat hasil semifinal.
Harus jujur, ada begitu banyak frustrasi,”
kata Barry dikutip dari Talk Sport, Minggu, 19 Juli 2026.
Ia mengaku kesulitan mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjuangan para pemain Inggris.
Saya sedikit emosional, saya tidak bisa menemukan kata-kata untuk mengungkapkan betapa bangganya saya pada para pemain,”
jelas Barry.
Menurut Barry, para pemain tampil dengan semangat tinggi meski masih dibayangi rasa kecewa.
Kami bermain dengan hati yang hancur, 11 pemain dengan hati yang hancur,”
lanjutnya.
Meski demikian, Barry menilai para pemain mampu menunjukkan profesionalisme dan kebanggaan saat mengenakan seragam tim nasional.
Mereka bisa membangun performa seperti itu dengan bermain dengan penuh kebanggaan untuk Inggris. Semangat tim yang telah kami bangun dalam tujuh minggu terakhir,”
ujarnya.
Barry juga bahkan sempat mengingatkan kepada para pemain bahwa pertandingan belum berakhir. Sebab, Prancis masih berpotensi memberikan ancaman.
Masih ada 45 menit lagi. Pertandingan belum selesai. Apa pun bisa terjadi,”
tuturnya.
Ucapan Barry terbukti menjadi kenyataan. Setelah tertinggal 0-4, Prancis tampil jauh lebih agresif pada babak kedua dan memangkas ketertinggalan hanya dalam waktu sekitar 20 menit.

























