Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hidayana mengungkap, terdapat opsi Makan Bergizi Gratis (MBG) diantarkan ke rumah alias delivery untuk para siswa saat libur sekolah. Menu MBG yang diberikan berupa makanan siap santap untuk maksimal empat hari.
Dadan meminta, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan pendataan berapa banyak anak sekolah yang bersedia mengambil MBG ke sekolah.
Untuk anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak, dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,”
ujar Dadan kepada owrite Rabu, 24 Desember 2025.
Dadan menjelaskan, untuk menu MBG, di awal libur sekolah akan diberikan makanan siap santap mulai dari telur, buah, hingga abon dengan maksimal empat hari.
Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal empat hari dengan menu berkualitas seperti telur, Buah, Susu, abon/dendeng,”
jelasnya.
Sedangkan di sisa hari, Dadan menuturkan siswa bisa datang ke sekolah untuk mengambil MBG. Namun, pihaknya juga membuka opsi delivery ke rumah atau bisa langsung mengambil di SPPG.
Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah, jika tidak perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,”
terangnya.
Meski demikian, Dadan mengatakan MBG untuk anak sekolah bersifat opsional. Bila siswa tidak memungkinkan mengambil dan dikirim, maka MBG tidak akan diberikan kepada siswa tersebut.
Untuk anak sekolah sifatnya kan menjadi optional. Bagi yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis atau juga ada yang pergi berlibur, tidak masalah. Tapi bagi yang membutuhkan kita tetap layani,”
katanya.
Sementara itu, Dadan mengatakan MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita diberikan seperti biasa. Menurutnya, intervensi pemenuhan gizi merupakan bagian yang sangat penting, sebab kontinuitas perlu dijaga.
Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita bagian yang krusial dari program MBG. 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek dan kita harus jaga golden time itu. Mereka juga tidak ada hubungannya dengan waktu sekolah,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN Khairul Hidayat dalam keterangan resminya menjelaskan, tetap berlanjutnya program MBG di masa libur sekolah karena dinilai, risiko gizi buruk kerap meningkat pada masa liburan akibat pola makan yang tidak terpantau.
Kita ingin memastikan bahwa gizi anak-anak Indonesia tidak terputus hanya karena libur sekolah. Selama masa liburan, BGN tetap mendistribusikan paket MBG baik kepada siswa maupun kelompok rentan 3B. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi yang berkelanjutan,”
ujarnya.
Hida berharap, kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga ketahanan gizi anak selama libur, tetapi juga memberi kepastian bagi keluarga penerima manfaat.

