Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang mempertanyakan fungsi lembaga DPR dan DPD jika rakyat belum sejahtera menuai kritik. Omongan Prabowo selaku kepala negara justru memunculkan tanda tanya.
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Prabowo.
Islah mempersoalkan pidato Prabowo karena mestinya tanggung jawab utama menghadirkan kesejahteraan rakyat berada di tangan pemerintah sebagai pemegang kekuasaan eksekutif. Bukan semata-mata jadi tanggung jawab lembaga legislatif.
Untuk apa kita punya Presiden, kalau rakyat kita tidak sejahtera!”
kata Islah yang dikutip dari media sosial X pribadinya, Jumat, 26 Juni 2026.
Islah menilai omongan Prabowo yang mempertanyakan fungsi DPR dan DPD berpotensi dipersepsikan sebagai upaya mengalihkan tanggung jawab atas persoalan kesejahteraan masyarakat.
Ia bilang dalam sistem pemerintahan, Presiden memegang mandat utama untuk menjalankan pemerintahan dan merealisasikan janji-janji politik kepada rakyat.
Untuk apa kita punya Presiden, kalau kerjaannya hanya omon-omon saja!,”
tanya Islah.
Lebih lanjut, Islah juga menyoroti gaya komunikasi Presiden yang kerap diwarnai dengan pernyataan yang terkesan menyalahkan pihak lain. Hal itu termasuk menyalahkan rakyatnya ketika menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Ia mengatakan pemimpin seharusnya fokus menghadirkan solusi. Bukan membangun narasi yang memindahkan beban tanggung jawab kepada pihak lain.
Untuk apa kita punya Presiden, kalau setiap pidato hanya menyalahkan rakyatnya!,”
jelasnya.
Pernyataan Islah karena merspons atas pidato Presiden Prabowo yang sebelumnya mempertanyakan fungsi DPR dan DPD apabila kesejahteraan rakyat belum juga terwujud.
Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan seluruh institusi negara harus bermuara pada satu tujuan utama, yakni menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat. Dia bilang keberadaan lembaga negara tak punya makna bila rakyat belum bisa menikmati kehidupan yang layak.
Prabowo mengatakan demikian saat menghadiri puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII 2026 di Kabupaten Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026.
Dalam pidatonya, dia mengatakan kemerdekaan Indonesia bukanlah tujuan akhir perjuangan bangsa. Menurutnya, kemerdekaan sebagai alat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat.
Itu tujuan kita merdeka! Kita bukan merdeka hanya sekadar untuk merdeka. Untuk apa kita punya DPR, untuk apa kita punya DPD, untuk apa kita nyanyi lagu kebangsaan, kalau rakyat kita tidak sejahtera,”
kata Prabowo.
























