Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Saat Politik Masuk ke Jantung Moneter: Pencalonan Thomas Djiwandono Perburuk Citra BI di Pasar
Ekonomi Bisnis

Saat Politik Masuk ke Jantung Moneter: Pencalonan Thomas Djiwandono Perburuk Citra BI di Pasar

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 26, 2026 2:32 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
7 bulan lalu
Share
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono. (Sumber: Biro KLI Kemenkeu/Wismu Nanda)
SHARE

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono diusulkan mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang mundur dari jabatannya. Uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test, akan dilaksanakan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam waktu dekat.

Daftar isi Konten
  • Indikasi Intervensi Fiskal ke Moneter
  • Batas Institusional Kabur
  • Investor Akan Hati-hati Investasi di RI
  • Purbaya Diam-diam Bertemu Juda Agung

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan, Thomas diusulkan untuk menggantikan posisi Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto sudah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR. 

Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,”

ujar Prasetyo dikutip Selasa, 20 Januari 2026.

Kabar Thomas ini pun mendapat respons dari sejumlah kalangan. Independensi Bank Indonesia pun dipertanyakan karena masuknya nama Thomas di bursa Deputi Gubernur Bank Indonesia. Apalagi, Thomas alias Tommy memiliki jejak politik sebagai Bendahara Partai Gerindra dan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.

Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) sendiri menyatakan, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, serta bebas dari campur tangan Pemerintah atau pihak lain.

UU P2SK menekankan, sejumlah persyaratan untuk menjadi anggota Dewan Gubernur BI. Hal ini diantaranya merupakan warga negara Indonesia, memiliki keahlian. Memiliki pengalaman di bidang ekonomi, keuangan, perbankan, atau hukum. Kemudian ditegaskan bukan pengurus atau anggota partai politik pada saat pencalonan.

Indikasi Intervensi Fiskal ke Moneter

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyatakan pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI adalah kemunduran paska reformasi 1998.

Pencalonan Tommy sebagai Deputi Gubernur BI adalah kemunduran paska reformasi 98. Deputi Gubernur BI harusnya talenta dari internal BI yang mumpuni dan paham kebijakan moneter,”

ujar Bhima kepada owrite.

Bhima menilai, masuknya Thomas ke bursa pencalonan terkesan seperti intervensi fiskal ke sektor moneter. Bahkan, masuknya Thomas semakin memperburuk citra independensi otoritas moneter.

Ini masuknya Tommy seperti intervensi fiskal ke sektor moneter, padahal sebelumnya RDG BI sudah ada pihak Kemenkeu yang ikut hadir. Masuknya Tommy ke BI makin memperburuk citra independensi otoritas moneter,”

tekannya.

Bhima mengatakan, pencalonan ini pun akan semakin melemahkan nilai tukar rupiah, mata uang RI akan kehilangan legitimasi di mata investor. Ia memperkirakan rupiah akan ada di level Rp17.500 per dolar AS pada semester I-2025.

Pasar sendiri sudah merespons kabar ini dengan rupiah ditutup melemah di level Rp16.955 per dolar AS. Kemudian pada perdagangan pagi ini Selasa, 20 Januari 2025 di level Rp16.972 per dolar AS.

Rupiah bisa makin melemah, karena kehilangan legitimasi di mata investor. Proyeksi rupiah 17.000-17.500 pada semester I-2026,”

jelasnya.

Batas Institusional Kabur

Di samping itu, kabar bahwa akan ada pertukaran posisi antara Juda dan Thomas sudah dibenarkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman menilai, secara substansi, wacana ‘tukar posisi’ berpotensi menimbulkan persepsi bahwa batas institusional antara pemerintah dan bank sentral menjadi kabur. 

Wacana ‘tukar posisi’ antara otoritas fiskal dan moneter berpotensi menimbulkan persepsi bahwa batas institusional antara pemerintah dan bank sentral menjadi kabur,”

ujar Rizal kepada owrite.

Rizal mengatakan, dalam ekonomi kelembagaan, persepsi seperti ini penting. Sebab kredibilitas kebijakan moneter sangat bergantung pada keyakinan publik bahwa BI beroperasi secara independen dan tidak menjadi perpanjangan kepentingan fiskal.

Investor Akan Hati-hati Investasi di RI

Rizal mengatakan, pencalonan Thomas akan memberikan risiko terhadap kepercayaan investor. Sebab independensi bank sentral tidak hanya diukur dari aturan hukum, namun juga dari jarak profesional terhadap kekuasaan politik. 

Ketika figur yang masih lekat dengan struktur eksekutif dan afiliasi politik masuk ke jajaran pimpinan BI, pasar cenderung mempertanyakan komitmen kebijakan moneter yang berbasis data dan mandat inflasi. Jika keraguan ini menguat, investor terutama investor portofolio dapat merespons dengan sikap lebih hati-hati, tercermin pada peningkatan premi risiko, volatilitas pasar keuangan, dan tekanan pada nilai tukar,”

tegasnya.

Ia menuturkan, pengalaman Thomas di kebijakan fiskal dan pasar keuangan tentu merupakan modal. Namun, jabatan pimpinan bank sentral menuntut rekam jejak independensi yang kuat, serta jarak yang jelas dari kepentingan politik.

Apalagi jika terdapat hubungan kekerabatan dengan pusat kekuasaan. Dalam praktik internasional, kredibilitas bank sentral justru ditopang oleh figur-figur profesional moneter yang relatif steril dari afiliasi politik aktif,”

katanya.

Purbaya Diam-diam Bertemu Juda Agung

Adapun Menkeu Purbaya sendiri pada hari ini diam-diam sudah bertemu dengan Juda Agung di Kantor Kementerian Keuangan. Ia tidak secara gamblang membocorkan isi pertemuan keduanya. Dia mengatakan, pertemuan itu hanya membahas mengenai kondisi perekonomian, dan pandangan Juda terhadap ekonomi. 

Udah (ketemu Juda Agung). Ngomongin ekonomi aja, kondisi ekonomi seperti apa, pandangan dia apa,”

kata Purbaya di Jakarta Pusat.

Purbaya menyerahkan, keputusan mengenai posisi Wakil Menteri Keuangan kepada Presiden Prabowo, bila Thomas terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.

Saya nggak tahu tergantung presiden, tapi kalau dari pengetahuan ekonomi cukuplah,”

tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI Muhammad Misbakhun mengungkapkan ada tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia diantaranya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, dan Solikin M. Juhro yang kini menjabat posisi Asisten Gubernur BI.

(Namanya) Pak Thomas Djiwandono, terus Dicky Kartikoyono, sama  Solikin M. Juhro,”

kata Misbakhun di Kompleks DPR RI Senin, 19 Januari 2026.

Misbakhun mengatakan, Komisi XI sudah menerima Surpres, dan selanjutnya pihaknya akan mengatur uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Surpres sudah, kemudian ditugaskan kepada Komisi XI untuk melakukan fit and proper. Kita, tadi saya sudah minta kepada Sekretariat Komisi XI menjadwalkan rapat internal untuk mengatur jadwal fit and proper Deputi Gubernur Bank Indonesia,”

terangnya.

Misbakhun memastikan, uji kelayakan ini akan dilaksanakan dan rampung pada pekan ini. Hal ini karena posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia tidak boleh kosong terlalu lama.

Ya pokoknya minggu inilah, mau hari apa yang penting kan hari kerja,”

katanya.

Tag:Bank IndonesiaDeputi Gubernur BIHeadlinePrabowo SubiantoPurbayaSpillThomas Djiwandono
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
1
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
2
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Sudah Periksa 80 Lebih Saksi
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi (kanan) didampingi Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna (ketiga kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
3
Bukan Wasit Elite AFC, Ini Fakta Mohammed Khalfan Salim Pimpin Laga Indonesia vs Singapura
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
4
John Herdman Buka Suara Usai Indonesia Tersingkir, Tolak Salahkan Wasit!
By Hadi Febriansyah
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman bersiap memimpin anak latihnya melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 hari lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up