Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Pengamat Bongkar Realita Politik 2029, Prabowo Dinilai Lebih Diuntungkan Tanpa Gibran

Muncul wacana Prabowo-Gibran dua periode yang digaungkan elite politik. Wacana itu dikritik karena masih minim dukungan.

pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menghadiri upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pahlawan nasional kepada 10 tokoh di antaranya K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI Soeharto, dan Marsinah sebagai upaya pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nz)

Wacana duet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode dinilai tak mudah diwujudkan. Wacana itu dinilai berat karena masih minim dukungan politik.

Demikian Analisa dari pengamat politik sekaligus peneliti senior Citra Institute Efriza. Selain masih minim dukungan politik, wacana itu juga berat karena beban elektoral yang melekat pada putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu.

Efriza mengatakan, meski Jokowi belakangan mulai aktif melakukan safari politik bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), langkah itu tidak otomatis membuat jalan bagi duet Prabowo-Gibran pada 2029 menjadi mulus.

Iklan

Kecenderungan terbesar koalisi partai politik itu enggan mendukung dua periode dengan Gibran. Artinya secara dukungan, mereka lebih suka atau lebih mau Pak Prabowo, tapi wakilnya bukan Gibran,”

kata Efriza, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut dia, sikap partai-partai pendukung pemerintah juga menunjukkan sinyal serupa. Sejumlah partai koalisi dinilai belum pernah secara terbuka mendorong skenario Prabowo-Gibran dua periode.

Golkar juga tidak membahas dua periode, PAN juga enggak, PKB juga enggak. Artinya peluang Gibran ini sangat minim,”

ujar Efriza.

Lebih lanjut, dia menilai jika Gibran kembali sebagai pendamping berpotensi menjadi ‘beban’ bagi Prabowo jika ingin mempertahankan kekuasaan pada 2029. Menurutnya, lebih baik Prabowo kembali maju tanpa Gibran.

Dengan beban yang sama dan masalah yang sama, nanti orang-orang tetap tidak akan suka dengan Pak Prabowo. Walaupun sudah didukung, malah peluang menang di periode kedua bisa kecil kalau bersama dengan Gibran,”

jelas Efriza.

Menurut dia, salah satu faktor yang masih membayangi Gibran adalah kontroversi pencalonannya di Pilpres 2024. Ia menyinggung putusan Mahkamah Kontitusi (MK) masih terus dipersoalkan.

Rekam jejak dia menjadi cawapres dengan putusan MK yang dipelesetkan jadi ‘Mahkamah Kakak’ itu merusak reputasi Gibran dan membawa beban noda baginya,” .

katanya.

Maka itu, Efriza menilai safari politik Jokowi bersama PSI lebih tepat dibaca sebagai upaya mengamankan masa depan politik Gibran. Manuver itu jika nanti Gibran tak lagi dipilih sebagai pasangan Prabowo.

Jadi, dia sedang mengatrol dua anaknya sekaligus yakni Kaesang sebagai Ketua Umum PSI untuk membesarkan PSI, dan Gibran untuk menaikkan elektabilitasnya,”

ujarnya.

Lebih lanjut, Efriza menambahkan konstelasi politik saat ini juga sudah berubah. Jika di Pilpres 2024, dukungan Jokowi jadi salah satu faktor penting, kini kekuatan politik berada di tangan Prabowo sebagai presiden.

Karena sekarang bolanya bukan di Jokowi lagi, karena Jokowi bukan presiden. Tapi kekuatannya ada di Pak Prabowo,”

kata Efriza.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.