Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 28 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Politik / Komnas Perempuan Ngadi-ngadi Sebut Kasus Yuvita Bukan Siksaan, DPR: Harus Nunggu Fatal?
Politik

Komnas Perempuan Ngadi-ngadi Sebut Kasus Yuvita Bukan Siksaan, DPR: Harus Nunggu Fatal?

Rahmat Tunny OWRITE
Last updated: Juni 28, 2026 6:27 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
- Asisten Redaktur
4 menit lalu
Share
Koordinator Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) Lita Anggraini (ketiga kiri) bersama Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari (kiri) dan Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor (kedua kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan
Koordinator Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) Lita Anggraini (ketiga kiri) bersama Direktur Institut Sarinah Eva Kusuma Sundari (kiri) dan Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor (kedua kiri) mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Rapat tersebut digelar untuk memberi masukan terkait Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr)
SHARE

Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi mengkritik pernyataan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang menyebut kasus dugaan penganiayaan berat terhadap YTR (29) di Bandung belum dapat dikategorikan sebagai penyiksaan.

Menurut Habib Aboe Bakar, penilaian tersebut justru mengabaikan semangat perlindungan korban yang telah diatur dalam hukum nasional. 

Berawal dari ‘Match’ Tinder, Berujung Luka: 26 Bulan Taufik Hidayat Sekap dan Siksa Pacar

Tidak perlu jauh-jauh beralasan menggunakan konvensi internasional jika instrumen hukum nasional Indonesia sudah sangat tegas,”

kata Aboe dalam keterangannya, Minggu, 28 Juni 2026.

Politikus PKS itu menegaskan Indonesia telah memiliki landasan hukum yang jelas mengenai larangan penyiksaan melalui Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Buat dia, ketentuan tersebut seharusnya menjadi pijakan utama dalam melihat kasus yang menimpa korban.

Kalau penganiayaan berat yang dialami korban belum dianggap sebagai penyiksaan, lalu kekerasan seperti apa lagi yang menurut Komnas Perempuan baru bisa dikategorikan sebagai penyiksaan? Apakah harus menunggu akibat yang lebih fatal?”

tanya dia.

Lembaga yang dibentuk untuk memperjuangkan hak-hak perempuan seharusnya berdiri paling depan dalam memberikan pembelaan terhadap korban.

Baca juga:
Tuding Demo Mahasiswa Ada Bandar tapi Nihil Proses Hukum: Prabowo… Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang…
Boncos tapi Gaji Jalan Terus, Prabowo Targetkan Sisa 250 BUMN… Presiden Prabowo Subianto menargetkan perampingan massal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga…
Latsarmil Kopdes Cacat Sejak dalam Pikiran: Mereka Urus Koperasi, Bukan… Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) besutan pemerintah memicu duka setelah lima…
  • Tuding Demo Mahasiswa Ada Bandar tapi Nihil Proses Hukum: Prabowo Bikin Rakyat…
  • Boncos tapi Gaji Jalan Terus, Prabowo Targetkan Sisa 250 BUMN Tahun Ini
  • Latsarmil Kopdes Cacat Sejak dalam Pikiran: Mereka Urus Koperasi, Bukan Mau Perang!

Saya mengingatkan, tugas utama Komnas Perempuan sangat jelas, yakni mengembangkan kondisi yang kondusif bagi penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan serta menegakkan hak-hak asasi perempuan di Indonesia,”

ujar Aboe.

Ia meminta Komnas Perempuan kembali menjalankan mandat utama dengan memperkuat upaya pencegahan, perlindungan, dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan, bukan justru menimbulkan tafsir yang dapat melemahkan posisi korban.

Komnas Perempuan seharusnya menjadi garda terdepan yang paling lantang menyuarakan adanya dugaan penyiksaan dan kekerasan kejam, bukan malah terkesan membuat batasan yang melonggarkan ruang bagi pelaku,”  

tegas Aboe.

Publik butuh ketegasan agar penegakan hukum berjalan komprehensif dan hak-hak korban benar-benar dipulihkan,”

tutup dia.

Perkara

Taufik Hidayat (30) menyekap dan menganiaya pacarnya, YTR, secara sadis karena motif cemburu. Korban disiksa menggunakan senjata tajam, besi, dan disundut rokok. Perbuatannya dilakukan selama 26 bulan hingga Juni 2026. Mereka kerap berpindah indekos.

Setelah sempat menjadi buronan dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), pelaku diringkus oleh jajaran Polda Jawa Barat di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, pada 22 Juni 2026.

Taufik ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 466 Ayat (2) KUHP, Pasal 451 KUHP, Pasal 446 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 126 Ayat (2) KUHP, dan Pasal 23 KUHP.

Baca juga:
'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu… Produsen mobil terbesar di Jerman, Volkswagen alias VW, berencana memutus hubungan kerja…
DPD Minta Polisi Tak Berhenti di Penangkapan Pelaku Penyiksaan di… Soroti Kasus Penyiksaan di Bandung, DPD Minta Polisi Terapkan Pasal Berlapis dan…
Komnas HAM Catat 151 Aduan Penyiksaan dalam Dua Tahun, Polisi… Praktik penyiksaan di Indonesia masih jauh dari kata selesai. Komisi Nasional Hak…
  • 'Diserempet' Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu Karyawan
  • DPD Minta Polisi Tak Berhenti di Penangkapan Pelaku Penyiksaan di Bandung, Ada…
  • Komnas HAM Catat 151 Aduan Penyiksaan dalam Dua Tahun, Polisi hingga Penjara…
Tag:Aboe Bakar AlhabsyiBandungDPRHeadlineKomnas PerempuanpenyiksaanTaufik Hidayat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Tak Cuma Cari Keringat, Mahasiswa UI-Trisakti Gelar Aspirasi ‘Indonesia Bangkrut’ di CFD
By Rahmat Tunny
Gabungan mahasiswa menggelar aksi CFD and Solidarity Campaign di kawasan Car Free Day, Minggu, 28 Juni 2026.
1
Contek Inggris, KLH Bakal Bikin Badan Independen Pengendali Iklim Nasional, Biar Bebas Drama Sektoral?
By Adi Briantika
Pemerintah Indonesia bertemu dengan Climate Change Committee di London, Juni 2026.
2
Latsarmil Kopdes Cacat Sejak dalam Pikiran: Mereka Urus Koperasi, Bukan Mau Perang!
By Adi Briantika
Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
3
‘Diserempet’ Mobil China, Volkswagen Cetak Rekor Bakal PHK 100 Ribu Karyawan
By Anisa Aulia
Pabrik Volkswagen.
4
Boncos tapi Gaji Jalan Terus, Prabowo Targetkan Sisa 250 BUMN Tahun Ini
By Anisa Aulia
Presiden Prabowo Subianto pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Minggu, 28 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Seorang peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) berlatih menggunakan kompas saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Politik

Latsarmil Kopdes Telan Korban: Publik Sentil Relevansi Kebijakan dan Budaya Muka Tembok Pejabat

Kematian lima peserta pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) saat…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
6 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.
Politik

Tuding Demo Mahasiswa Ada Bandar tapi Nihil Proses Hukum: Prabowo Bikin Rakyat Saling Curiga

Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
8 jam lalu
Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (22/6/2026). Unjuk rasa mahasiswa tersebut untuk menuntut perbaikan tata kelola perekonomian nasional.
Politik

Presma UI Sentil Prabowo Soal Tudingan Bandar Aksi: Coba Belajar dari Mahasiswa, Biar Gak Jalan Sendiri

Presiden Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma’shum Imawan menanggapi pernyataan Presiden Prabowo…

Rahmat Tunny OWRITEowrite-adi-briantika
By
Rahmat Tunny
Adi Briantika
8 jam lalu
Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kedua kiri) bersama istri Iriana Joko Widodo (ketiga kanan) menyaksikan pertandingan semifinal Piala AFF U-19 2026 antara Indonesia U-19 melawan Australia U-19 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026).
Politik

Di Balik Safari Politik Jokowi, Ada Uji Popularitas hingga Siapkan Dinasti Politik

Langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memulai safari politik ke sejumlah…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up