Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik pertambangan ilegal yang masih marak terjadi di berbagai daerah. Menurutnya, aktivitas tambang tanpa izin tersebut telah menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar dan menunjukkan lemahnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Prabowo mengatakan, bahwa dirinya prihatin terhadap sejumlah tambang ilegal yang dapat beroperasi selama bertahun-tahun tanpa tersentuh penegakan hukum.
Kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin. Jadi dianggap seolah-olah tidak ada negara. Ada satu tambang yang sudah dijalankan 8 tahun tanpa izin, tenang saja dia,”
kata Prabowo saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, yang disiarkan langsung oleh akun resmi YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurutnya, dampak dari aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak tata kelola sektor pertambangan, tetapi juga menghilangkan potensi penerimaan negara. Ia menyebut setiap bulan terdapat emas, perak, dan berbagai logam bernilai tinggi yang keluar tanpa tercatat secara resmi.
Pemerintah, sambung politisi Partai Gerindra itu, terus melakukan penindakan terhadap praktik tersebut. Namun, upaya memberantas penyelundupan hasil tambang masih menghadapi hambatan besar di lapangan.
Dan ada tambang-tambang yang tiap bulan keluar ratusan miliar rupiah. Tiap bulan emas, perak, logam-logam yang sangat mahal. Sampai hari ini penyelundupan masih berjalan,”
ujarnya.
Eks menteri pertahanan tersebut juga mengungkapkan bahwa berbagai institusi telah dilibatkan untuk memperketat pengawasan dan menekan aktivitas tambang ilegal. Meski demikian, pelanggaran masih terus ditemukan.
Sudah kita kerahkan Angkatan Laut, sudah kita kerahkan Bea Cukai, sudah kita kerahkan ribuan prajurit. Masih saja, saudara-saudara. Jadi memang usaha ini bukan usaha yang ringan,”
jelasnya.
Ia menegaskan, pemberantasan tambang ilegal membutuhkan keseriusan seluruh aparat dan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi. Sebab, kekayaan alam Indonesia harus memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
Prabowo menambahkan langkah penertiban akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga aset dan sumber daya strategis nasional.
Tidak ada negara yang bisa selamat kalau sumber dayanya diambil terus, rakyat banyak yang miskin. Apa boleh buat, apapun harus kita kerjakan untuk supaya negara kita selamat,”
imbuhnya.

























