Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • MBG
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Parpol Tolak Usulan KPK, Pengamat: Tanda Masih Haus Kekuasaan!
Politik

Parpol Tolak Usulan KPK, Pengamat: Tanda Masih Haus Kekuasaan!

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: April 29, 2026 4:39 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza
Pengamat Politik Citra Institute, Efriza. (Foto: owrite)
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini mengusulkan agar ketua partai politik (parpol) dibatasi maksimal dua periode. Usulan ini merujuk pada kajian Direktorat Monitoring KPK.

Daftar isi Konten
  • Partai Hanya Aktif Saat Pemilu
  • Inkonsistensi dan Lemahnya Kepemimpinan
  • Dampak: Stagnasi dan “Kutu Loncat”

Namun, sejumlah parpol menyatakan tidak setuju dengan usulan tersebut. Sikap penolakan ini kemudian memunculkan anggapan bahwa partai politik masih berorientasi pada kekuasaan.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai penolakan tersebut menunjukkan bahwa banyak partai masih mementingkan kekuasaan.

Jika partai politik dianggap hanya bersifat pragmatis demi mementingkan kekuasaan, maka mereka gagal menghadirkan kekuasaan dalam bentuk yang dekat dengan masyarakat,”

kata Efriza kepada owrite.id.

Menurut Efriza, partai politik seharusnya memiliki identitas yang jelas dan terhubung dengan masyarakat.

Namun, kondisi di Indonesia menunjukkan identitas kepartaian masih lemah dan dukungan riilnya kerap tidak besar.

Hal ini berkaitan dengan ketidakjelasan program dan ideologi partai. Seharusnya, ideologi diterjemahkan menjadi visi, misi, dan program kerja yang konkret, tetapi banyak partai belum mampu menunjukkan hal tersebut.

Partai Hanya Aktif Saat Pemilu

Efriza juga menyoroti praktik kampanye politik yang cenderung pragmatis. Idealnya, partai hadir secara konsisten di tengah masyarakat, bukan hanya menjelang pemilu.

Namun, kenyataannya partai sering kali hanya aktif setiap lima tahun sekali, lalu menghilang setelah pemilu selesai.

Dampaknya, partai politik menjadi sangat pragmatis. Jika dianalogikan dalam istilah kesehatan, partai politik kita mengalami “patologi” atau penyakit, bahkan cenderung “skizofrenik” karena kehilangan identitas. Masyarakat menjadi sulit memahami posisi dan sikap suatu partai,”

ujar Efriza.

Efriza membandingkan kondisi ini dengan sistem politik di Amerika Serikat, di mana identitas partai lebih jelas.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, misalnya, Partai Demokrat dikenal dengan sikap tertentu, sementara Partai Republik memiliki posisi yang juga jelas. Di Indonesia, batas-batas seperti ini sering kali tidak terlihat. Bahkan kelompok “wong cilik” bisa saja terlibat dalam kebijakan yang tidak mencerminkan kepentingan mereka,”

tambahnya.

Inkonsistensi dan Lemahnya Kepemimpinan

Efriza juga mencontohkan inkonsistensi partai seperti PDI Perjuangan yang dinilai tidak konsisten dalam sikap politiknya.

Kondisi ini tidak lepas dari peran kepemimpinan partai. Ketua umum yang terlalu lama menjabat dinilai tidak lagi mampu menerjemahkan ideologi partai secara relevan.

Akibatnya, partai lebih fokus pada perebutan kekuasaan dibandingkan perumusan kebijakan publik.

Seharusnya, partai politik menjadi aktor utama dalam membahas dan menentukan arah kebijakan pemerintah. Namun, di Indonesia justru suara kritis sering datang dari pengamat. Ironisnya, ketika pengamat bersuara, mereka justru kerap dibungkam,”

kata Efriza.

Dampak: Stagnasi dan “Kutu Loncat”

Dalam kondisi tersebut, peran organisasi masyarakat sipil dan kelompok kepentingan menjadi semakin besar karena partai politik dianggap melemah.

Efriza juga menyoroti munculnya fenomena “kutu loncat”, yakni politisi yang berpindah-pindah partai tanpa dasar ideologi yang jelas.

Dampak lainnya adalah stagnasi kepemimpinan ketua umum yang itu-itu saja serta munculnya fenomena “kutu loncat”, yaitu politisi yang berpindah-pindah partai tanpa dasar ideologis yang jelas. Inilah gambaran buruk kondisi partai politik kita saat ini,”

pungkasnya.
Tag:Citra InstituteEfrizaKPKparpolpemilu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi hujan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Kamis 30 April 2026, Jakarta Berpotensi Hujan Merata

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Kamis, 30 April 2026. Dilansir dari laman BMKG, wilayah DKI Jakarta dilanda hujan di…

By
Syifa Fauziah
Ivan
1 Min Read
Mie ayam ibu Sri Gondangdia
Hype

5 Rekomendasi Jajanan Viral di Stasiun Gondangdia

Kawasan Gondangdia menjadi salah satu titik favorit para pencinta kuliner. Berlokasi strategis di wilayah Menteng dan berdekatan dengan Stasiun Gondangdia, area ini selalu dipadati pekerja kantoran, mahasiswa, hingga wisatawan yang…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
3 Min Read
Menkes Mnekes Budi Gunadi Sadikin
Kesehatan

Sihir Pemanis Buatan di Balik Tren Low Sugar, Menkes: Manisnya Bisa Menjebak

Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat sudah mulai sadar terhadap gaya hidup sehat, salah satunya tercermin dari tren konsumsi rendah gula atau low sugar. Pola makan ini semakin populer seiring meningkatnya…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad
Politik

Usulan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode, Pengamat: Atasi Korupsi dan Kaderisasi Mandek

Merujuk kajian Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga itu mengusulkan masa…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
3 hari lalu
Ketua DPR RI Puan Maharani saat melakukan konfrensi pers
Politik

Di Tengah Dinamika Politik, RUU Pemilu 2029 Terus Digodok

Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan bahwa proses pembahasan RUU Pemilu tetap…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 minggu lalu
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
Politik

Cerita Lama Terungkap, JK Sebut Megawati Sosok Paling Demokratis di Indonesia

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, memberikan apresiasi kepada Megawati…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
2 minggu lalu
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). (Sumber: Antara Foto/Rakha Raditya Yahya/hma/bar)
Politik

Untuk Para Termul, JK Bongkar Perannya di Balik Jokowi: Jadi Presiden Karena Saya!

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, meluapkan kekesalannya atas tuduhan…

hadi-febriansyah-owritedusep-malik
By
Hadi Febriansyah
Dusep
2 minggu lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up