Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto memimpin Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban dan Operasi Yustisi Polisi Militer 2026, bertema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju”.
Upacara dilaksanakan di Lapangan Prima Mabes TNI, Jakarta Timur, Jumat, 13 Februari. Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Danpuspom, menekankan bahwa operasi tetap mengedepankan penguatan profesionalisme prajurit.
Pelaksanaan operasi tahun ini harus terus dikembangkan ke arah peningkatan profesionalisme petugas maupun subjek hukum melalui pendekatan edukatif karena esensi operasi ini adalah proses lanjutan dari upaya pencegahan sekaligus penyelesaian pelanggaran hukum di lingkungan TNI,”
kata Yusri.
Operasi kali ini berfokus pada pengawasan kelengkapan administrasi kendaraan, identitas diri, hingga penegakan hukum terhadap segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak soliditas organisasi.
Berdasar laporan pelaksanaan operasi tahun 2025, terjadi penurunan jumlah pelanggaran dibandingkan tahun sebelumnya. Operasi Gaktib menurun dari 456 pelanggaran (tahun 2024) menjadi 432 pelanggaran atau turun sebesar 5,62 persen.
Sementara hasil Operasi Yustisi menurun dari 925 perkara menjadi 549 perkara atau berkurang 40,64 persen.
Sejalan dengan tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, prajurit diharapkan dapat memanfaatkan teknologi modern dalam mendukung kinerja Polisi Militer TNI.
Modernisasi alat-peralatan serta sarana-prasarana teknologi, informasi harus dioptimalkan guna mempercepat proses penanganan perkara pidana secara profesional dan transparan,”
ucap Yusri.
Seluruh prajurit juga diharapkan senantiasa responsif melalui deteksi dini dan reaksi cepat, menjaga soliditas dan sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta terus kreatif, inovatif, adaptif, dan fleksibel mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi menjaga serta meningkatkan kepercayaan rakyat kepada TNI.

