Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aktivitas Ridwan Kamil (RK) ke luar negeri saat menjadi Gubernur Jawa Barat. KPK menduga kegiatan RK di luar negeri terselip uang dari korupsi pengadaan iklan Bank Jawa Barat Banten (BJB).
Kemudian terkait dengan aktivitas-aktivitas pak RK di luar negeri, jadi itu juga kami lacak ke mana saja. Nanti kami sampaikan lengkapnya,”
ujar Jubir KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu, 4 Februari 2026.
Dari pendalaman tersebut, KPK mendapati adanya komunikasi antara pihak bank BJB dengan pihak Ridwan Kamil. Lebih spesifik pendalaman yang dilakukan penyidik KPK mengenai pembiayaan selama RK berplesiran ke luar negeri.
Hal ini, dikatakan Budi, berkaitan dengan sumber pendapatan RK selama menjadi orang nomor satu di Jabar.
Apakah full dari APBN atau seperti apa? Termasuk sebelumnya juga KPK mendalami sumber-sumber penghasilan pak RK. Selain sebagai gubernur, apakah ada penghasilan lainnya? Ini kemudian di-cross dengan aset-aset yang dimiliki,”
jelas Budi.
Bukan cuman RK saja, pihak-pihak yang diduga ikut terlibat kegiatan mantan Gubernur Jabar itu nantinya juga bakal ditelisik KPK. Apakah keterlibatan mereka ikut dibiayai melalui APBD, APBN, atau bersumber dari dana lainnya.
Peruntukannya untuk apa gitu kan? Maksudnya misalnya pihak-pihak yang turut serta itu, apakah memang dibutuhkan dalam kegiatan pak RK selaku gubernur atau tidak, atau seperti apa gitu kan? Kaitannya juga dengan pembiayaannya, bersumber dari mana,”
kata Budi .
KPK juga mendapati adanya jejak penukaran uang rupiah ke mata uang asing yang dipakai RK saat bepergian ke luar negeri periode 2021-2024. Hal itu masih didalami penyidik.
Masih akan dalami antara rupiah ke mata uang asing, kemudian mata uang asing ke rupiah, itu semuanya kami dalami,”
ucapnya.
Sejumlah Aset Milik RK Tidak di Laporkan ke LHKPN
Berkaitan dengan hal tersebut, Komisi Antirasuah mendapati adanya harta milik Ridwan Kamil yang diduga sengaja tidak dilaporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Budi menyebut aset-aset tersebut tersebar di beberapa wilayah.
Mengapa belum dimasukkan, kemudian asal-usul aset itu dari mana, itu juga kami menelusuri aset-aset dari pak RK baik yang ada di wilayah Jawa Barat maupun di wilayah-wilayah lainnya,”
imbuh Jubir KPK.
Beberapa aset yang tidak dilaporkan itu berupa tempat usaha kedai kopi salah satunya.
Lebih jauh, penelusuran LHKPN RK guna KPK melakukan pencocokan mana-mana saja harta yang murni miliknya dan mana yang diduga hasil dari kasus korupsi BJB.
Nah ini nanti kita akan cek ya, kita akan cross ya itu sesuai atau tidak,”
Budi menandasi.
KPK dalam kasus ini, telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Mereka adalah Yuddy Renaldi selaku eks Dirut Bank BJB, Widi Hartono (WH) yang menjabat Pimpinan Divisi Corporate Secretary Bank BJB, serta Ikin Asikin Dulmanan (IAD), Suhendrik (S), dan Sophan Jaya Kusuma (RSJK) selaku pihak swasta.
Berdasarkan perhitungan sementara, pengadaan iklan Bank BJB itu membuat negara mengalami kerugian Rp222 miliar.
RK sendiri sudah pernah dimintai keterangan oleh KPK pada 2 Desember 2025. Kepada wartawan, mantan istri Atalia Praratya mengaku tidak mendapat dana non-Budgeter dari pengadaan iklan.
Sementara KPK mendapati fakta kegiatan pengadaan iklan dan dana non-budgeter itu sudah dilaporkan ke RK saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.
Dari saksi lain juga sudah menyampaikan, tentu ada laporan juga yang disampaikan ya dari pihak BJB kepada Kepala Daerah pada saat itu ya,”
kata Jubir KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu 3 Desember 2025.

