Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melontarkan kritik tajam terhadap institusi Polri.
Dalam pidatonya saat membuka pameran seni memperingati peristiwa Kudatuli, Megawati menilai kewibawaan kepolisian kini semakin memudar.
Tetapi setelah itu, saya merasakan bahwa kenapa ya polisi itu menjadi seperti ini? Hah? Seperti tidak ada wibawanya lagi. Ini saya harus berterus terang,”
kata Megawati saat pembukaan pameran peringatan Kuda Tuli di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Megawati awalnya mengenang perubahan posisi Polri setelah dipisahkan dari TNI. Menurutnya, sejak saat itu ia melihat ada perubahan pada institusi kepolisian.
Megawati lantas mengaku geram dengan keberadaan buzzer yang menurutnya kerap menyerang orang lain hanya demi uang.
Kalau buzzer-buzzer, eh buzzer, kalau kamu mau ngomong, kamu berhadapan sama saya! Jangan kamu ngumpet! Datang ke sini, ngomong ke saya!”
ujarnya.
Ia mempertanyakan nurani para buzzer yang dinilai tega menjelekkan orang yang bahkan tidak mereka kenal.
Hanya karena uang kamu mau menjadi begitu? Menjelekkan orang yang kamu saja tidak kenal! Kamu punya perikemanusiaan apa tidak?”
katanya.
Tak hanya itu, Megawati juga menyindir aparat penegak hukum yang dinilainya tidak pernah bertindak terhadap para buzzer.
“Itu saja tidak ada yang aku pernah dengar polisi menangkap buzzer atau apa. Enggak. Merajalela semaunya sendiri. Indonesia ini mau dijadikan apa oleh kalian?” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Megawati kembali mengungkit pengalamannya saat tragedi Kudatuli pada 27 Juli 1996. Ia mengaku pernah tiga kali dipanggil polisi dan sekali diperiksa kejaksaan selama hampir 12 jam.
Saya dipanggil polisi tiga kali loh. Kejaksaan satu kali loh. Dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam,”
ungkapnya.
Di akhir pidatonya, Megawati melontarkan tantangan kepada aparat untuk menjawab kritik yang ia sampaikan.
Jawab itu polisi! Jawab itu TNI! Jangan terus saya mau diambil saja. Kalian itu siapa? Bukankah kalian juga warga negara Republik Indonesia?”
jelas Megawati.

























