Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Megapolitan / Darurat Sampah, Terpal, dan Negara yang Terlambat Hadir di Tangerang Selatan
Megapolitan

Darurat Sampah, Terpal, dan Negara yang Terlambat Hadir di Tangerang Selatan

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
Last updated: Desember 24, 2025 9:56 am
By
Rahmat Baihaqi
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
8 bulan lalu
Share
Pengendara motor melintas di samping tumpukan sampah yang ditutupi terpal di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/12/2025).
Pengendara motor melintas di samping tumpukan sampah yang ditutupi terpal di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (16/12/2025). (Sumber: Antara Foto/Putra M. Akbar/foc)
SHARE

Desember 2025, menjadi puncak-puncaknya darurat sampah di Tangerang Selatan. Berbagai sampah rumah tangga hingga pasar dibiarkan menumpuk di sepanjang jalan Ciputat, Tangsel. Warga yang setiap hari lalu lalang jadi tantangan baru setelah macet saat pagi dan sore harinya.

Daftar isi Konten
  • Pemerintah Pusat Punya Andil Besar
  • Sampah Itu Dikelola dari Rumah-rumah

Beberapa hari berselang setelah fenomena sampah menggunung viral di media sosia. Alih-alih bukannya menindak sampah tersebut, Wali Kota Tangsel malah membentangkan terpal di atas sampah tak bertuan tersebut.

Kata Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie upayanya itu hanya penanganan sementara. Dia telah meminta Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel untuk memaksimalkan tempat pembuangan sampah sementara di Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Sebetulnya permasalahan sampah di sejumlah ruas jalan di Tangsel bukan baru-baru ini saja terjadi. Pada tahun 2020 sudah ada tanda-tanda awal muncul saat turap penyangga TPA Cipeucang jebol karena volume sampah melebihi kapasitas, menyebabkan longsor dan protes warga mulai terdengar.

Empat tahun berselang TPA Cipeucang sudah tidak mampu lagi harus menanggung sampah yang tiap harinya disetor kurang lebih 1.000 ton per harinya. Sementara kapasitas yang disediakan TPA itu hanya 300-400 ton saja. Hal ini membuat warga terpaksa mengelola sampahnya sendiri.

Barulah puncaknya di Desember 2025, dengan ditutupnya TPA Cipeucang, sampah jadi menumpuk di jalan bahkan dekat dengan kantor DPRD.

Pasca TPA tersebut ditutup, tidak ada aktivitas pengelolaan sampah. Rantai yang sudah berkarat jadi batas akses keluar masuk tempat pengelolaan sampah tersebut. Beberapa ekskavator yang biasa mengeruk juga menganggur di atas gunungan sampah.

Fenomena pengabaian sampah itu akhirnya santer di telinga Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq. Tanpa basa-basi Hanif mengultimatum Benyamin bakal dikenai tindak pidana jika tida serius menangani sampah.

Menurut Hanif, Wali Kota Tangsel bisa saja mendapat ancaman pidana penjara selama empat tahun karena dianggap melanggar Pasal 40 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengatur larangan mutlak pembuangan sampah secara terbuka (open dumping).

Karena bagaimanapun juga, berdasarkan Undang-Undang tahun 2008, maka sampah menjadi tanggung jawab pak Wali Kota. Ini ada Pasal 40 yang di dalamnya ada ancaman pidana minimal empat tahun,”

kata Hanif kepada wartawan dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

Bagi Hanif hubungan baik antarpemangku kebijakan antara pusat dengan daerah tidak berlaku kalau pada akhirnya harus terbentur dengan hukum.

Hanif, lebih lanjut sampai menerjunkan tim penegakan hukum ke Kota Tangerang Selatan untuk memantau langsung pengelolaan sampah di TPA Cipeucang.

Pemerintah Pusat Punya Andil Besar

Pengendara sepeda motor melintas di dekat tumpukan sampah di Jalan Dewi Sartika, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (13/12/2025). Sumber: Antara Foto/Sulthony Hasanuddin/tom.

Manajer Kampanye Perkotaan Berkeadilan WALHI, Wahyu Eka Setyawan mengatakan krisis sampah di Kota Tangsel tidak bisa semata-mata jadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat. Pemerintah pusat pun harusnya ikut andil untuk mengelola sampah yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan.

Momentum ini harusnya membuat pemerintah jadi mawas diri akan kebijakan pengelolaan sampah dan tidak hanya berfokus pada memusnahkan sampah di hilirnya saja.

WALHI melihat bahwa masalah ini seharusnya tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot Tangsel, tetapi juga Kementerian Lingkungan Hidup yang selama ini gagal mendorong kebijakan strategis dan justru berkutat pada solusi semu seperti PSEL, WtE, atau RDF yang mahal dan tidak mengurangi timbulan sampah,”

kata Eka melalui siaran persnya yang dikutip Selasa, 23 Desember 2025.

Fenomena penumpukan sampah hingga ditutupnya TPA Cipeucang dikatakannya merupakan akumulasi dari ketidakmampuan pemerintah mengantisipasi lonjakan volume sampah melalui kebijakan berbasis data dan perencanaan jangka panjang.

Solusi yang ditawarkan WALHI, mendorong pemerintah dengan menerapkan kebijakan Zero Waste City yaitu konsep kota yang bertujuan meminimalkan sampah yang berakhir di TPA dengan cara sistematis, yaitu dengan mendesain ulang sistem produksi dan konsumsi agar semua produk bisa dipakai ulang, didaur ulang, atau dikomposkan, didukung pemilahan sampah dari rumah tangga dan pengelolaan terintegrasi.

Prinsip utamanya terletak di 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Repair). Menolak yang tidak perlu, mengurangi konsumsi, memakai ulang, mendaur ulang, dan memperbaiki barang.

Konsep ini bisa diterapkan dengan membangun sistem pengumpulan sampah terpilah, fasilitas daur ulang, dan kampanye kesadaran publik.

Pemerintah harus memaksa penerapan kebijakan berbasis konsep Zero Waste City yang menekankan pengurangan di hulu, sistem guna ulang, dan tanggung jawab produsen melalui skema EPR, termasuk desain ulang produk agar minim sampah,”

kata Wahyu.

Kementerian Lingkungan Hidup, tentunya kata Wahyu harus secara jelas membuat roadmap kebijakan setingkat nasional dan daerah. Disatu sisi, harus ada aturan yang mengikat tanggung jawab dari produsen bersifat mutlak.

Sampah Itu Dikelola dari Rumah-rumah

Pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menilai masalah sampah menggunung di Kota Tangsel hanya menjadi contoh saja. Masih ada Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang jadi penyumbang sampah terbesar.

Contoh paling simpelnya, banyak fenomena ketua RT memajang tulisan ‘Dilarang buang sampah sembarangan’ bahkan sampai-sampai memasang CCTV. Alih-alih membuat sadar, warga malah bak menantang dengan buang sampah sembarangan.

Orang bandel bawa sampah di sepeda, lempar ke kebun orang, mengerikan sekali. Dan akhirnya kemudian terbuang ke sungai, dan kita tahu sekarang laut tercemar, dan waduh, satwa-satwa pun mulai punah,”

kata Rhenald dari unggahan video di akun instagram resminya.

Menurut dia, sampah organik yang ada di pasar saja sudah cukup menjadi PR, buah-buahan dan sayur-sayuran yang membusuk, daging ayam bekas yang tidak dibersihkan terlebih dahulu lalu asal dibuang dirasa-rasanya sudah menjadi tradisi buruk masyarakat.

Kini ditambah dengan sampah non-organik hasil orang-orang doyan belanja online, jadi penyumbang sampah plastik berserta bungkusan-bungkusan jadi trend baru permasalahan.

Tapi waktu berjalan, sampahnya orang kota itu semakin banyak non-organiknya, plastik, bungkus-bungkusan. Maklum orang enggak belanja (langsung) lagi, orang sekarang itu beli online,”

ungkap Rhenald.

Pemda, kata guru besar UI itu harus mengubah pola pikirnya, masing-masing kelurahan harus dilibatkan dalam pengelolaan sampah. Pihak Lurah juga jangan segan-segan menegur warganya kalau kedapatan ada yang buang sampah sembarangan.

Lurah ini harus juga bekerja dan mengatasi sampah di wilayah masing-masing. Kalau orang protes, beritahu pada mereka, ‘itu adalah sampahmu juga’,”

tegasnya.

Untuk meminimalisir sampah, bisa dimulai dengan menyediakan satu bak plastik sampah besar untuk lima sampai enam rumah. Sampah kemudian diangkut dengan menggunakan baktor dikirim ke Kelurahan untuk nantinya dicacah dengan mesin khusus.

Nantinya mesin tersebut bisa memilah sampah plastik secara otomatis, sehingga sampah rumah tangga bisa terurai secara baik.

Sampah yang bagus itu dicacah saja. Kalau sudah dicacah bisa jadi kompos, dipisahkan. Lalu kemudian yang terpisah ini bisa dijadikan biomassa, kirim ke pabrik semen. Itu kan batu bara muda, kalorinya ya dapatlah 2.000 kalori begitu,”

terang dia.

Biaya pengelolaan sampah tersebut dikatakan dia terpaut ringan diongkosnya, dibanding Pemda harus terus-terusan mencari tempat pembuangan akhir yang besar.

Tag:Benyamin DavnieDarurat SampahHeadlineKementerian Lingkungan HidupsampahTangerang Selatan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
rahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
ByRahmat Baihaqi
Reporter
Follow:
Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Jaya, mulai meniti karier sebagai jurnalis pada tahun 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
1
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
2
Bukan Pedoman Teknis, MPR Ungkap PPHN Bakal Jadi Kompas Filosofis bagi Semua Lembaga Negara
By Rika Pangesti
Ketua MPR Ahmad Muzani usai rapat gabungan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
3
Prabowo Akan Pidato di Sidang Tahunan MPR, Mantan Presiden hingga Ketum Parpol Diundang ke Senayan
By Rika Pangesti
Ketua MPR Ahmad Muzani konferensi pers bersama pimpinan MPR terkait agenda sidang tahunan.
4
Persib Incar Trofi Kedua Piala Presiden, Tapi Igor Tolic Tak Mau Remehkan Persebaya
By Hadi Febriansyah
Persib Bandung
5

BERITA LAINNYA

Pelaku Saepullah yang melakukan pembunuhan sadis terhadap Kunaefi.
Megapolitan

Kunaefi Dibunuh Sadis, Kaki Dimutilasi dan Dibuang Saepul ke Kali Depok untuk Hilangkan Jejak

Polda Metro Jaya menetapkan Saepullah (26), sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan sadis…

Hardani Triyogarahmat-baihaqi-jurnalis-owrite
By
Hardani Triyoga
Rahmat Baihaqi
2 jam lalu
Mural Buatan Mahasiswa Trisakti
Megapolitan

Kurang dari 24 Jam Mural Mahasiswa Trisakti Dihapus, Diduga Ada Keterlibatan Aparat

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti mempertanyakan penghapusan mural yang dibuat di…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
4 jam lalu
Cuaca berawan
Megapolitan

Jakarta Dipayungi Awan Kamis 6 Agustus, Suhu Tembus 32 Derajat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah DKI Jakarta…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Ilustrasi penangkapan kriminal oleh polisi.
Megapolitan

Kenalan di Medsos, Berujung Mutilasi: Pelarian Saepul ‘Jagal’ Depok Berhenti di Banten

Misteri penemuan mayat tanpa kaki terbungkus karung di Tanah Merah, Pancoran Mas,…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat Baihaqi
Adi Briantika
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up