Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Sefruit

Sering Capek Padahal Cuma Rebahan? Bisa Jadi 7 Tanda Ini Sinyal Kamu Perlu ke Psikolog

Sering lelah mental atau emosi gak stabil? Jangan diabaikan! Menurut American Psychological Association, itu sinyal darurat dari tubuhmu. Cek 7 tanda kamu butuh psikolog profesional!

Ilustrasi fenomena psikologis ketika seseorang lebih sulit mengingat informasi.
Ilustrasi fenomena psikologis ketika seseorang lebih sulit mengingat informasi. (Foto: Unsplash/Tim Gouw).

Pernah merasa sangat lelah meski seharian hanya berdiam diri atau rebahan? Atau tiba-tiba ingin menangis tanpa mengetahui penyebabnya? Kondisi seperti ini bisa muncul karena berbagai faktor, termasuk tekanan emosional yang tidak disadari.

Di tengah kehidupan yang serba cepat, kesehatan mental kerap luput dari perhatian karena orang lebih fokus menjaga kondisi fisik. Padahal, pikiran dan tubuh saling berkaitan.

Tekanan psikologis yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi emosi, perilaku, hingga kondisi fisik seseorang.

Iklan

Maka itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ketika kondisi mental mulai membutuhkan perhatian lebih. Jangan menunggu sampai tekanan terasa tidak tertahankan.

Mengutip dari berbagai sumber, Kamis, 22 Oktober 2026, berikut tujuh tanda yang bisa menjadi pertimbangan untuk mencari bantuan dari psikolog profesional.

  1. Emosi terasa intens dan sulit dikendalikan

Perasaan marah, sedih, atau cemas yang muncul berulang kali hingga sulit dikendalikan dapat jadi tanda bahwa seseorang sedang menghadapi tekanan emosional. Terlebih jika perubahan emosi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

  1. Kehilangan minat pada hal-hal yang disukai

Hobi atau kegiatan yang sebelumnya terasa menyenangkan kini justru terasa hambar. Seseorang mungkin kehilangan motivasi untuk melakukan aktivitas yang biasanya dinikmati. Hilangnya minat atau kesenangan ini dikenal sebagai anhedonia dan dapat muncul dalam sejumlah kondisi kesehatan mental.

  1. Pola tidur dan makan berubah

Kesulitan tidur, tidur berlebihan, kehilangan nafsu makan, atau justru makan secara berlebihan bisa berkaitan dengan tekanan psikologis. Jika perubahan tersebut berlangsung terus-menerus dan memengaruhi kondisi tubuh, situasi ini patut mendapat perhatian.

  1. Konsentrasi dan produktivitas menurun

Tekanan mental dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mengambil keputusan, atau menyelesaikan pekerjaan. Dampaknya bisa terlihat dari menurunnya performa di sekolah maupun tempat kerja, terutama jika kondisi tersebut berbeda dari kebiasaan sebelumnya.

  1. Mulai menarik diri dari lingkungan sosial

Seseorang mungkin semakin jarang membalas pesan, menolak ajakan bertemu teman, atau memilih menghabiskan waktu sendirian. Keinginan untuk menyendiri sesekali merupakan hal yang wajar. Namun, jika berlangsung berkepanjangan hingga mengganggu hubungan dengan orang lain, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

  1. Mengalami keluhan fisik yang sulit dijelaskan

Stres dan tekanan emosional dapat berkaitan dengan keluhan fisik, seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, atau ketegangan otot. Gejala tersebut tetap perlu diperiksa secara medis karena bisa memiliki beragam penyebab. Jika keluhan berulang, penanganan fisik dan psikologis dapat dipertimbangkan sesuai hasil pemeriksaan.

  1. Mengandalkan cara pelampiasan yang merugikan

Ketika menghadapi stres, seseorang mungkin mencari pelarian melalui perilaku yang justru berdampak buruk, seperti belanja impulsif secara berlebihan atau kebiasaan destruktif lainnya. Jika cara tersebut mulai sulit dikendalikan dan menimbulkan masalah, bantuan profesional dapat membantu menemukan strategi menghadapi stres yang lebih sehat.

Kapan sebaiknya mencari bantuan psikolog?

Ketujuh tanda tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seseorang mengalami gangguan mental. Namun, perubahan yang berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau mengganggu kehidupan sehari-hari layak mendapat perhatian.

Dua hal yang bisa jadi pertimbangan adalah distress, yakni tekanan atau penderitaan emosional yang terasa berat. Lalu, interference yaitu ketika masalah tersebut mulai mengganggu fungsi sehari-hari, termasuk pekerjaan, pendidikan, perawatan diri, atau hubungan sosial.

Kedua hal ini bisa membantu seseorang mempertimbangkan kapan perlu mencari pertolongan. Penilaian lebih lanjut tetap perlu dilakukan oleh tenaga profesional karena setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda.

Hubungan antara pikiran dan tubuh juga menjadi perhatian dalam literatur psikologi klinis. Dalam buku Abnormal Psychology, profesor psikologi Ronald J. Comer membahas berbagai hubungan antara proses psikologis dan gangguan mental.

Stres bisa berkaitan dengan munculnya atau memburuknya keluhan fisik, meskipun gejala fisik tidak selalu disebabkan oleh faktor psikologis semata.

Pada akhirnya, mencari bantuan psikolog bukanlah tanda kelemahan. Justru, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan upaya untuk memahami apa yang sedang dialami.

Kamu tidak harus menunggu sampai merasa benar-benar kewalahan untuk bercerita kepada profesional. Jika kondisi emosional mulai terasa berat atau mengganggu keseharian, mencari bantuan bisa menjadi langkah awal untuk mendapatkan dukungan yang tepat.

Jangan lupa ikuti Instagram @itsfineapplemedia untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Writer

    a little chaotic, a little curious, and always in my own world. here for the random moments, unexpected stories, new interests, and everything in between.

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.