Drama menteri di Kabinet Merah Putih antara Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menemukan titik akhir.
Trenggono lewat akun media sosial Instagramnya menyampaikan, permasalahan anggaran sudah berakhir, dan kini saatnya ia dan Purbaya kembali bekerja. Dia membagikan tangkapan layar terkait pernyataan Purbaya bahwa kemungkinan salah data.
That’s all folks. Back to work ya,”
tulis @swtrenggono dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Awal Permasalahan
Adapun ketegangan antara kedua menteri ini bermula dari pernyataan Purbaya dalam sebuah forum. Purbaya mengatakan, Kemenkeu sudah mencairkan anggaran pembelian kapal, namun pengusaha galangan belum mendapat pesanan dari KKP.
Pernyataan Purbaya pun direspons oleh Trenggono melalui Instagramnya pada Selasa, 12 Februari. Menteri KKP menyentil Purbaya agar lebih paham dan cerdas. Menurut Trenggono, pembangunan kapal bersumber dari pinjaman luar negeri.
Yth Menteri Keuangan, supaya anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,”
tulis Trenggono.
Trenggono juga meminta agar Purbaya mengecek langsung ke anak buahnya, apakah benar anggaran untuk pembangunan kapal sudah dicairkan ke KKP.
Coba anda tanya dulu deh sama anak buah anda, bener gak itu uang kapal sudah dikucurkan?”
tuturnya.
Purbaya Ngaku Belum Cairkan Anggaran

Keesokan harinya pada Rabu, 11 Februari saat dikonfirmasi Purbaya mengatakan bahwa dia belum melihat adanya realisasi pemesanan kapal di galangan. Hal ini berdasarkan pengecekannya ke galangan.
Ya saya enggak tahu, kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada nggak yang di-order? Ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana, mau dibikin kapan saya enggak tahu,”
ujar Purbaya di Kompleks DPR RI.
Purbaya menuturkan, terkait pemesanan itu bisa saja apa yang disampaikan oleh Trenggono benar. Sebab, berdasarkan pengakuan Trenggono sebagian penggalangan kapal berasal dari pinjaman.
Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Karena sebagian katanya uangnya ke pinjaman, tapi pinjaman juga nanti kan lewat kita juga kan, tetap aja,”
tuturnya.
Bendahara Negara ini pun mengakui Kemenkeu belum mencairkan anggaran untuk produksi kapal. Meski anggaran belum cair, Purbaya menilai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) seharusnya memiliki rencana yang terstruktur untuk memproduksi ribuan kapal. Sampai saat ini katanya, KKP belum juga melakukan pergerakan.
Memang belum (cair anggarannya). Tapi kan gini kalau anda punya rencana buat kapal sekian ribu masa nunggu sampai ada dananya dulu. Kan ada dana depannya kan. Itu aja belum kelihatan gerakan di depan,”
ujar Purbaya di Istana Kepresidenan.

