Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 6 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • longsor
  • Bola
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Saat Politik Masuk ke Jantung Moneter: Pencalonan Thomas Djiwandono Perburuk Citra BI di Pasar
Ekonomi Bisnis

Saat Politik Masuk ke Jantung Moneter: Pencalonan Thomas Djiwandono Perburuk Citra BI di Pasar

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 26, 2026 2:32 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono.
Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono. (Sumber: Biro KLI Kemenkeu/Wismu Nanda)
SHARE

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono diusulkan mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang mundur dari jabatannya. Uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test, akan dilaksanakan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam waktu dekat.

Daftar isi Konten
  • Indikasi Intervensi Fiskal ke Moneter
  • Batas Institusional Kabur
  • Investor Akan Hati-hati Investasi di RI
  • Purbaya Diam-diam Bertemu Juda Agung

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan, Thomas diusulkan untuk menggantikan posisi Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto sudah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR. 

Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono,”

ujar Prasetyo dikutip Selasa, 20 Januari 2026.

Kabar Thomas ini pun mendapat respons dari sejumlah kalangan. Independensi Bank Indonesia pun dipertanyakan karena masuknya nama Thomas di bursa Deputi Gubernur Bank Indonesia. Apalagi, Thomas alias Tommy memiliki jejak politik sebagai Bendahara Partai Gerindra dan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.

Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 Tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) sendiri menyatakan, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, serta bebas dari campur tangan Pemerintah atau pihak lain.

UU P2SK menekankan, sejumlah persyaratan untuk menjadi anggota Dewan Gubernur BI. Hal ini diantaranya merupakan warga negara Indonesia, memiliki keahlian. Memiliki pengalaman di bidang ekonomi, keuangan, perbankan, atau hukum. Kemudian ditegaskan bukan pengurus atau anggota partai politik pada saat pencalonan.

Indikasi Intervensi Fiskal ke Moneter

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyatakan pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI adalah kemunduran paska reformasi 1998.

Pencalonan Tommy sebagai Deputi Gubernur BI adalah kemunduran paska reformasi 98. Deputi Gubernur BI harusnya talenta dari internal BI yang mumpuni dan paham kebijakan moneter,”

ujar Bhima kepada owrite.

Bhima menilai, masuknya Thomas ke bursa pencalonan terkesan seperti intervensi fiskal ke sektor moneter. Bahkan, masuknya Thomas semakin memperburuk citra independensi otoritas moneter.

Ini masuknya Tommy seperti intervensi fiskal ke sektor moneter, padahal sebelumnya RDG BI sudah ada pihak Kemenkeu yang ikut hadir. Masuknya Tommy ke BI makin memperburuk citra independensi otoritas moneter,”

tekannya.

Bhima mengatakan, pencalonan ini pun akan semakin melemahkan nilai tukar rupiah, mata uang RI akan kehilangan legitimasi di mata investor. Ia memperkirakan rupiah akan ada di level Rp17.500 per dolar AS pada semester I-2025.

Pasar sendiri sudah merespons kabar ini dengan rupiah ditutup melemah di level Rp16.955 per dolar AS. Kemudian pada perdagangan pagi ini Selasa, 20 Januari 2025 di level Rp16.972 per dolar AS.

Rupiah bisa makin melemah, karena kehilangan legitimasi di mata investor. Proyeksi rupiah 17.000-17.500 pada semester I-2026,”

jelasnya.

Batas Institusional Kabur

Di samping itu, kabar bahwa akan ada pertukaran posisi antara Juda dan Thomas sudah dibenarkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman menilai, secara substansi, wacana ‘tukar posisi’ berpotensi menimbulkan persepsi bahwa batas institusional antara pemerintah dan bank sentral menjadi kabur. 

Wacana ‘tukar posisi’ antara otoritas fiskal dan moneter berpotensi menimbulkan persepsi bahwa batas institusional antara pemerintah dan bank sentral menjadi kabur,”

ujar Rizal kepada owrite.

Rizal mengatakan, dalam ekonomi kelembagaan, persepsi seperti ini penting. Sebab kredibilitas kebijakan moneter sangat bergantung pada keyakinan publik bahwa BI beroperasi secara independen dan tidak menjadi perpanjangan kepentingan fiskal.

Investor Akan Hati-hati Investasi di RI

Rizal mengatakan, pencalonan Thomas akan memberikan risiko terhadap kepercayaan investor. Sebab independensi bank sentral tidak hanya diukur dari aturan hukum, namun juga dari jarak profesional terhadap kekuasaan politik. 

Ketika figur yang masih lekat dengan struktur eksekutif dan afiliasi politik masuk ke jajaran pimpinan BI, pasar cenderung mempertanyakan komitmen kebijakan moneter yang berbasis data dan mandat inflasi. Jika keraguan ini menguat, investor terutama investor portofolio dapat merespons dengan sikap lebih hati-hati, tercermin pada peningkatan premi risiko, volatilitas pasar keuangan, dan tekanan pada nilai tukar,”

tegasnya.

Ia menuturkan, pengalaman Thomas di kebijakan fiskal dan pasar keuangan tentu merupakan modal. Namun, jabatan pimpinan bank sentral menuntut rekam jejak independensi yang kuat, serta jarak yang jelas dari kepentingan politik.

Apalagi jika terdapat hubungan kekerabatan dengan pusat kekuasaan. Dalam praktik internasional, kredibilitas bank sentral justru ditopang oleh figur-figur profesional moneter yang relatif steril dari afiliasi politik aktif,”

katanya.

Purbaya Diam-diam Bertemu Juda Agung

Adapun Menkeu Purbaya sendiri pada hari ini diam-diam sudah bertemu dengan Juda Agung di Kantor Kementerian Keuangan. Ia tidak secara gamblang membocorkan isi pertemuan keduanya. Dia mengatakan, pertemuan itu hanya membahas mengenai kondisi perekonomian, dan pandangan Juda terhadap ekonomi. 

Udah (ketemu Juda Agung). Ngomongin ekonomi aja, kondisi ekonomi seperti apa, pandangan dia apa,”

kata Purbaya di Jakarta Pusat.

Purbaya menyerahkan, keputusan mengenai posisi Wakil Menteri Keuangan kepada Presiden Prabowo, bila Thomas terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.

Saya nggak tahu tergantung presiden, tapi kalau dari pengetahuan ekonomi cukuplah,”

tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI Muhammad Misbakhun mengungkapkan ada tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia diantaranya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, dan Solikin M. Juhro yang kini menjabat posisi Asisten Gubernur BI.

(Namanya) Pak Thomas Djiwandono, terus Dicky Kartikoyono, sama  Solikin M. Juhro,”

kata Misbakhun di Kompleks DPR RI Senin, 19 Januari 2026.

Misbakhun mengatakan, Komisi XI sudah menerima Surpres, dan selanjutnya pihaknya akan mengatur uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Surpres sudah, kemudian ditugaskan kepada Komisi XI untuk melakukan fit and proper. Kita, tadi saya sudah minta kepada Sekretariat Komisi XI menjadwalkan rapat internal untuk mengatur jadwal fit and proper Deputi Gubernur Bank Indonesia,”

terangnya.

Misbakhun memastikan, uji kelayakan ini akan dilaksanakan dan rampung pada pekan ini. Hal ini karena posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia tidak boleh kosong terlalu lama.

Ya pokoknya minggu inilah, mau hari apa yang penting kan hari kerja,”

katanya.

Tag:Bank IndonesiaDeputi Gubernur BIHeadlinePrabowo SubiantoPurbayaSpillThomas Djiwandono
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
@owritedotid

BERITA TERKINI

Indeks berita
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese
Internasional

Prabowo Tegaskan Prinsip Bebas Aktif Lewat Traktat Keamanan RI–Australia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri Australia Anthony Albanese secara resmi menegaskan komitmen untuk memperdalam kemitraan strategis kedua negara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Traktat Keamanan Bersama Indonesia–Australia.…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza
Internasional

PBB Ungkap Korban Tewas dan Luka di Gaza Terus Bertambah

Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza kembali memburuk. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan adanya puluhan korban tewas dan luka-luka dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Insiden tersebut terjadi saat pasien beserta para…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
3 Min Read
Es Dawet Jembut Kecabut
Cari Tahu

Minuman Nyeleneh Khas Purworejo Es Dawet Jembut Kecabut, Ini Asal Usulnya

Beberapa minuman dan makanan khas Indonesia memiliki nama yang unik dan nyeleneh. Salah satunya adalah es dawet jembut kecabut. Sekilas, nama minuman khas Purworejo, Jawa Tengah ini memang bikin salah…

By
Syifa Fauziah
Ivan
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat mengikuti sidang aduan kanal Debottlenecking Satgas P2SP di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta
Ekonomi Bisnis

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Biar Aja Ekonomi Kita Sudah Berbalik Arah

Moody's Investors Service (Moody's) menurunkan, outlook rating Indonesia dari stabil menjadi negatif.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Antam Jumat 6 Februari 2025, Turun Rp100.000

Harga emas produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan hari ini,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
7 jam lalu
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Blak-blakan, Juda Agung Akui Mundur dari Kursi BI Gegara Diminta Jadi Wamenkeu

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, alasan mundurnya dia sebagai Deputi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
23 jam lalu
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru, Ini Arahan Prabowo ke Juda Agung

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung mengungkapkan, arahan dari Presiden Prabowo Subianto…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up