Tahun Baru Imlek merupakan momen yang ditunggu-tunggu bagi masyarakat Tionghoa.
Perayaan ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas anugerah Tuhan yang memberikannya kesempatan untuk memasuki tahun yang baru kembali.
Perayaan Imlek biasanya identik dengan turunnya hujan. Bagi masyarakat Tionghoa, turunnya hujan sebagai pertanda baik.
Turunnya Hujan Bagi Masyarakat Tionghoa
Para ahli Feng Shui meyakini jika fenomena hujan deras ketika Imlek sebagai simbol rezeki melimpah khususnya bagi daerah yang diguyur hujan.
Selain itu, turunnya hujan juga dipercaya sebagai simbol pembaruan, hingga membasuh hal-hal buruk di masa lalu untuk memulai tahun yang baru. Oleh karena itu, hujan saat Imlek sangat dinantikan dan disambut dengan suka cita.
Hujan Saat Imlek Menurut Ilmiah
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara klimatologis, periode Imlek umumnya jatuh pada bulan Januari atau Februari.
Pada periode ini, sebagian besar wilayah Indonesia umumnya berada pada musim hujan. Oleh karena itu, perayaan Imlek seringkali identik dengan hujan.
Saat ini, kondisi tersebut dipengaruhi dominasi Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Asia ke wilayah maritim Indonesia; selain itu dapat diperkuat oleh cold surge, gelombang Kelvin dan Rossby, konvergensi, dan dinamika lain yang membuat pembentukan awan hujan lebih tinggi diwilayah yang dilaluinya,”
ujar Prakirawan Cuaca BMKG, Rira Damanik kepada owrite, Kamis 12 Februari 2026.
Prediksi Cuaca Saat Imlek
BMKG memprediksi pada periode 16-17 Februari 2026, wilayah Indonesia masih didominasi oleh hujan dengan intensitas ringan – sedang.
Terdapat beberapa wilayah dengan potensi hujan intensitas lebat, seperti di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas saat perayaan Imlek untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, menyesuaikan waktu dan rute perjalanan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Saat cuaca memburuk, hindari area terbuka, pohon rindang, baliho, bangunan tidak kokoh, dan area persawahan, serta segera berteduh di bangunan permanen yang aman. Untuk kegiatan di wilayah pesisir dan penyeberangan, pastikan juga memeriksa peringatan dini cuaca dan gelombang laut sebelum beraktivitas,”
pungkas Rira.
