Polemik usulan optimalisasi penerimaan pajak yang disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun memicu reaksi keras. Omongan politikus Partai Golkar itu menyinggung soal utang RI naik sehingga perlu mengoptimalkan penerimaan pajak.
Narasi muncul seolah-olah DPR secara lembaga yang bicara, bukan Misbakhun. Hal itu yang jadi sorotan keras dari Deddy Sitorus.
Menurut dia, pernyataan Misbakhun tidak bisa serta-merta dianggap sebagai sikap resmi DPR RI.

Deddy mengatakan, publik perlu membedakan antara pendapat pribadi seorang anggota dewan dengan keputusan atau sikap kelembagaan DPR. Ia menilai seperti ada upaya menggiring opini seolah-olah usulan itu merupakan suara resmi parlemen DPR.
Pun, ia heran karena Ketua DPR juga ikut terserang karena omongan Misbakhun.
Yang ngomong naikkan atau optimalkan pajak itu Ketua Komisi XI dari Partai Golkar, tapi serangan dialihkan ke Ketua dan lembaga DPR RI,”
kata Deddy Sitorus dikutip dari akun Facebook pribadinya pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dikatakan Deddy, publik mesti paham bahwa Misbakhun bicara sebagai anggota DPR dan kader Partai Golkar. Bukan mewakili institusi parlemen.
Dasar keturunan iblis, Misbakhun bicara secara pribadi sbg Anggota DPR dan bukan sebagai juru bicara DPR RI. Paham???”.
tuturnya.
Deddy mempertanyakan pihak yang diduga sengaja membangun narasi seolah-olah pernyataan itu merupakan sikap resmi DPR. Dia menuding ada buzzer yang bekerja menyudutkan DPR secara kelembagaan.
“Ini kerjaan buzzer siapa?” ujarnya.



