Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 3 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • prabowo
  • MBG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Peringkat Turun, AJI Indonesia Sentil Demokrasi ‘Rasa Orba’
Megapolitan

Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026: Peringkat Turun, AJI Indonesia Sentil Demokrasi ‘Rasa Orba’

owrite-adi-briantika
Last updated: Mei 3, 2026 2:02 pm
Adi Briantika - Asred
Share
Pekerja media yang tergabung dalam Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) membentangkan spanduk saat mengikuti unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kompleks Kantor Gubernur Jateng dan DPRD Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026). Aksi yang dihadiri aliansi masyarakat sipil, mahasiswa, gabungan serikat pekerja, dan pekerja media itu menyuarakan berbagai tuntutan diantaranya yaitu penghapusan sistem alih daya (outsourcing), upah layak dan perlindungan terhadap jurnalis serta peningkatan kesejahteraan buruh seluruh Indonesia.
Pekerja media yang tergabung dalam Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) membentangkan spanduk saat mengikuti unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di depan Kompleks Kantor Gubernur Jateng dan DPRD Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026). Aksi yang dihadiri aliansi masyarakat sipil, mahasiswa, gabungan serikat pekerja, dan pekerja media itu menyuarakan berbagai tuntutan diantaranya yaitu penghapusan sistem alih daya (outsourcing), upah layak dan perlindungan terhadap jurnalis serta peningkatan kesejahteraan buruh seluruh Indonesia. (ANTARA FOTO/Aji Styawan/bar)
SHARE

Pada momentum World Press Freedom Day 2026 atau Hari Kebebasan Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyorot kebebasan pers bukan sekadar slogan tahunan, melainkan fondasi utama demokrasi yang sehat, transparan, dan akuntabel. 

Tanpa pers yang bebas, tidak ada kontrol terhadap kekuasaan, dan tanpa kontrol, demokrasi hanya menjadi prosedur tanpa makna.

“Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2026 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen global dalam melindungi jurnalis. Kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi tidak boleh dikorbankan atas nama stabilitas, keamanan, atau kepentingan politik jangka pendek,”

kata Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, dalam keterangan tertulis, Minggu, 3 Mei.

Namun, realitas di Indonesia menunjukkan arah yang mengkhawatirkan. Kekerasan terhadap jurnalis terus terjadi dalam berbagai bentuk yaitu intimidasi fisik, serangan digital, kriminalisasi, hingga tekanan ekonomi yang sistematis terhadap media. 

Berdasar data AJI Indonesia tahun 2025, ada 9 1 kasus kekerasan pada jurnalis (kekerasan fisik maupun digital). Merujuk laporan Reporters Without Borders (RSF), peringkat kebebasan pers Indonesia pada tahun 2026, turun ke posisi 129 dari 180 negara, dengan kategori ‘sulit’. Turun dari peringkat 127 pada tahun 2025. 

Selain kekerasan fisik dan digital, muncul kembali praktik sensor dan swasensor (self-censorship) yang semakin menguat. Praktik ini sering dilakukan pada era Orde Baru. Banyak jurnalis dan redaksi terpaksa melakukan swasensor dengan membatasi diri, menghindari isu-isu sensitif, atau mengubah substansi liputan karena mempertimbangkan tekanan politik, ancaman hukum, maupun kepentingan ekonomi.

Sementara praktik sensor dilakukan pihak pemerintah maupun lembaga bisnis dengan menekan media agar melakukan penghapusan berita (take down), mengubah judul maupun isi berita, berita titipan sampai ancaman penghentian iklan/kerja sama. Situasi ini sama berbahayanya dengan kekerasan fisik/digital, karena secara perlahan menggerus independensi dan keberanian pers.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang aman bagi jurnalis semakin menyempit. Ketika sensor dan swasensor menjadi praktik yang dianggap “normal”, maka publiklah yang dirugikan karena kehilangan akses terhadap informasi yang benar dan kritis,”

ujar Nany.

Maka, AJI Indonesia mendesak: 

  • Negara wajib menjamin keselamatan jurnalis, tanpa pengecualian. Setiap kasus kekerasan terhadap jurnalis harus diusut tuntas melalui proses hukum yang transparan, akuntabel, dan independen. Kegagalan menyelesaikan kasus-kasus ini adalah bentuk pembiaran;
  • Hentikan impunitas sekarang juga. Tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku kekerasan terhadap jurnalis. Penegakan hukum harus tegas dan tidak diskriminatif. Impunitas adalah musuh utama kebebasan pers;
  • Hentikan praktik sensor. Pemerintah maupun lembaga bisnis wajib paham bahwa pers yang independen adalah pilar keempat demokrasi. Independensi adalah syarat mutlak bagi pers untuk menghasilkan informasi (karya jurnalistik) yang benar. Sehingga siapa pun dapat menggunakan informasi yang benar untuk mengambil keputusan yang tepat. Silakan pasang iklan atau kerja sama dengan media, tapi jangan sensor berita;
  • Hentikan praktik swasensor. Perusahaan media mesti ciptakan independensi di ruang redaksi, sehingga para jurnalis tidak lagi melakukan swasensor;
  • Hentikan kriminalisasi jurnalis dan gugatan hukum untuk bungkam media atau SLAPP (Strategic Lawsuit Against Public Participation). Aparat penegak hukum, polisi, jaksa maupun hakim mesti hentikan kasus-kasus kriminalisasi dan SLAPP dan serahkan sengketa pers ke Dewan Pers;
  • Perkuat solidaritas jurnalis dan media. Di tengah tekanan yang meningkat, solidaritas bukan pilihan, melainkan keharusan. Serangan terhadap satu jurnalis/media adalah serangan terhadap seluruh profesi atau pers.

Tag:AJI IndonesiademokrasiHari Kebebasan Persjurnalisorde barupersSwasensorWorld Press Freedom Day
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Groundbreaking pembangunan pabrik PT Hoi Fu Paper Packaging di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ekonomi Bisnis

KEK Kendal Makin Gacor: PT Hoi Fu Paper Buka Loker, Investasi Tembus Rp1,12 Triliun

Demi mendorong percepatan realisasi investasi yang tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja luas, dan mendorong efisiensi ekonomi daerah, pemerintah terus mengembangkan upaya kerja sama. Hal ini ditandai dengan groundbreaking pembangunan…

By
Adi Briantika
3 Min Read
Ayam balado yang siap disajikan.
Hype

Dompet Aman, Lidah Puas! Contek Resep Ayam Krispi Balado Devina Hermawan Buat Bekal Ngantor

Senin kadang bikin kelabakan. Banyak orang bingung menentukan menu bekal ke kantor yang praktis, enak, dan tetap menggugah selera saat jam makan siang tiba. Pilihan yang itu-itu saja sering membuat…

By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
3 Min Read
Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto memimpin sidang perdana kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus dengan terdakwa Lettu Sami Lakka, Kapten Nandala Dwi Prasetya, Lettu Budhi Hariyanto Cahyono, dan Serda Edi Sudarko di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (29/4/2026). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan oleh Oditur Militer terkait kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus pada 12 Maret 2026.
Hukum

Logika Terbalik Sidang Militer: Sudah Disiram Air Keras, Andrie Yunus Malah Diancam Pidana oleh Hakim

Sidang perdana penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus digelar Mahkamah Militer II-08 Jakarta dengan mendengarkan dakwaan oditur, 29 April 2026. Dalam persidangan, Majelis Hakim menyampaikan bahwa jika…

By
Adi Briantika
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Penumpang kereta rel listrik (KRL) meletakkan buket bunga di meja pascainsiden tabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026). Sejumlah penumpang KRL meletakkan bunga di area tersebut sebagai ungkapan duka cita atas tewasnya 16 orang dalam kecelakaan itu.
Megapolitan

Tragedi KRL vs Argo Bromo Anggrek: Ratusan Bunga Dukacita Penuhi Stasiun Bekasi Timur

Sebagai ucapan duka atas tragedi kecelakaan maut dua kereta, warga dan penumpang…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
7 jam lalu
Ilustrasi kekeringan.
Megapolitan

Prediksi BMKG: 2026 Bakal jadi Tahun Terpanas, Siap-siap Hadapi El Nino Godzilla

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Indonesia akan mengalami El Nino…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
9 jam lalu
Ilustrasi mendung tebal sebelum hujan.
Megapolitan

Seluruh Wilayah Jakarta Diprediksi Hujan Hari Ini, Jaksel dan Jaktim Hujan Sedang

Minggu, 3 Mei 2026, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
10 jam lalu
Sampah berserakan setelah ribuan massa memadati lokasi perayaan Hari Buruh
Megapolitan

May Day 2026: 1.400 Petugas Kebersihan Dikerahkan Tangani Sampah di Kawasan Monas

Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up