Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Raja Juli Ungkap Sulitnya Jaga Hutan RI, Pengamat: Mundur Saja, Tak Perlu ‘Kekeuh’ Bertahan
Nasional

Raja Juli Ungkap Sulitnya Jaga Hutan RI, Pengamat: Mundur Saja, Tak Perlu ‘Kekeuh’ Bertahan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Desember 24, 2025 4:11 pm
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berdiri di atas tumpukan kayu yang hanyut saat meninjau proses pencarian korban banjir bandang di Pasak Kayu, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berdiri di atas tumpukan kayu yang hanyut saat meninjau proses pencarian korban banjir bandang di Pasak Kayu, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). (Sumber: Antara Foto/Wahdi Septiawan/nz)
SHARE

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memaparkan mengenai sulitnya menjaga hutan di seluruh Indonesia karena kekurangan polisi hutan yang jumlahnya terbatas.

Menurut Raja Juli, perubahan cara berpikir dan pendekatan struktural dalam menjaga hutan Indonesia perlu dilakukan. Ia menilai bahwa menjaga hutan dengan metode lama namun mengharapkan hasil yang berbeda merupakan kekeliruan mendasar.

Menjaga hutan dengan baik tapi dari segi metode dan struktur, kita lakukan (dengan cara) yang lama. Tapi berharap perubahan. Kita harus berubah,”

kata Menhut Raja Juli Antoni dalam acara Lokakarya Nasional Gerak Bersama Percepatan Penetapan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat, Jakarta Pusat, dikutip Kamis, 18 Desember 2025.

Ia kemudian menyoroti ketimpangan pengelolaan kawasan hutan, termasuk luasnya kawasan yang tidak sebanding dengan kapasitas pengamanan atau jumlah polisi hutan.

Bagaimana illegal logging bisa kita selesaikan kalau ada 3,5 juta hektare kawasan di Aceh, dan kita berharap dijaga oleh polisi hutan yang jumlahnya sangat terbatas,”

ujarnya.
Gajah Membantu Proses Pemulihan Pascabanjir di Aceh
Gajah Membantu Proses Pemulihan Pascabanjir di Aceh (Foto: Kementerian Kehutanan)

Menhut kemudian mencontohkan di Bentang Seblat, yang merupakan areal yang sangat penting bagi konservasi gajah, yang jika dikalkulasikan anggaran yang tersedia untuk mengelola kawasan tersebut hanya sembilan juta rupiah. Oleh sebab itu, Menhut Raja Antoni kembali menegaskan pentingnya perubahan dalam sektor kehutanan.

Hal ini juga didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang meminta Raja Juli untuk melakukan evaluasi tata kelola kehutanan.

Harus ada perubahan fundamental. Sektor kehutanan itu adalah sektor pilihan istilahnya. Kira-kira demikian, nggak dikasih anggaran nggak apa-apa, What do you expect untuk melakukan perbaikan dengan cara yang sama, bagaimana kita ingin ekologi terjaga, ekonomi tumbuh seimbang, tapi caranya masih sama,”

jelasnya.

Pernyataan Raja Juli tersebut mendapat kritikan dari Direktur Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita. Menurut Ronny, pengakuan soal keterbatasan aparat memang jujur secara faktual, tetapi bermasalah dari sisi kebijakan negara.

Ronny menilai bahwa negara tidak dapat berlindung di balik keterbatasan aparat dalam menjaga hutan.

Negara tidak bisa berlindung di balik keterbatasan aparat untuk membenarkan ketidakmampuan menjaga hutan. Bagaimanapun, itu tugas pemerintah. Analoginya, negara tidak bisa permisif terhadap korupsi, sekalipun korupsi terjadi di mana-mana,”

kata Ronny pada Owrite, Jumat, 19 Desember 2025.

Menurut hemat Ronny, jika sejak awal pemerintah mengetahui bahwa polisi hutan terbatas, seharusnya desain kebijakan perlindungan dilakukan lebih kreatif, seperti berbasis teknologi, komunitas, dan menciptakan berbagai insentif ekonomi yang menarik, bukan sekadar mengakui ketidakmungkinan.

Negara tidak boleh berkata ‘mustahil’ untuk mandat konstitusionalnya sendiri, jadinya aneh. Kalau begitu, mengapa harus ada kementerian terkait, dihapus saja toh,”

ujar Ronny.

Direktur ISEAI juga menilai persoalan kehutanan tidak pernah benar-benar menjadi prioritas karena logika kebijakan yang masih berorientasi jangka pendek dan ekstraktif.

Nilai hutan dilihat dari izin dan PNBP, bukan dari fungsi ekologis dan ekonomi jangka panjang. Padahal ketika banjir, longsor, dan krisis iklim datang, biayanya langsung ditanggung APBN dan masyarakat. Ironisnya, hutan dianggap tidak produktif justru karena manfaatnya tidak masuk neraca fiskal. Naif dan dangkal sekali,”

bebernya.
Menyusut Drastis Sejak 1990, Hutan Sumatera di Ambang Kehancuran

Ia menegaskan, ketimpangan antara luas kawasan hutan dan kapasitas pengamanan bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan bentuk pembiaran struktural.

Negara mengetahui bahwa luas kawasan tidak sebanding dengan kapasitas pengamanan, tapi tetap membuka ruang eksploitasi. Aneh toh. Ketimpangan ini menciptakan ‘zona abu-abu’ yang rawan akan pembalakan, perambahan, dan konflik. Dalam ekonomi politik, ini bukan kecelakaan, ini hasil pilihan kebijakan,”

jelasnya.

Dari sisi pendanaan, Ronny menilai perlindungan hutan tidak bisa terus bergantung pada APBN.

Menurutnya, model yang lebih masuk akal dalam pembiayaan untuk pemeliharaan hutan yakni dengan adanya kombinasi dengan pembayaran jasa lingkungan, dana iklim internasional, earmarking pajak ekstraktif, serta skema berbasis kinerja (results-based financing).

Selama hutan dijaga dengan anggaran sisa, itupun kalau ada, hasilnya akan selalu setengah-setengah,”

tekan Ronny.

Ia juga menyinggung aspek tanggung jawab politik pejabat publik atas dampak kebijakan yang dijalankan.

Meski tidak menilai secara langsung mengenai kinerja Raja Juli, Direktur ISEAI menegaskan bahwa pejabat publik harus bertanggungjawab atas dampak kebijakan yang telah dibuat.

Soal (Raja Juli) mundur atau tidak, itu wilayah etik politik. Tetapi secara substantif, pejabat publik harus bertanggung jawab atas dampak kebijakan, bukan sekadar narasi ini itu, bahkan kemana-mana nggak jelas. Jika bencana berulang dan alih fungsi terus terjadi tanpa koreksi serius, maka evaluasi kepemimpinan bukan hal berlebihan. Mundur sejatinya bukan hukuman, kadang juga bentuk tanggung jawab. Kalau tak mampu, kenapa harus kekeuh bertahan kan,”

tegasnya.

Dalam kalimat penutupnya, Ronny menekankan akar persoalan kehutanan terletak pada normalisasi kegagalan yang terus dibiarkan.

Hentikan normalisasi kegagalan. Perkuat penegakan hukum, libatkan masyarakat lokal sebagai penjaga hutan dengan insentif yang nyata dan menarik, transparankan perizinan, dan ubah indikator kinerja dari ‘izin yang dikeluarkan’ menjadi seberapa banyak ‘hutan yang berhasil diselamatkan’. Kalau tidak, kita akan terus pandai berpidato tentang hutan sambil pelan-pelan kehilangan hutan. Munafik toh namanya,”

tutupnya.
Tag:editoralhutanIllegal Loggingmenteri kehutananPolisi hutanRaja JuliSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
1
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
2
Main di ‘Dua Jalur’, Pengamat Akui Nilai Tawar PDIP Makin Mahal Jelang 2029
By Rahmat Tunny
Ilustrasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di atas Banteng samba tertawa.
3
AS-Iran Baku Ancam, IHSG Hari Ini Langsung Ciut ke 6.094
By Adi Briantika
Seorang pengunjung mengambil gambar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024).
4
Perang Narasi PDIP vs Golkar Memanas, Drama Berebut Hati Pemilih 2029
By Rahmat Tunny
Gambar ilustrasi Partai Golkar - PDIP
5

BERITA LAINNYA

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Sumber: dpr.go.id)
Nasional

DPR Naik Pitam Ada Wanita Disiksa di Bandung, Polisi Diminta Bertindak Tegas Tanpa Kompromi

Kasus penyekapan dan penyiksaan terhadap seorang wanita di Bandung, Jawa Barat mendapat…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) mencurahkan kegelisahannya di hadapan pimpinan DPR RI dan Panitia Khusus.
Nasional

KNRA Curhat ke DPR: Rapat Berkali-kali, Tapi Petani Masih Digusur dan Dikriminalisasi!

Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) mencurahkan kegelisahannya di hadapan pimpinan DPR RI…

Hardani TriyogaRika Pangesti
By
Hardani Triyoga
Rika Pangesti
14 jam lalu
DPR Terima Aspirasi Koalisi Nasional Reforma Agraria
Nasional

Usai Serap Aspirasi KNRA, Pansus Agraria Bakal Panggil Pihak-Pihak Bersengketa

DPR RI telah menyerap aspirasi dari Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) terkait…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
DPR Terima Aspirasi Koalisi Nasional Reforma Agraria
Nasional

DPR Terima Aspirasi Koalisi Nasional Reforma Agraria, Pansus Janji Tindak Lanjuti Konflik Tanah di Berbagai Daerah

Aksi demonstrasi yang digelar massa dari Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNRA) di…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up