Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjalani sidang perdana di pengadilan New York pada Senin 5 Januari 2025, dua hari setelah dirinya ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat.
Dalam sidang tersebut, Maduro secara tegas membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Memasuki ruang sidang yang dipenuhi pengacara, aparat penegak hukum, dan jurnalis internasional, Maduro berjalan dengan bahu tegap.
Ia menatap bangku pengunjung sambil menyapa dalam bahasa Spanyol sebelum menyampaikan pernyataan tegasnya. “Saya tidak bersalah.”
Dalam persidangan itu, Maduro menyatakan tidak bersalah atas dakwaan terkait narkotika dan kepemilikan senjata yang diajukan oleh Amerika Serikat. Ia tampil menantang dengan mengenakan kemeja gelap di balik seragam tahanan oranye.
Maduro bahkan mengklaim dirinya telah diculik oleh pasukan AS dan menyebut statusnya sebagai tawanan perang. Ia juga menegaskan bahwa dirinya masih merupakan pemimpin sah Venezuela.
Saya orang yang baik. Saya masih presiden negara saya,”
kata Maduro dalam sidang yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut.
Hakim Potong Pernyataan Maduro
Sidang berlangsung di ruang pengadilan Manhattan berpanel kayu dengan karpet biru. Sepanjang persidangan, Maduro tampak menyadari sorotan publik internasional yang tertuju padanya dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengecam operasi militer AS.
Namun, saat ia mulai menyampaikan pernyataan di luar agenda persidangan, hakim langsung menghentikannya.
Saya berada di sini dalam keadaan diculik sejak Sabtu, 3 Januari. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela,”
ujar pria berusia 63 tahun itu.
Adu Mulut Warnai Akhir Sidang
Momen paling menegangkan terjadi menjelang akhir persidangan, ketika Maduro terlibat adu mulut dengan seorang pria di bangku pengunjung yang berteriak bahwa dirinya akan mempertanggungjawabkan kejahatan yang dilakukan.
Saya adalah tawanan perang,”
balas Maduro sebelum akhirnya digiring keluar ruang sidang oleh petugas.
Selama sidang, Maduro hanya berbicara dalam bahasa Spanyol dan mengikuti jalannya persidangan melalui terjemahan menggunakan headphone.
Setiap pernyataannya disampaikan ke pengadilan melalui penerjemah resmi. Ia terlihat mencatat dengan pena dan kertas serta jarang mengangkat pandangan dari mejanya.
Kehadiran Istri dan Pengamanan Ketat
Istri Maduro, Cilia Flores, tampak duduk di sampingnya mengenakan pakaian serupa, dengan rambut pirang yang diikat rapi. Salah satu dari tiga pengacara mereka duduk di antara pasangan tersebut.
Dua petugas US Marshal berdiri di belakang mereka, meski tidak terlihat membawa senjata di dalam ruang sidang.
Situasi ini sangat kontras dengan pengamanan sebelumnya, ketika Maduro dan istrinya dikawal ketat oleh polisi bersenjata lengkap menggunakan kendaraan lapis baja dari penjara Brooklyn menuju gedung pengadilan.
Di luar gedung pengadilan Manhattan, puluhan polisi berjaga sejak dini hari. Barikade logam dipasang untuk mengamankan area, sementara sejumlah demonstran berkumpul menyuarakan dukungan maupun penolakan atas penangkapan Maduro.
Sebagian demonstran mengibarkan bendera Venezuela dan membawa poster bertuliskan “USA hands off Venezuela”, sambil meneriakkan yel-yel “Viva viva Maduro.” Di sisi lain, ada pula warga Venezuela di AS yang menyambut gembira penahanan Maduro.

