Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 23 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / (Part II) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?
Politik

(Part II) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Februari 16, 2026 1:05 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
5 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyapa jajaran Kabinet Merah Putih sebelum membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyapa jajaran Kabinet Merah Putih sebelum membuka Taklimat Awal Tahun saat retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Presiden Prabowo Subianto membuka dan memberikan arahan serta pembahasan diantaranya program makan gizi gratis hingga swasembada pangan kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam Taklimat Awal Tahun tersebut. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar)
SHARE

Aset Emas jadi Beban?

Munculnya gelombang dukungan dari partai-partai koalisi (Golkar, PAN, PKB) agar Prabowo menjabat dua periode, meski pemerintahan baru berjalan di tahun kedua, dinilai bukan sekadar manuver “cari aman”.

Daftar isi Konten
  • Aset Emas jadi Beban?
  • Temporal
  • Pemimpin Segar

Pengamat Politik dari Citra Institute Efriza, berpendapat dukungan dua periode itu termasuk prematur.

Seharusnya pembicaraan soal kekuasaan itu muncul pada tahun keempat, jangan di tahun kedua. Pemerintahan ini sibuk menjaga kekuasaan untuk berlanjut, tapi mereka lupa bahwa visi dan misinya belum jalan, program kerjanya belum jalan,”

ucap Efriza kepada owrite.

Gibran dahulu merupakan “aset emas” saat Jokowi memegang instrumen kekuasaan, kini seolah telah berubah menjadi beban politik bagi Prabowo. Efriza menilai, ada tiga hal yang membuat “seleksi alam” masuk dalam situasi saat ini.

Satu, elite partai tidak suka dengan Jokowi yang merecoki pemerintahan dengan narasi menginginkan dua periode; dua, mereka tahu persepsi Gibran itu negatif (cacat etik dalam proses pemilihannya, ijazahnya kini dipermasalahkan); tiga, Gibran memang dikucilkan oleh pemerintah saat ini.

Indikasi pengucilan ini pun diketahu dari minimnya tugas strategis yang diberikan kepada Gibran.

Karena terlihat sekali Gibran dikucilkan. Pertama, karena tidak tergabung partai politik. Kedua, dia ditawarkan gabung partai tapi menolak. Ketiga, Gibran merasa besar kepala karena sudah hebat di Solo sebagai wali kota. Pertanyaan sederhana, apa yang sudah dilakukan oleh Gibran di tingkat nasional? Itu yang belum dilakukannya,”

urai Efriza.

Nasib selanjutnya, Efriza menduga Partai Gerindra cenderung tidak menginginkan Gibran lagi. Lantaran belajar dari sejarah, bahwa petahana punya kekuatan besar, sehingga mereka tidak mau mengajukan wakil yang berpotensi menjadi ‘matahari kembar’ atau rival di masa depan.

Menurutnya, Gibran harus banyak sowan dan mulai dekat dengan banyak ketua umum partai serta jangan memperlakukan mereka—walaupun sebagai kabinetnya atau pembantu presiden—tapi mereka tidak diposisikan dengan sangat santun.

Kesantunan Gibran itu yang kurang beradab dan pola Jokowi yang mau membesarkan PSI dengan mengambil orang-orang partai politik, itu yang tidak disukai oleh mereka dan diyakini mereka cenderung akan memilih menjaga jarak dengan Gibran,”

sambung Efriza.

Prabowo sangat berhati-hati agar tidak mengulangi sejarah dualisme kepemimpinan seperti era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK). Oleh karena itu, membesarkan Gibran sama halnya dengan membesarkan potensi konflik.

Si Jenderal telah belajar, tidak mau ada lagi “matahari kembar”. Gibran ini kalau dibesarkan, ujar Efriza, nanti ujung-ujungnya malah merepotkan. Prabowo ingin mandiri dan tak direcoki “Geng Solo”, apalagi menjadi boneka dinasti Jokowi.

(Part I) Karpet Merah Mulai Digulung: Prabowo Digadang Dua Periode, Gibran Ditinggal di Tikungan?

Selain isu Gibran, Efriza juga memperingatkan bahaya di balik obsesi dua periode yang muncul terlalu dini. Ia mencontohkan pola periode kedua SBY dan Jokowi yang justru dipenuhi skandal korupsi dan kemunduran demokrasi.

Periode kedua tidak menjamin masyarakat puas. Seringkali watak aslinya keluar dalam periode kedua. SBY terjebak (perkara) Hambalang dan Century, Jokowi terjebak (kasus) revisi UU KPK dan isu tiga periode,”

papar dia.

Jika tren ini berlanjut hingga 2029, Prabowo akan menjadi satu-satunya figur yang memiliki tiket, sehingga mematikan peluang munculnya penantang alternatif. Ini menunjukkan karakter pemerintahan Indonesia yang bisa memproses kemunduran demokrasi.

Kenapa? Karena kalau semua partai politik mendukung Prabowo dua periode, artinya Prabowo bisa menjadi calon presiden tunggal yang diajukan. Lawan politiknya juga akan sulit. Saya rasa ini suatu hal buruk bagi demokrasi,”

tegas dia.

Temporal

Akademisi menilai bahwa dua periode bagi Prabowo tidak menjamin Gibran kembali mendampinginya dalam Pilpres mendatang.

Dosen Ekonomi Politik Universitas Serang Raya Usep Saepul Ahyar berkata, dalam kalkulasi politik Indonesia yang sangat dinamis, paket pasangan calon presiden dan wakil presiden tidak bersifat permanen.

Kalau bicara Prabowo dua periode, tentu secara aturan memungkinkan. Tapi dalam praktik politik Indonesia, itu tidak otomatis berarti pasangannya akan sama,”

kata Usep kepada owrite.

Koalisi di Indonesia itu cair, sangat tergantung pada kepentingan dan hitung-hitungan partai. Artinya partai-partai pendukung pemerintah selalu menghitung ulang keuntungan elektoral menjelang pemilu berikutnya.

Itu pragmatis. Jika Prabowo memutuskan untuk maju kembali, meja perundingan koalisi akan dibuka ulang dari nol, terutama terkait posisi wakil presiden.

Merujuk sikap partai-partai sejauh ini terlihat bahwa Gibran belum tentu dianggap sebagai pilihan final untuk periode kedua. Kalau Prabowo kembali maju, hampir pasti akan ada negosiasi ulang soal siapa yang paling menguntungkan secara elektoral dan bisa menjaga soliditas koalisi,”

jelas Usep.

Tantangan terbesar bagi Gibran ialah membuktikan kapasitas dirinya sendiri tanpa bergantung pada bayang-bayang ayahnya atau simbolisme politik tertentu. Masa depan politik Gibran sangat bergantung pada kinerjanya di sisa masa jabatan.

Itu sangat bergantung pada kinerja Gibran selama menjabat dan apakah ia benar-benar punya daya tarik politik yang kuat di mata partai-partai, bukan sekadar karena faktor kedekatan atau simbol tertentu,”

ujar Usep.

Pemimpin Segar

Suara kritis muncul dari elemen sipil. Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan, dengan tegas menyerukan agar Prabowo cukup menjalani satu periode kepemimpinan.

Pandangan ini bukan berdasar sentimen pribadi, melainkan sebuah evaluasi terbuka dan refleksi kritis atas kebutuhan bangsa, regenerasi kepemimpinan, serta kondisi ekonomi rakyat yang semakin berat.

Kritik terhadap presiden adalah tanggung jawab demokratis warga negara. Evaluasi satu periode bukan bentuk permusuhan, melainkan upaya menjaga arah negara tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang membuka ruang kritik, bukan menutupnya,”

kata Adi kepada owrite.

Pada akhirnya, seruan “Prabowo cukup satu periode” adalah panggilan moral agar bangsa ini terus bergerak maju dengan kepemimpinan yang segar, responsif, dan benar-benar hadir menjawab kebutuhan rakyat.

Negara tidak boleh berjalan di tempat, sementara rakyat terus berjuang menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat. Regenerasi kepemimpinan dan keberpihakan nyata pada kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam menentukan masa depan Indonesia,”

tegas Adi.

Ada tiga pertimbangan Baranusa agar Prabowo tak perlu melanjutkan kedudukannya sebagai orang nomor wahid di Zamrud Khatulistiwa:

Satu, faktor usia menjadi pertimbangan penting dalam memimpin negara yang menghadapi tantangan kompleks dan cepat berubah. Indonesia membutuhkan pemimpin dengan stamina, energi, dan daya jelajah tinggi untuk menghadapi dinamika global serta problem domestik yang tidak ringan. Kepemimpinan nasional harus mampu bergerak cepat, responsif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Ini sesuatu yang menurut Adi perlu dipikirkan secara realistis demi keberlanjutan bangsa.

Dua, Indonesia tidak kekurangan kader muda yang mumpuni. Banyak generasi muda memiliki kapasitas, integritas, serta visi baru yang relevan dengan tantangan masa depan. Regenerasi kepemimpinan adalah keniscayaan dalam demokrasi.

Memberi ruang bagi pemimpin baru bukan berarti menafikan jasa pemimpin lama, melainkan memastikan estafet kepemimpinan berjalan sehat dan berkelanjutan,”

ujar Adi.

Tiga, kondisi ekonomi rakyat yang dinilai semakin sulit sejak pemerintahan saat ini berjalan. Beban hidup masyarakat dirasakan makin berat, sementara kebijakan pemerintah dianggap lebih menonjolkan program-program yang belum menjadi prioritas utama kebutuhan rakyat. Fokus utama negara seharusnya diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, penguatan layanan kesehatan, serta akses pendidikan yang terjangkau dan merata. Itu adalah tiga sektor penentu kualitas hidup rakyat.

Tag:Bahlil Lahadaliagerindragibran rakabuming rakaJoko WidodoJokowiMuhaimin IskandarPANpartai amanat nasional
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Mundur dari Kepala BGN, Posisi Nanik di Pertamina Masih Aman Jabat Komisaris
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang.
1
Nanik S Deyang Resmi Mundur dari Kepala BGN
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
2
Usai Mundur, Nanik Klaim Prabowo Bakal Siapkan Kursi Ketua Dewan Pengawas BGN
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
3
Eks Kepala BGN Nanik S Deyang Tangkis Tuduhan MBG Alat Politik 2029: Anak SD Belum Bisa Nyoblos!
By Rahmat Baihaqi
Siswa menunjukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 002 Balikpapan Tengah, Kalimantan Timur, Senin (20/7/2026).
4
Tegas! Komisi IX DPR Minta Pengganti Kepala BGN Harus Profesional, Jangan Titipan Politik
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
Politik

Dear DPR dan Prabowo: Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan

Pegiat pemilu sekaligus dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia (UI) Titi Anggraini…

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
By
Hardani Triyoga
Amin Suciady
4 jam lalu
Kepala BGN Sudaryono usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden).
Politik

Usai Dilantik Prabowo, Sudaryono Janji Bikin BGN Transparan: Semua Harus Terang Benderang

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Kepala BGN Sudaryono usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Politik

Gerindra Dorong Kepala BGN Baru Bergerak Lebih Progresif, Tata Kelola MBG Jadi Sorotan

Partai Gerindra berharap pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) jadi momentum…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Teenage Ali KSP, Ulta Levenia Nababan.
Politik

Ulta Levenia Tak Patut Hina Jas Almamater UI, Jawab Kritik Harus dengan Data

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, perwakilan pemerintah harus menjawab…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up