Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Defisit APBD 2026 Dikunci 2,5 Persen: Antara Disiplin Fiskal atau Rem Ekonomi Daerah?
Ekonomi Bisnis

Defisit APBD 2026 Dikunci 2,5 Persen: Antara Disiplin Fiskal atau Rem Ekonomi Daerah?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 13, 2026 5:42 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Ilustrasi uang rupiah.
Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
SHARE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memperketat aturan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maksimal 2,5 persen untuk 2026. Aturan ini berbeda dari sebelumnya yang terbagi dalam beberapa kategori.

Daftar isi Konten
  • Pengetatan Defisit Tekan Pemda
  • Laju Pertumbuhan Ekonomi Daerah Bisa Melambat

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, pengetatan defisit APBD ini merupakan bagian dari efisiensi dan sentralisasi anggaran. Menurutnya, pengetatan defisit ini lebih banyak merugikan.

Lebih banyak ruginya dengan konteks sentralisasi fiskal. Pengetatan defisit APBD bagian dari efisiensi dan sentralisasi anggaran. Daerah dengan APBD yang dibatasi defisitnya terkesan mendorong disiplin anggaran,”

ujar Bhima kepada owrite Selasa, 13 Januari 2026.

Bhima menilai, pengetatan defisit ini akan membuat beberapa daerah kesulitan. Sebab daerah mau tak mau, harus menunda pembangunan infrastruktur. 

Beberapa daerah yang kesulitan dengan pemangkasan TKD tidak punya banyak opsi selain menunda proyek yang diperlukan untuk fasilitas pelayanan publik. Irigasi, jalan, jembatan hingga sarana pendidikan bisa tertunda. Imbasnya yang merugi bukan cuma Pemda tapi masyarakat di daerah,”

jelasnya.

Bhima mengatakan, jika pemerintah pusat konsisten untuk melakukan disiplin daerah, idealnya transfer ke daerah (TKD) tidak dilakukan pemotongan. 

Kalau pemerintah pusat konsisten dengan disiplin daerah, idealnya TKD tidak dipotong, melainkan DBH ditambah. Ini seolah pemerintah pusat mengorbankan daerah,”

tekannya.

Pengetatan Defisit Tekan Pemda

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai, aturan ini jelas mempersempit ruang gerak fiskal pemerintah daerah (Pemda). Menurutnya, daerah yang memiliki ketergantungan tinggi pada transfer pusat dan kualitas perencanaannya masih lemah, maka fiskalnya akan tertekan.

Kebijakan ini berpotensi menekan fiskal Pemda secara nyata. Mereka dipaksa menyesuaikan belanja dengan batas defisit yang lebih ketat, sementara fleksibilitas untuk merespons kebutuhan pembangunan dan dinamika ekonomi daerah menjadi lebih sempit,”

ujar Yusuf saat dihubungi owrite.

Yusuf menilai, risiko aturan itu bukan hanya pada angka defisit, melainkan pemerintah daerah berpotensi menahan belanja dan mengendapkan dana di perbankan.

Risiko terbesarnya bukan hanya pada angka defisit, tetapi pada perilaku birokrasi yang bisa menjadi semakin defensif, menahan belanja demi aman secara administratif. Sehingga persoalan klasik seperti dana mengendap justru tidak terselesaikan,”

katanya.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Daerah Bisa Melambat

Yusuf melanjutkan, dalam konteks pertumbuhan ekonomi daerah, aturan ini berpotensi memengaruhi kinerja mesin ekonomi lokal. Bila diterjemahkan secara kaku, pembatasan defisit ini akan menahan belanja publik yang seharusnya bersifat produktif, seperti belanja infrastruktur dasar, layanan publik, dan program pengungkit aktivitas ekonomi daerah. 

Padahal belanja daerah memiliki peran penting sebagai stimulus, terutama di wilayah yang sektor swastanya belum cukup kuat. Akibatnya, multiplier effect belanja daerah bisa menurun dan laju pertumbuhan ekonomi daerah ikut melambat,”

jelasnya.

Meski demikian, jika kebijakan ini diikuti dengan perbaikan kualitas perencanaan, percepatan eksekusi belanja, dan reformasi insentif birokrasi. Maka tekanan fiskal justru bisa mendorong belanja yang lebih efisien dan berdampak. 

Jadi kuncinya bukan hanya pada angka 2,5 persen itu sendiri, melainkan pada bagaimana kebijakan ini diiringi pembenahan tata kelola agar disiplin fiskal tidak berubah menjadi rem bagi pertumbuhan ekonomi daerah,”

kata Yusuf.

Sebelumnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.101/2025 tentang Batas Maksimal Kumulatif Defisit APBD, sudah diatur mengenai batas maksimal defisit APBD 2026. Batas maksimal APBD 2026 kini diseragamkan sebesar 2,50 persen dari perkiraan pendapatan daerah.

Kemudian untuk batas maksimal kumulatif defisit APBD 2026 ditetapkan sebesar 0,11 persen, dari proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) yang digunakan dalam penyusunan APBN tahun anggaran 2026.

Namun, bila dibandingkan aturan sebelumnya yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam PMK 83/2023. Batas maksimal kumulatif defisit APBD sebesar 0,24 persen dari proyeksi PDB tahun anggaran 2024.

Sedangkan untuk batas maksimal defisit dibagi menjadi beberapa kategori diantaranya 4,65 persen sangat tinggi, 4,55 persen kategori tinggi, 4,45 persen kategori sedang, 4,35 persen rendah, 4,25 persen untuk kategori sangat rendah.

Tag:apbdDefisitPemdaPertumbuhan EkonomiPurbayaSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Sefruit

Bukan Malas Kerja, Ini Alasan Banyak Gen Z yang Quite Quitting

Quiet quitting bukan soal malas kerja atau resign diam-diam. Gen Z yang melakukannya tetap profesional — mereka hanya berhenti memberikan tenaga ekstra di luar jobdesk tanpa apresiasi. Ini soal batas,…

By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
4 Min Read
Ilustrasi chemistry
Cari Tahu

Chemistry Adalah? Simak Pengertian dan Tanda-tandanya 

Apakah kamu pernah berbicara dengan seseorang dan merasa nyambung, padahal kamu tidak mengeluarkan effort lebih? Bisa jadi itu yang disebut chemistry. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan koneksi alami antara…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
3 Min Read
Jeno dan Jaemin NCT
Hype

NCT JNJM Siap gelar Fan Meeting Tour di Jakarta

Duo baru dari NCT, yakni NCT JNJM yang beranggotakan Jeno dan Jaemin, akan menyapa penggemar mereka lewat tur fan meeting perdana bertajuk 2026 NCT JNJM FANMEETING TOUR DUALITY. Tur ini…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
2 Min Read

BERITA LAINNYA

PHM Tuntaskan Rejuvenasi Lapangan Handil. (Sumber: Dok. PHI)
Ekonomi Bisnis

PHM Tuntaskan Rejuvenasi Lapangan Handil, Produksi Minyak Langsung Naik 5 Persen

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menuntaskan Program Handil Rejuvenation di Lapangan Handil,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Mata Uang Garuda Masih Loyo, Gubernur BI Klaim Sudah Intervensi All Out Jaga Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, akan totalitas alias all out…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Gambar ilustrasi marketplace
Ekonomi Bisnis

Layanan Iklan Berbayar Tapi Jangkauan Organik Turun, Brand Ogah ‘Stay’ di Marketplace

Sejumlah merek kecantikan mengeluhkan tingginya potongan biaya dari platform e-commerce. Hal ini…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
3 jam lalu
Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
Ekonomi Bisnis

Dinamika Timur Tengah Picu Volatilitas, KSSK Mitigasi Risiko Lonjakan Harga Energi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up