Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Survei Celios Minta MBG Distop, Gerindra: Apa Mereka Tega Lihat Anak-anak Kembali Lapar?

Partai Gerindra menolak rekomendasi Celios yang meminta program MBG dihentikan. Gerindra nilai MBG tetap diperlukan.

Pekerja menyusun ompreng berisi menu makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan
Pekerja menyusun ompreng berisi menu makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Partai Gerindra menolak rekomendasi Center of Economic and Law Studies (Celios) yang meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

Gerindra menilai program tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah dan mendukung pembangunan sumber daya manusia.

Ketika laporan Celios terang-terangan menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dihentikan, pertanyaannya sederhana untuk rakyat, apakah mereka tega melihat anak-anak kita kembali ke sekolah dengan perut lapar tanpa gizi yang layak?,”

kata Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso, Rabu, 14 Oktober 2026.

Sugiat pertanyakan rekomendasi tersebut. Dia menilai penghentian MBG berisiko mengabaikan kebutuhan gizi anak-anak yang menjadi sasaran program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu.

Iklan

Menurut Sugiat, pemenuhan gizi anak sekolah merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Dia berpendapat, upaya menciptakan generasi yang cerdas dan mampu bersaing secara global harus dimulai dengan memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak masa pertumbuhan.

Pemenuhan gizi anak sekolah adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia (SDM), tidak mungkin kita mencetak generasi cerdas dan berdaya saing global jika anak-anak bangsa masih mengalami masalah gizi dan kesehatan di usia pertumbuhan,”

jelas Sugiat.

Sugiat juga menolak penilaian terhadap kinerja pemerintahan Prabowo Subianto yang terlalu bertumpu pada hasil survei dan rapor yang disusun Celios.

Dia menilai penilaian tersebut tidak cukup menggambarkan dampak program pemerintah yang dirasakan langsung masyarakat.

Ia bilang survei Celios yang dirancang secara artifisial oleh kelompok tertentu tak bisa menghapus fakta dari kerja nyata yang dirasakan masyarakat di akar rumput.

Bagaimana mungkin kinerja dua tahun pemerintah diadili oleh Kabinet Bayangan, sementara program-program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti langsung dirasakan manfaatnya oleh anak-anak di sekolah,”

tutur Sugiat.

Namun, Sugiat tidak memerinci data yang dapat digunakan untuk mengukur manfaat MBG, termasuk dampaknya terhadap pemenuhan gizi siswa maupun kondisi kesehatan anak setelah menerima program tersebut.

Sugiat menilai kritik terhadap MBG mengabaikan kebutuhan dasar anak sekolah. Menurut dia, kebijakan pemenuhan gizi tidak semestinya dinilai hanya dari sisi anggaran atau perdebatan politik, tetapi juga dari tujuan program dalam mendukung kualitas sumber daya manusia.

Sebelumnya, hasil survei yang dirilis oleh Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan pada Oktober 2026 menyatakan bahwa 76 persen responden masyarakat umum setuju jika program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.