Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 21 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Banyak Gen Z Mulai Menolak Hustle Culture, Ini Alasannya!
Sefruit

Banyak Gen Z Mulai Menolak Hustle Culture, Ini Alasannya!

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Mei 20, 2026 10:54 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Dulu, sibuk terus dianggap keren. Bangun pagi. Kerja nonstop. Produktif setiap saat. Punya side hustle. Tidur dikit. Repeat.

Semakin capek, semakin dianggap ambisius. Makanya nggak heran kalau beberapa tahun terakhir banyak orang terjebak dalam hustle culture atau gaya hidup yang mendorong seseorang buat terus bekerja dan produktif tanpa henti demi sukses.

Tapi sekarang, banyak Gen Z mulai mempertanyakan semuaya kalau emang hidup sekeras itu ya?

Apa Itu Hustle Culture?

Hustle culture adalah pola pikir yang menganggap nilai diri seseorang ditentukan dari seberapa produktif mereka.

Kalau sibuk dianggap keren. Kalau istirahat dianggap malas. Kalau belum sukses muda dianggap gagal.

Akibatnya, banyak orang jadi merasa harus terus bekerja bahkan saat tubuh dan mentalnya sebenarnya sudah capek.

Dan media sosial sering memperparah itu.

Sedikit-sedikit muncul konten umur 23 beli rumah, kerja 3 job sekaligus, bangun jam 5 pagi, sampai glorifikasi “grinding” tiap hari. Lama-lama orang jadi merasa tertinggal kalau hidupnya nggak seproduktif itu.

Gen Z Mulai Capek Hidup dalam Mode “Survival”

Ini yang bikin banyak Gen Z mulai menolak hustle culture.

Bukan karena malas. Tapi karena terlalu lama hidup dalam tekanan buat terus kuat dan produktif.

Realitanya, banyak anak muda sekarang hidup di tengah biaya hidup yang naik, tekanan kerja, quarter life crisis, dan ketidakpastian masa depan. Makanya banyak orang mulai sadar kalau bekerja terus tanpa jeda ternyata nggak otomatis bikin bahagia.

Muncul Tren “Soft Life”

Dari situ muncul istilah soft life yang belakangan viral di TikTok dan media sosial.

Soft life adalah keinginan untuk hidup lebih tenang, lebih sehat secara mental, dan nggak terus-terusan memaksakan diri demi validasi produktivitas.

Bukan berarti malas atau nggak punya ambisi. Tapi lebih ke punya work-life balance, nggak memaksakan diri sampai burnout, dan mulai memilih hidup yang terasa lebih manusiawi.

Makanya sekarang banyak Gen Z lebih memilih mending pulang tepat waktu, tidur cukup, menjaga kesehatan mental, atau kerja seperlunya tanpa harus menjadikan pekerjaan sebagai seluruh identitas hidup.

Produktif Terus Nggak Selalu Sehat

Masalah hustle culture adalah banyak orang akhirnya merasa bersalah saat istirahat. Padahal manusia memang butuh jeda. Dan ironisnya, semakin dipaksa terus produktif, banyak orang justru makin kehilangan motivasi, gampang burnout, dan merasa kosong.

Karena hidup akhirnya cuma terasa seperti kerja, capek, tidur, ulang lagi.

Menolak Hustle Culture Bukan Berarti Nggak Punya Mimpi

Ini yang sering disalahpahami. Banyak Gen Z tetap punya ambisi dan ingin sukses. Mereka cuma mulai sadar kalau sukses nggak harus selalu dibayar dengan kesehatan mental yang hancur.

Karena buat sebagian orang sekarang, hidup tenang juga termasuk pencapaian. Dan mungkin itu alasan kenapa istilah seperti soft life terasa sangat relate. Karena di tengah dunia yang terus nyuruh kita lari, banyak orang sebenarnya cuma pengen hidup tanpa merasa kelelahan setiap hari.

Jangan lupa follow @sefruitmedia buat konten Gen Z culture, self-awareness, dan emotional talks lainnya yang relate banget sama kehidupan sehari-hari

 

Tag:gen zKerja
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Banyak Gen Z Mulai Menolak Hustle Culture, Ini Alasannya!
By Salsabillah Irwanda
Banyak Gen Z Mulai Menolak Hustle Culture, Ini Alasannya!
1
8 Sunah Kurban Sering Terlewat Saat Idul Adha
By Ani Ratnasari
Sapi Kurban
2
Kenapa Sih Prabowo Minta Purbaya Copot Dirjen Bea Cukai?
By Anisa Aulia
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) tiba di lokasi Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
3
Prabowo Sebut Belanda Kaya Raya Gegara Kuasai Indonesia Ratusan Tahun, Benarkah?
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR, Rabu 20 Mei 2026. (Sumber: YT BPMI)
4
Prabowo Ogah Pilih Sosialis atau Kapitalis, Lebih Suka ‘Ekonomi Jalan Tengah’ Indonesia
By Hadi Febriansyah
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Situationship vs Almost Relationship: Sama-Sama Nggak Jelas, Tapi Beda

Bukan malas, ini alasan Gen Z mulai menolak hustle culture. Yuk, pahami…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
9 jam lalu
Sefruit

Cerita Raihan: Dibully Karena Mikrotia, Sampai Takut Menunjukkan Dirinya Sendiri

Raihan tumbuh dengan mikrotia — kelainan bawaan yang membuat bentuk telinganya berbeda.…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Sefruit

Bercanda atau Coping Mechanism? Fenomena “Delulu Is the Solulu”

Kalimat “delulu is the solulu” jadi tren di kalangan Gen Z karena…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
Sefruit

Cara Menghadapi Ekspektasi Keluarga Tanpa Kehilangan Diri Sendiri

Tekanan keluarga dan ekspektasi orang tua sering jadi beban terbesar saat dewasa.…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up