Pernah melihat teman seangkatan sudah menikah, punya pekerjaan impian, lanjut S2, atau terlihat sukses di media sosial, lalu tiba-tiba muncul pikiran kita “Kok hidup mereka udah sejauh itu, sementara aku masih di sini?”
Kalau pernah, kamu nggak sendirian.
Perasaan tertinggal dari teman seumuran adalah pengalaman yang cukup umum, terutama di usia 20-an dan awal 30-an. Menariknya, sering kali yang membuat kita cemas bukan kondisi hidup kita sendiri, melainkan perbandingan dengan timeline orang lain.
Psikolog Leon Festinger menjelaskan dalam A Theory of Social Comparison Processes (1954) bahwa manusia secara alami cenderung membandingkan dirinya dengan orang lain untuk menilai posisi dan kemampuannya. Masalahnya, kebiasaan ini bisa membuat kita merasa kurang, bahkan ketika sebenarnya kita sedang berkembang.
Di era media sosial, perbandingan itu menjadi jauh lebih mudah.
Kita bisa melihat teman mendapat promosi kerja, membeli rumah, bertunangan, atau meraih pencapaian tertentu hanya dalam hitungan detik. Namun yang sering terlupakan adalah kita biasanya hanya melihat hasil akhirnya, bukan proses panjang di baliknya.
Dalam buku The Defining Decade (2012), psikolog klinis Meg Jay menjelaskan bahwa banyak orang dewasa muda merasa tertekan karena percaya ada timeline hidup yang harus diikuti. Padahal kenyataannya, jalan hidup setiap orang berkembang dengan kecepatan yang berbeda.
Ada yang menemukan karier impiannya di usia 22 tahun, ada yang baru menemukannya di usia 35 tahun, ada yang menikah muda dan bahagia, ada juga yang menemukan pasangan yang tepat jauh lebih lambat. Tidak ada satu timeline yang berlaku untuk semua orang.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology oleh Melissa G. Hunt dan rekan-rekannya pada tahun 2018 juga menemukan bahwa penggunaan media sosial yang tinggi berkaitan dengan meningkatnya perasaan kesepian dan perbandingan sosial pada sebagian orang.
Karena itu, ketika melihat pencapaian teman seumuran, penting untuk mengingat bahwa hidup bukan perlombaan dengan garis finish yang sama.
Fakta bahwa seseorang mencapai sesuatu lebih dulu tidak berarti kamu gagal, itu hanya berarti kalian sedang berjalan di jalur yang berbeda.
Kalau akhir-akhir ini kamu merasa tertinggal, mungkin yang perlu dilakukan bukan berlari lebih cepat. Mungkin yang perlu dilakukan adalah berhenti sejenak dan melihat sejauh apa dirimu sendiri sudah berkembang.
Karena sering kali, kita terlalu sibuk melihat kemajuan orang lain sampai lupa menghargai kemajuan kita sendiri.
Kalau artikel ini relate dengan kamu, share ke teman yang juga sering merasa tertinggal. Dan jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia untuk konten psikologi, self-development, dan fenomena sosial lainnya!










