Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • MBG
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Usulan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Pengamat: Atasi Korupsi dan Kaderisasi Mandek
Politik

Usulan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Pengamat: Atasi Korupsi dan Kaderisasi Mandek

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
Last updated: April 27, 2026 6:17 pm
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
Share
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Instagram Sufmi Dasco)
SHARE

Merujuk kajian Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga itu mengusulkan masa jabatan ketua umum partai politik dibatasi maksimal dua periode kepengurusan.

Daftar isi Konten
  • Kuat Personalisasi
  • Kaderisasi Mandek, Rekrutmen Pragmatis

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai usulan tersebut masih berada di jalur yang tepat.

“Fokus utamanya adalah menyusutkan praktik korupsi dan memperbaiki sistem agar korupsi dapat berkurang, salah satunya melalui pembenahan institusi kepartaian,”

kata Efriza kepada Owrite.id, Senin, 27 April 2026.

Pembatasan masa jabatan dapat menjadi salah satu solusi mengurangi praktik korupsi di partai politik. Selain itu, langkah ini juga dinilai mampu memperbaiki sistem internal partai. Namun, ia mengakui usulan tersebut tetap berpotensi menimbulkan perdebatan, terutama terkait kaderisasi dan peluang dalam pencalonan presiden dari partai.

Kuat Personalisasi

Efriza berpendapat salah satu masalah utama partai politik di Indonesia ialah personalisasi kekuasaan yang terlalu kuat.

“Artinya, partai politik menjadi seperti milik pribadi seperti perusahaan. Kepemimpinan terus berulang pada figur yang sama. Contohnya, Surya Paloh di NasDem, Partai Demokrat dengan keluarga SBY, PDIP dengan Megawati, Gerindra dengan Prabowo, hingga Perindo yang juga berbasis keluarga,”

ujar Efriza.

“Bahkan jika ditarik lebih jauh, banyak partai di parlemen menunjukkan pola serupa: jika bukan orang itu lagi, maka keluarganya yang melanjutkan,”

tambah dia.

Kondisi tersebut sebagai “penyakit organisasi” yang sudah lama terjadi. Ketua umum partai kerap merangkap sebagai calon presiden, sehingga membuat sistem organisasi bergantung pada satu figur.

Agenda internal seperti rapat kerja nasional dan musyawarah pun dinilai tidak berjalan secara konsisten. Bahkan, proses pemilihan ketua umum sering kali dilakukan secara aklamasi dan minim demokrasi.

Kaderisasi Mandek, Rekrutmen Pragmatis

Selain itu, terdapat kaderisasi yang lemah dalam partai politik. Proses rekrutmen kandidat cenderung lebih mengutamakan popularitas dibanding kualitas.

“Akibatnya, kaderisasi menjadi tersendat. Perekrutan kandidat cenderung pragmatis, misalnya dengan mengutamakan figur populer seperti selebritas atau pemengaruh, bukan kader yang dibina secara sistematis. Ini menghilangkan prinsip keadilan dalam pencalonan, karena tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama,”

terang Efriza.

Mekanisme seperti Pergantian Antar Waktu (PAW) dapat menggeser suara rakyat. Hal ini menunjukkan representasi publik belum sepenuhnya terjaga. Efriza menegaskan akar persoalan sebenarnya bukan pada masyarakat, melainkan tingginya biaya politik di tingkat partai. Kondisi ini membuka peluang bagi praktik politik uang.

“Kesimpulannya, personalisasi politik dalam partai berdampak buruk terhadap kaderisasi, memperbesar potensi korupsi, dan melemahkan representasi rakyat. Bahkan dalam jangka panjang, hal ini membuat suara rakyat tidak benar-benar terwakili, karena keputusan lebih ditentukan oleh kepentingan elite partai,”

ucap dia.

Ditambah lagi dengan sistem fraksi di parlemen, anggota dewan tidak sepenuhnya independen. Mereka cenderung mengikuti garis kepentingan partai atau ketua umum, yang belum tentu sejalan dengan aspirasi rakyat atau bahkan ideologi partai itu sendiri. Problem ini berlangsung lama dan bersifat kronis. Salah satu akar utamanya yakni kenihilan regenerasi yang sehat dalam tubuh partai politik.

Tag:Citra InstituteDua PeriodeKaderisasiKorupsiKPKparpolpolitik dinasti
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Kereta Api
Nasional

RI Makin Dekat Stop Impor BBM? B50 Siap Diterapkan Nasional Setelah Uji Kereta

Indonesia terus melakukan percepatan implementasi biodiesel B50, yakni campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar pada sektor perkeretaapian. Program ini, menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya…

By
Iren Natania
Amin Suciady
3 Min Read
Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. (Sumber: Youtube/Setpres)
Nasional

Baru Dilantik, Jumhur Hidayat Didesak Evaluasi Total Izin dan Perkuat Penegakan Hukum

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) meminta adanya perubahan kebijakan saat Mohammad Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan (KLH/BPLH).  Direktur Eksekutif Nasional WALHI, Boy Even Sembiring mengatakan, selama…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
4 Min Read
Presiden Prabowo Subianto melantik enam anggota kabinet baru di Istana Negara, Jakarta. (Sumber: Youtube/Setpres)
Ekonomi Bisnis

Kabinet Prabowo Makin Gemuk, Ekonom Sebut Reshuffle Justru Tambah Beban APBN

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menyoroti, penambahan struktur jabatan pemerintah di tengah efisiensi anggaran. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan, akan kembali menanggung…

By
Anisa Aulia
Dusep
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan konfrensi pers
Politik

Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa proses pembahasan RUU Pemilu tetap…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
5 hari lalu
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Politik

Cerita Lama Terungkap, JK Sebut Megawati Sosok Paling Demokratis di Indonesia

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, memberikan apresiasi kepada Megawati…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
1 minggu lalu
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). (Sumber: Antara Foto/Rakha Raditya Yahya/hma/bar)
Politik

Untuk Para Termul, JK Bongkar Perannya di Balik Jokowi: Jadi Presiden Karena Saya!

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, meluapkan kekesalannya atas tuduhan…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
1 minggu lalu
Gambar ilustrasi Rancangan Undang Undang Pekerja Rumah Tangga (RUU PRT)
Politik

(Part II) 22 Tahun Menagih ‘Selimut’ Surpres RUU PPRT di Tengah Badai Salju Kenihilan Hukum

Ingkar Sumpah dan Janji Konstitusi Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI Zainal…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
1 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up