Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 2 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • prabowo
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Kasus Fadia Arafiq Buka Borok Politik, Bukti Rapuhnya Kaderisasi Parpol di Indonesia
Politik

Kasus Fadia Arafiq Buka Borok Politik, Bukti Rapuhnya Kaderisasi Parpol di Indonesia

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
Last updated: Maret 10, 2026 4:34 pm
Rahmat
Dusep
Share
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Merah Putih, Jakarta.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Merah Putih, Jakarta. (Sumber: Antara foto/Muhammad Adimaja/bar)
SHARE

Fadia Arafiq sebelumnya menyatakan bahwa dirinya berlatar belakang sebagai musisi dangdut, bukan seorang birokrat sehingga tidak memahami hukum dan tata kelola pemerintahan daerah.

Daftar isi Konten
  • Proses Kaderisasi Partai Terhadap Publik Figur Cuma Menggugurkan Administrasi
  • Kehidupan Hedonisme Publik Figur
  • Fenomena ‘Partai Artis Nasional’

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK dalam konferensi pers penetapan tersangka korupsi Bupati Pekalongan .

Pengakuan Fadia menjadi tamparan keras bagi seorang publik figur yang banting setir menjadi kepala daerah hingga anggota parlemen tanpa mengetahui sistem hukum dan tata kelola pemerintahan.

Pelantun lagu itu alih profesi menjadi birokrat dengan jabatan Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016. Kemudian ia menjabat Bupati Pekalongan selama dua periode berkat disokong partai .

Dalam kurun waktu tersebut, mantan pedangdut Fadia malah lebih sering mengurus acara-acara yang bersifat seremonial. Sementara anak buahnya mengerjakan pekerjaan yang bersifat teknis.

Dari kasus korupsi Fadia, hal ini membuka celah kritik terhadap partai yang merekrut kader berlatar belakang publik figur lalu didorong menjadi anggota dewan hingga kepala daerah.

Proses Kaderisasi Partai Terhadap Publik Figur Cuma Menggugurkan Administrasi

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai tujuan utama partai merekrut publik figur yaitu ingin mendulang suara karena popularitasnya. Dengan bergabungnya seorang publik figur ke partai, otomatis bisa mendongkrak suara dengan mudah.

Namun hal yang paling disorot yakni pada proses kaderisasi partai itu sendiri.

Efriza bilang tujuan kaderisasi adalah memberikan pendidikan kepada kader yang menjadi anggota dewan atau kepala daerah mengenai peraturan, hukum, termasuk pemerintahan.

Inilah kondisi miris di dalam perekrutan anggota partai politik, karena anggota partai politik direkrut diajukan sebagai pejabat, namun mereka (publik figur) tidak punya kapasitas yang memadai dan tidak punya moral yang baik,”

ujar Efriza saat dihubungi owrite, Selasa, 10 Maret 2026.

Menurut Efriza, proses kaderisasi oleh partai cuma bak menggugurkan administrasi. Partai merekrut orang, membuat KTA lalu didorong menjadi pejabat.

Padahal, ada banyak tahapan seseorang masuk menjadi kader partai. Calon kader harus memahami ideologi, visi misi partainya masing-masing, memahami kerja pemerintahan, sampai akhirnya kader itu punya pemahaman yang mumpuni ketika dicalonkan dan terpilih menjadi pejabat penyelenggara negara.

Kehidupan Hedonisme Publik Figur

Beda halnya lagi bagi seorang publik figur yang telah terpilih menjadi kepala daerah atau anggota parlemen.

Kata Efriza, kehidupan publik figur tidak terlepas dari gaya hidup serba glamor. Keberadaan mereka yang saat ini menjabat sebagai kepala daerah justru mencoreng tujuan utama menjadi seorang penyelenggara negara.

Mereka sudah hidup dengan glamor dan ketika mereka memilih menjadi pejabat negara atau anggota dewan, mereka itu malah lebih terobsesi untuk memperkuat dirinya, memperkaya dirinya,”

beber Efriza.

Akhirnya yang terjadi adalah bagaimana mereka ketika berada di sana, bukan panggilan jiwa, bukannya pengabdian, bukan kesejahteraan yang ingin diberikan kepada masyarakat, tapi bagaimana dia tetap bisa dengan gaya hidup hedonnya,”

sambung dia.

Fenomena ‘Partai Artis Nasional’

Perekrutan anggota dari publik figur yang serampangan tanpa adanya kaderisasi yang serius menjadi kesalahan fatal bagi sebuah partai. Mereka didorong terjun ke dunia politik tanpa dibekali pengetahuan yang mendasar.

Kalaupun artis atau musisi terkenal yang ingin terjun ke dunia politik, setidaknya mereka harus dikaderisasi selama satu hingga dua periode. Setelah itu, mereka dipersiapkan untuk benar-benar terjun ke dunia politik.

Nah, ini yang tidak pernah masuk di dalam pemberian pengkaderan atau pemberian ilmu bagaimana mendidik para publik figur itu. Yang ada adalah kita lihat ‘partai artis nasional’ misalnya, yang bagaimana partai dengan merekrut artis sebanyak-banyaknya untuk terpilih,”

kata Efriza.

Proses kaderisasi lagi-lagi menjadi hal penting untuk dilakukan oleh masing-masing partai agar tidak ada lagi Fadia kesekian kalinya berurusan dengan hukum tanpa tahu tata kelola pemerintahan.

Tag:Bupati PekalonganFadia ArafiqKorupsiKPKparpolpartai politik
Share This Article
Email Salin Tautan Print
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput isu nasional dengan berfokus pada bidang politik hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Kapten Persib Bandung, Marc Klok jalani latihan bersama Persib Bandung
Olahraga

Marc Klok Dituding Lakukan Rasisme, Bhayangkara FC Resmi Lapor PSSI

Bhayangkara FC akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait video viral yang memperlihatkan ketegangan antar pemain di media sosial. Melalui akun Instagram resminya, klub merespons insiden yang melibatkan kapten mereka, Wahyu Subo…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengundang delegasi Israel dan Palestina naik ke atas panggung
Olahraga

Viral! Presiden FIFA Dapat Penolakan Saat Minta Palestina dan Israel Bersalaman

Kongres ke-76 FIFA yang digelar di Vancouver pada Kamis 30 April 2026 menghadirkan momen tak terduga yang menjadi sorotan publik. Acara yang dihadiri oleh 211 negara anggota tersebut awalnya berlangsung…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read
Penyerang Persija Jakarta, Gustavo Almeida
Olahraga

Peluang Juara Masih Ada, Striker Persija Pilih Realistis

Striker Persija Jakarta memilih bersikap realistis terkait peluang timnya meraih gelar Super League 2025/2026. Dengan hanya menyisakan empat pertandingan, pemain lini depan Macan Kemayoran itu mengaku kini lebih fokus menjalani…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza
Politik

Parpol Tolak Usulan KPK, Pengamat: Tanda Masih Haus Kekuasaan!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini mengusulkan agar ketua partai politik…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 hari lalu
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad
Politik

Usulan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Pengamat: Atasi Korupsi dan Kaderisasi Mandek

Merujuk kajian Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga itu mengusulkan masa…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
5 hari lalu
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan konfrensi pers
Politik

Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa proses pembahasan RUU Pemilu tetap…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 minggu lalu
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Politik

Cerita Lama Terungkap, JK Sebut Megawati Sosok Paling Demokratis di Indonesia

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, memberikan apresiasi kepada Megawati…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
2 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up