Borneo FC bakal menghadapi tantangan besar pada musim 2026/2027. Pesut Etam dipastikan mengikuti empat ajang sekaligus, yakni Super League, League Cup, ASEAN Club Championship (ACC/Shopee Cup), dan AFC Challenge League (ACGL).
Kondisi tersebut tidak lepas dari keberhasilan Borneo FC mengakhiri Super League 2025/2026 sebagai runner-up. Pencapaian itu membuat klub asal Samarinda tersebut berhak tampil di berbagai kompetisi domestik dan Asia pada musim depan.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyadari bahwa empat kompetisi akan menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Meski demikian, Borneo FC telah menentukan skala prioritas.
Dandri mengatakan Borneo FC tetap akan berusaha tampil maksimal di seluruh kompetisi yang diikuti. Namun, kompetisi domestik menjadi perhatian utama karena persaingannya sangat ketat.
Jadi begini, empat kompetisi itu sering menjadi pertanyaan. Kami (Borneo FC) lebih bagus fokus di Liga Indonesia,”
ujar Dandri di peluncuran Super League 2026/2027 di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Selain Super League dan League Cup, Borneo FC juga akan membawa nama Indonesia di kancah Asia melalui ACC/Shopee Cup dan AFC Challenge League 2026/2027.
Bahkan, Borneo FC dipercaya menjadi tuan rumah Grup D AFC Challenge League 2026/2027. Seluruh pertandingan grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada 18–24 Oktober 2026.
Di Grup D, Pesut Etam akan menghadapi One Taguig FC dari Filipina, Tainan City FC asal Taiwan, serta pemenang play-off antara Yangon United dari Myanmar dan Ezra FC dari Laos.
Persaingan Super League
Keputusan Borneo FC menempatkan Super League sebagai prioritas bukan tanpa alasan. Dandri menilai kompetisi kasta tertinggi Indonesia memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Menurutnya, setiap pertandingan harus dihadapi dengan serius karena posisi tim di klasemen dapat berubah apabila kehilangan poin.
Ancaman degradasi juga menjadi salah satu faktor yang membuat Borneo FC tidak ingin mengabaikan kompetisi domestik.
Kenapa? Karena ada degradasinya. Kami sukses di Asia, tapi tidak sukses di lokalnya, ini kacau nih. Ya, karena ada degradasinya. Ini yang menjadi peringatan bagi kami,”
kata Dandri.
Borneo FC tentu ingin mengulangi performa positif musim sebelumnya. Namun, Dandri menyadari perjalanan pada musim 2026/2027 bakal lebih menantang karena tim harus membagi fokus di empat kompetisi.
Mudah-mudahan kalau ada rezekinya sama-sama bareng, ya bismillah. Karena kami pada prinsipnya berusaha lebih baik daripada tahun kemarin,”
terangnya.
Borneo FC akan menghadapi tantangan pertama saat berhadapan dengan Persija Jakarta. Rencananya laga tersebut akan dilangsungkan pada Sabtu, 5 September 2026 di Stadion Segiri, Samarinda.
Dengan empat kompetisi yang menanti, Borneo FC dituntut memiliki kedalaman skuad dan konsistensi performa.
Super League tetap menjadi fokus utama, sementara kompetisi Asia menjadi kesempatan bagi Pesut Etam untuk menunjukkan kualitas di level internasional.




















