Konsep tersebut juga berkaitan dengan quiet luxury, yakni pendekatan berpakaian yang menonjolkan kualitas dan desain tanpa logo besar atau simbol kemewahan yang mencolok.
Agar tak terjebak dalam penampilan yang terkesan berlebihan, ada lima aturan dasar berpakaian ala old money yang bisa diterapkan dalam keseharian.
- Hindari Logo Merek yang Terlalu Mencolok
Salah satu ciri khas gaya old money adalah penggunaan pakaian dengan logo minimalis atau bahkan tanpa logo yang terlihat jelas.
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah Marketing Letters, Young Jee Han dan tim peneliti membahas bagaimana konsumen dari kelompok sosial atas yang mapan, atau patricians, cenderung menyukai barang mewah tanpa logo mencolok. Pendekatan ini berbeda dari konsumen yang menggunakan logo besar untuk menunjukkan status sosial.
Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar konsep quiet luxury. Alih-alih mengandalkan merek yang mudah dikenali, penampilan berkelas lebih menitikberatkan pada desain, kualitas, dan kecocokan pakaian.
Maka itu, kemeja polos, celana bahan klasik, atau jaket dengan detail sederhana bisa menjadi pilihan untuk menciptakan tampilan elegan tanpa kesan berlebihan.
- Prioritaskan Kualitas Bahan, Bukan Jumlah Pakaian
Gaya old money juga mengutamakan pakaian yang nyaman, awet, dan tidak mudah kehilangan bentuk.
Dalam buku Old Money Style, Byron Tully menekankan pentingnya pakaian klasik yang dibuat dengan baik. Sejumlah bahan yang kerap digunakan untuk menciptakan penampilan tersebut antara lain katun berkualitas, linen, wol, dan kasmir.
Bahan-bahan itu memiliki karakteristik berbeda yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi cuaca. Katun cocok untuk berbagai aktivitas sehari-hari, sedangkan linen dapat menjadi pilihan untuk cuaca panas. Wol dan kasmir lebih sesuai untuk kebutuhan tertentu yang memerlukan kehangatan.
Daripada membeli banyak pakaian yang cepat rusak, memilih beberapa potong busana berkualitas dapat menjadi strategi yang lebih efisien dalam jangka panjang. Hal terpenting bukan semata-mata harga, melainkan kenyamanan, daya tahan, dan kemudahan memadukannya dengan pakaian lain.
- Pilih Warna Netral dan Earth Tone
Warna turut menentukan kesan yang muncul dari sebuah penampilan. Untuk mendapatkan gaya old money, palet netral dan warna bumi atau earth tone bisa menjadi pilihan utama.
Warna seperti putih, hitam, abu-abu, navy, krem, dan cokelat relatif mudah dipadukan. Kombinasi tersebut juga memberikan kesan bersih, tenang, dan klasik tanpa terlihat terlalu ramai.
Sebagai contoh, kemeja putih dapat dipadukan dengan celana bahan berwarna krem. Sementara itu, blazer navy dengan celana abu-abu bisa menjadi pilihan untuk penampilan yang lebih formal.
Penggunaan warna netral juga memudahkan seseorang memadukan pakaian yang sudah dimiliki tanpa harus terus membeli busana baru untuk mengikuti tren.
Meski begitu, gaya old money tidak berarti harus menghindari seluruh warna cerah. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan agar keseluruhan penampilan tetap harmonis.
- Pastikan Potongan Pakaian Pas di Tubuh
Selain bahan dan warna, potongan pakaian menjadi faktor penting dalam membangun penampilan yang rapi.
Gaya old money umumnya mengandalkan potongan klasik yang mengikuti bentuk tubuh secara proporsional. Pakaian tidak harus ketat, tetapi juga sebaiknya tidak terlalu longgar hingga menghilangkan siluet tubuh.
Kemeja dengan ukuran yang tepat, celana bahan dengan panjang sesuai, serta blazer yang pas di bagian bahu dapat memberikan kesan lebih terstruktur.
Perhatian terhadap detail kecil seperti panjang lengan, posisi bahu, dan jatuhnya celana turut menentukan hasil akhir penampilan.
Jika pakaian yang dimiliki belum pas, penyesuaian sederhana di penjahit dapat menjadi alternatif daripada membeli busana baru. Dengan begitu, penampilan tetap rapi tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.
- Gunakan Aksesori Secukupnya
Aksesori dapat melengkapi penampilan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan agar tidak mendominasi keseluruhan gaya.
Untuk tampilan old money, aksesori klasik seperti jam tangan dengan desain sederhana, ikat pinggang kulit, atau perhiasan minimalis bisa menjadi pilihan.
Tidak perlu mengenakan banyak perhiasan sekaligus. Satu atau dua aksesori yang sesuai dengan pakaian sudah cukup untuk memberikan sentuhan akhir yang elegan.
Selain desain, kondisi aksesori juga perlu diperhatikan. Jam tangan yang terawat, sepatu bersih, dan ikat pinggang yang tidak rusak dapat membuat penampilan terlihat lebih rapi.
Prinsipnya, aksesori berfungsi melengkapi gaya, bukan menjadi pusat perhatian yang mengalahkan keseluruhan penampilan.
Elegan Tidak Harus Mahal
Pada akhirnya, gaya old money bukan sekadar tentang mengenakan pakaian bermerek atau mengikuti tren yang sedang ramai di media sosial. Gaya ini lebih menekankan pemilihan busana yang berkualitas, potongan yang sesuai, warna yang harmonis, dan aksesori yang tidak berlebihan.
Penampilan berkelas juga tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Pakaian sederhana yang bersih, terawat, dan dipadukan dengan tepat dapat memberikan kesan elegan tanpa harus menguras dompet.
Dengan memahami prinsip-prinsip tersebut, siapa pun dapat mengadaptasi gaya old money sesuai kebutuhan, karakter pribadi, dan kemampuan finansial masing-masing.
Sebab, penampilan yang baik bukan tentang seberapa keras seseorang menunjukkan kemewahan, melainkan bagaimana ia membangun gaya yang rapi, konsisten, dan nyaman dikenakan.
Jangan lupa ikuti Instagram @itsfineapplemedia untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.