Timnas Indonesia kembali gagal menembus semifinal ASEAN Championship 2026—sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF—karena Skuad Garuda bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir Grup A.
Tambahan satu poin membuat Indonesia mengakhiri fase grup di posisi ketiga dengan koleksi tujuh poin. Vietnam dan Singapura menjadi dua tim yang berhak melanjutkan perjalanan ke semifinal.
Kegagalan tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk Indonesia di ASEAN Championship. Untuk kali kedua secara beruntun, Garuda harus tersingkir sebelum mencapai semifinal.
Indonesia juga tidak berhasil melaju ke semifinal pada ASEAN Championship 2024. Ketika itu, Skuad Garuda masih berada di bawah arahan Shin Tae-yong.
Catatan tersebut membuat Indonesia kembali mengulangi salah satu pencapaian terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan dalam turnamen sepak bola terbesar Asia Tenggara.
Sepanjang sejarah Piala AFF, Indonesia hanya dua kali gagal lolos ke semifinal dalam dua edisi secara berturut-turut. Peristiwa serupa terjadi pada edisi 2012 dan 2014.
Beruntun
Kegagalan beruntun pada 2012 dan 2014 terjadi dalam periode kepemimpinan PSSI yang berbeda dengan kondisi sepak bola nasional saat ini. Pada kedua turnamen tersebut, PSSI berada di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin.
Sementara itu, kegagalan Indonesia pada ASEAN Championship 2024 dan 2026 terjadi ketika PSSI dipimpin Erick Thohir. Dia mulai menjabat sebagai Ketua Umum PSSI pada Februari 2023.
Artinya, selama periode kepemimpinan Erick Thohir, Timnas Indonesia belum berhasil menembus semifinal ASEAN Championship.
Indonesia terakhir kali berhasil mencapai semifinal Piala AFF pada edisi 2022. Saat itu, PSSI masih dipimpin Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Skuad Garuda mampu melewati fase grup dan melanjutkan perjalanan ke babak semifinal.
Sementara, penampilan terakhir Indonesia pada partai final terjadi pada edisi 2020, yang juga masih berada di bawah kepemimpinan Iwan Bule.
2012 Sangat Berbeda
Kegagalan Indonesia pada Piala AFF 2012 dan 2014 memiliki latar belakang berbeda. Pada 2012, sepak bola nasional sedang menghadapi persoalan dualisme yang berdampak langsung terhadap persiapan Timnas Indonesia.
Skuad yang ketika itu ditangani Nil Maizar tidak dapat diperkuat sejumlah pemain terbaik. Hasilnya, Indonesia bermain imbang 2-2 melawan Laos, kemudian menang tipis 1-0 atas Singapura, sebelum akhirnya kalah 0-2 dari Malaysia. Hasil tersebut membuat Indonesia gagal mencapai semifinal
Dua tahun kemudian, Indonesia kembali gagal melewati fase grup. Kondisi tersebut terjadi ketika persoalan dualisme sepak bola nasional baru saja berakhir.
Situasi berbeda terlihat pada era kepemimpinan Erick Thohir. Ketika Indonesia gagal melaju ke semifinal pada 2024 dan 2026, kondisi organisasi sepak bola nasional relatif lebih stabil dibanding periode 2012.
Pada ASEAN Championship 2024, Indonesia bahkan memilih mengandalkan pemain U-23. Sedangkan pada edisi 2026, John Herdman membawa komposisi pemain yang lebih berpengalaman dengan mayoritas berasal dari kompetisi domestik atau Super League.
Kegagalan di ASEAN Championship 2026 menjadi pekerjaan rumah bagi PSSI dan tim pelatih Timnas Indonesia.
Ekspektasi terhadap Garuda cukup tinggi karena skuad yang dibawa ke turnamen dinilai memiliki kualitas lebih baik dibanding edisi dua tahun silam.
Namun, hasil akhir menunjukkan Indonesia kembali harus berhenti di fase grup. Dengan demikian, PSSI perlu melakukan evaluasi menyeluruh agar kegagalan dua edisi beruntun ini tidak kembali terulang pada turnamen ASEAN Championship berikutnya.
Deretan Kegagalan Timnas Indonesia di Era Erick Thohir
- Gagal Round 4 Piala Dunia 2026
- Gagal di Piala AFF U-23
- Tidak Lolos Asian Games
- Gagal di SEA Games
- Tidak Lolos di PIala Asia U-23
- Gagal di PIala Dunia U-17
- Gagal di PIala AFF 2026























