Persija Jakarta memasuki fase baru dalam pemusatan latihan (TC) di Thailand. Setelah satu pekan menjalani program intensif di Hua Hin, skuad Macan Kemayoran kini bersiap berpindah ke Bangkok.
Rombongan Persija akan menempuh perjalanan sekitar 200 kilometer dari Hua Hin menuju ibu kota Thailand. Perpindahan lokasi tersebut juga menandai perubahan fokus program latihan yang telah disiapkan pelatih Persija Shin Tae-yong.
Saat pindah ke Bangkok, program latihan fisik dalam training camp ini sudah selesai. Selanjutnya, kami akan berfokus pada penyesuaian kondisi dan latihan tim,”
kata Shin Tae-yong, dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pun, selama berada di Hua Hin, Denis Kolinger dan kawan-kawan dapat program latihan yang cukup berat. Porsi fisik jadi perhatian utama untuk membangun fondasi kebugaran sebelum tim memasuki tahap latihan berikutnya.
Dalam sehari, para pemain jalani dua sesi latihan. Program pagi biasanya berlangsung di gym dengan tujuan meningkatkan kekuatan dan kondisi fisik pemain.
Sementara itu, sesi sore menggabungkan latihan fisik dengan materi taktikal. Pola tersebut dilakukan untuk membangun daya tahan sekaligus mulai memperkenalkan aspek permainan yang diinginkan tim pelatih.
Mulai Kurangi Porsi Fisik
Memasuki pekan kedua, program latihan Persija akan mengalami perubahan. Setelah fondasi fisik dianggap sudah dibangun selama di Hua Hin, fokus latihan di Bangkok akan bergeser ke pematangan permainan.
Aspek taktikal dan koordinasi antarpemain bakal mendapatkan porsi yang lebih besar. Shin Tae-yong ingin memanfaatkan fase ini untuk membuat permainan Persija semakin solid.
Pergeseran fokus tersebut menjadi langkah penting karena Persija mulai mendekati tahap persiapan pertandingan kompetitif.
Selama berada di Bangkok, Persija bakal jalani dua pertandingan persahabatan untuk menguji hasil latihan.
Macan Kemayoran dijadwalkan menghadapi Police Tero pada 19 Agustus 2026. Setelah itu, mereka akan berhadapan dengan Chiangrai United pada 22 Agustus 2026. Kedua pertandingan tersebut memiliki fungsi berbeda dalam program persiapan Persija.
Pada laga pertama, Shin Tae-yong akan menggunakan kesempatan tersebut untuk menguji penerapan strategi sekaligus membangun koneksi antarpemain yang telah ditempa sejak awal TC.
Pertandingan kedua menghadapi Chiangrai United akan jadi kesempatan bagi Shin Tae-yong untuk mulai memperlihatkan komposisi terbaik Persija.
Laga itu jadi bagian dari persiapan menuju kompetisi Super League 2026/2027. Maka itu, tim pelatih bisa menggunakan pertandingan untuk mengevaluasi pemain sekaligus melihat kombinasi yang paling ideal.
Meski demikian, Shin Tae-yong diperkirakan tetap menerapkan rotasi pemain seperti yang dilakukan Persija selama Piala Presiden 2026.
Bagian Evaluasi Pemain
Rotasi tetap jadi salah satu strategi penting dalam dua pertandingan uji coba di Bangkok. Shin Tae-yong ingin beri kesempatan kepada para pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.
Kebijakan tersebut bukan sekadar untuk membagi menit bermain. Setiap pemain akan mendapatkan kesempatan membuktikan sejauh mana mereka mampu menjalankan instruksi dan beradaptasi dengan sistem permainan tim.
Dari hasil dua laga tersebut, tim pelatih dapat melihat perkembangan pemain selama menjalani TC sekaligus menentukan langkah berikutnya dalam mempersiapkan Persija menghadapi musim baru.
Perpindahan dari Hua Hin ke Bangkok menunjukkan bahwa program TC Persija kini memasuki fase berbeda. Jika pekan pertama digunakan untuk membangun kekuatan fisik, pekan kedua akan lebih diarahkan pada taktik, koordinasi, dan pembentukan identitas permainan.
Dengan dua laga uji coba yang sudah menanti, Persija memiliki kesempatan untuk mengukur perkembangan tim sebelum benar-benar memasuki persaingan Super League 2026/2027.
























