Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 19 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Parpol Tolak Usulan KPK, Pengamat: Tanda Masih Haus Kekuasaan!
Politik

Parpol Tolak Usulan KPK, Pengamat: Tanda Masih Haus Kekuasaan!

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: April 29, 2026 4:39 pm
Hadi Febriansyah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini mengusulkan agar ketua partai politik (parpol) dibatasi maksimal dua periode. Usulan ini merujuk pada kajian Direktorat Monitoring KPK.

Daftar isi Konten
  • Partai Hanya Aktif Saat Pemilu
  • Inkonsistensi dan Lemahnya Kepemimpinan
  • Dampak: Stagnasi dan “Kutu Loncat”

Namun, sejumlah parpol menyatakan tidak setuju dengan usulan tersebut. Sikap penolakan ini kemudian memunculkan anggapan bahwa partai politik masih berorientasi pada kekuasaan.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai penolakan tersebut menunjukkan bahwa banyak partai masih mementingkan kekuasaan.

Jika partai politik dianggap hanya bersifat pragmatis demi mementingkan kekuasaan, maka mereka gagal menghadirkan kekuasaan dalam bentuk yang dekat dengan masyarakat,”

kata Efriza kepada owrite.id.

Menurut Efriza, partai politik seharusnya memiliki identitas yang jelas dan terhubung dengan masyarakat.

Namun, kondisi di Indonesia menunjukkan identitas kepartaian masih lemah dan dukungan riilnya kerap tidak besar.

Hal ini berkaitan dengan ketidakjelasan program dan ideologi partai. Seharusnya, ideologi diterjemahkan menjadi visi, misi, dan program kerja yang konkret, tetapi banyak partai belum mampu menunjukkan hal tersebut.

Partai Hanya Aktif Saat Pemilu

Efriza juga menyoroti praktik kampanye politik yang cenderung pragmatis. Idealnya, partai hadir secara konsisten di tengah masyarakat, bukan hanya menjelang pemilu.

Namun, kenyataannya partai sering kali hanya aktif setiap lima tahun sekali, lalu menghilang setelah pemilu selesai.

Dampaknya, partai politik menjadi sangat pragmatis. Jika dianalogikan dalam istilah kesehatan, partai politik kita mengalami “patologi” atau penyakit, bahkan cenderung “skizofrenik” karena kehilangan identitas. Masyarakat menjadi sulit memahami posisi dan sikap suatu partai,”

ujar Efriza.

Efriza membandingkan kondisi ini dengan sistem politik di Amerika Serikat, di mana identitas partai lebih jelas.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, misalnya, Partai Demokrat dikenal dengan sikap tertentu, sementara Partai Republik memiliki posisi yang juga jelas. Di Indonesia, batas-batas seperti ini sering kali tidak terlihat. Bahkan kelompok “wong cilik” bisa saja terlibat dalam kebijakan yang tidak mencerminkan kepentingan mereka,”

tambahnya.

Inkonsistensi dan Lemahnya Kepemimpinan

Efriza juga mencontohkan inkonsistensi partai seperti PDI Perjuangan yang dinilai tidak konsisten dalam sikap politiknya.

Kondisi ini tidak lepas dari peran kepemimpinan partai. Ketua umum yang terlalu lama menjabat dinilai tidak lagi mampu menerjemahkan ideologi partai secara relevan.

Akibatnya, partai lebih fokus pada perebutan kekuasaan dibandingkan perumusan kebijakan publik.

Seharusnya, partai politik menjadi aktor utama dalam membahas dan menentukan arah kebijakan pemerintah. Namun, di Indonesia justru suara kritis sering datang dari pengamat. Ironisnya, ketika pengamat bersuara, mereka justru kerap dibungkam,”

kata Efriza.

Dampak: Stagnasi dan “Kutu Loncat”

Dalam kondisi tersebut, peran organisasi masyarakat sipil dan kelompok kepentingan menjadi semakin besar karena partai politik dianggap melemah.

Efriza juga menyoroti munculnya fenomena “kutu loncat”, yakni politisi yang berpindah-pindah partai tanpa dasar ideologi yang jelas.

Dampak lainnya adalah stagnasi kepemimpinan ketua umum yang itu-itu saja serta munculnya fenomena “kutu loncat”, yaitu politisi yang berpindah-pindah partai tanpa dasar ideologis yang jelas. Inilah gambaran buruk kondisi partai politik kita saat ini,”

pungkasnya.
Tag:Citra InstituteEfrizaKPKparpolpemilu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Alphard Tersangka Asep Yusuf Disita, Kejagung Buru Jejak Uang Haram Korupsi MBG
By Rahmat Baihaqi
Mobil mewah jenis Toyota Alphard yang disita Kejaksaan Agung.
1
Roy Suryo Ditangkap, Tim Advokasi: Hukum Sudah Melayani Kepentingan Politik Jokowi
By Hardani Triyoga
Pakar telematika Roy Suryo (tengah) bersama ahli Forensik Digital Rismon Sianipar (kiri)
2
Terkuak! Begini Aliran Uang Panas ke Dadan Hindayana dari Bisnis Titik Dapur MBG
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi.
3
Kongkalikong Dadan Hindayana-Glory Sihombing: Jual Titik SPPG, Rp100 Juta per Dapur
By Rahmat Baihaqi
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) Glory Harimas Sihombing (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
4
Polemik Ijazah Palsu Jokowi: Ini Kronologi Penangkapan Kilat Roy Suryo dan dr Tifa
By Rahmat Baihaqi
Dokter Tifa dalam program 'Say It'.
5

BERITA LAINNYA

Ketua DPP PDI Perjuangan, Said Abdullah (Sumber: Instagram Said Abdullah)
Politik

PDIP Tegaskan Bukan Oposisi, Siap Dukung Prabowo hingga 2029 Jika Pro Rakyat

PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan posisinya bukan sebagai oposisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Misteri BEM Bersatu, Satu per Satu Kampus Justru Ramai-Ramai Klarifikasi

Nama aliansi BEM Bersatu mendadak viral setelah menggelar konferensi pers di Jakarta…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Muncul ‘Mahasiswa Tandingan’, Pengamat Curiga Pola Lama Hadapi Gelombang Kritik

Polemik seputar gerakan mahasiswa yang mengkritik pemerintah terus berkembang. Setelah muncul kelompok…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
21 jam lalu
Kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan BEM Bersatu.
Politik

Di Balik Fenomena BEM Bersatu, Pengamat Soroti Demokrasi Semu Era Prabowo

Munculnya kelompok mahasiswa yang secara terang-terangan mendukung pemerintah, seperti BEM Bersatu dinilai…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up