Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 23 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Psikolog Soroti Sistem Pendidikan Usai Kasus Bunuh Diri Anak 10 Tahun di NTT
Nasional

Psikolog Soroti Sistem Pendidikan Usai Kasus Bunuh Diri Anak 10 Tahun di NTT

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: Februari 10, 2026 5:00 pm
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
Share
Psikolog Klinis Meity Arianty
Psikolog Klinis Meity Arianty (Foto: Instagram @meityarianty)
SHARE

Psikolog Klinis Meity Arianty, menyoroti sistem pendidikan di Indonesia usai melihat kasus anak 10 tahun yang bunuh diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena tidak dibelikan buku oleh orang tuanya.

Menurutnya sistem pendidikan di Indonesia masih cenderung terjebak pada reduksionisme kognitif.

Di mana keberhasilan siswa hanya diukur melalui pencapaian akademis dan kepatuhan administratif, sementara aspek kesehatan mental serta kecerdasan emosional sering kali dianaktirikan,”

ujar Meity kepada owrite baru-baru ini.

Ia pun memberi contoh dari kurikulum yang padat, sering kali menciptakan tekanan performa yang tinggi tanpa dibarengi dengan penguatan keterampilan hidup seperti regulasi emosi, manajemen stres, dan resiliensi, sehingga sekolah justru bisa menjadi sumber stres tambahan bagi anak yang sudah rapuh di rumah.

Ia juga meliha Guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah masih sering dipersepsikan sebagai “polisi sekolah” yang menghukum, bukannya sebagai ruang aman untuk deteksi dini masalah psikologis.

Ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam sistem pendukung preventif untuk menangani krisis mental siswa sebelum mencapai titik nadir,”

katanya.

Meity mengatakan pemerintah harus berbenah dan segera beralih dari pendekatan reaktif menuju pendekatan preventif yang sistemik dengan mengintegrasikan layanan kesehatan mental ke dalam infrastruktur dasar masyarakat dan pendidikan.

Secara konkret, pemerintah perlu memperkuat implementasi kebijakan yang mewajibkan ketersediaan tenaga psikolog profesional di setiap Puskesmas dan sekolah untuk memfasilitasi deteksi dini gangguan emosional serta memberikan intervensi krisis yang mudah diakses oleh keluarga prasejahtera,”

jelasnya.

Meity melihat hingga saat ini masih sangat jarang kehadiran psikolog di setiap puskesmas. Padahal masyarakat menengah ke bawah aksesnya hanya di puskesmas.

Selain itu, kurikulum pendidikan nasional harus direformasi untuk memasukkan literasi kesehatan mental dan regulasi emosi sebagai kompetensi dasar, untuk membangun resiliensi siswa dalam menghadapi tekanan hidup.

Yang terpenting, pemerintah wajib memperluas jaring pengaman sosial yang menjamin aksesibilitas fasilitas belajar bagi anak-anak dari ekonomi lemah, agar hak pendidikan tidak terhambat oleh kemiskinan yang berpotensi memicu keputusasaan eksistensial pada anak, jamin kesejahte tandasnya.raan guru dan sekolah-sekolah, sebab mereka asset bangsa,”

tandasnya.
Tag:Kecerdasan EmosionalKesehatan MentalPendekatan ReaktifpsikologSistem Pendidikan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
1
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
2
Dilaporkan Soal Dugaan Korupsi Rp20 M, ITDC Ngaku Cuma Sediakan Lahan di Mandalika
By Rahmat Baihaqi
Kawasan Sirkuit Mandalika.
3
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
4
Pakar Bongkar Siapa yang Paling Diuntungkan dari Isu Prabowo-Gibran 2 Periode
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kedua kiri) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil.
Nasional

Bahas TKD 2027, Banggar DPR: Wilayah 3T Sering Disebut Tapi Tak Terpetakan 

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyoroti penanganan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
3 jam lalu
Gedung DPR/MPR RI.
Nasional

DPR Bongkar Fakta Mengejutkan! Hanya 30 Persen Daerah di Indonesia yang Fiskalnya Kuat

Skema Transfer Keuangan ke Daerah (TKD) kembali jadi sorotan di Gedung parlemen,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Nasional

Prabowo Sebut Ada Tambang Ilegal Beroperasi 8 Tahun, Negara ke Mana?

Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik pertambangan ilegal yang masih marak terjadi di…

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
By
Natania Longdong
Amin Suciady
4 jam lalu
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan kesepakatan penerapan tarif komisi baru untuk layanan transportasi roda dua
Nasional

Komisi Ojol Resmi Ditekan Delapan Persen, Efektif Mulai 1 Juli 2026

Polemik potongan komisi pengemudi ojek online akhirnya menemui titik terang. Wakil Ketua…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up