Presiden Prabowo Subianto mengakui dirinya telah empat kali mengalami kekalahan dalam pemilihan umum sebelum akhirnya terpilih pada 2024. Pengakuan itu ia sampaikan di depan para pebisnis asing saat berbicara dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Saya ikut serta dalam lima percobaan, 2004, 2009, 2014, 2019, dan kelima kalinya di 2024. Empat kali kalah, tapi akhirnya berhasil,”
kata Prabowo, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menyebut perjalanan politiknya sebagai proses panjang yang penuh pelajaran. Menurutnya, kekalahan demi kekalahan justru membentuk pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi riil masyarakat Indonesia.
Apa yang saya pelajari dari kekalahan-kekalahan itu adalah selama kampanye, saya berkeliling negara dan mengunjungi desa-desa,”
ujarnya.
Prabowo mengaku terkejut ketika melihat langsung kondisi anak-anak di sejumlah desa yang mengalami stunting. Ia mengatakan, banyak anak yang tampak jauh lebih kecil dari usia sebenarnya.
Anak-anak yang saya pikir berusia empat atau lima tahun, ternyata usianya sudah 10, 11, atau 12 tahun. Saya baru tahu bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting,”
tutur Prabowo.
Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan kuat di balik peluncuran berbagai program prioritas yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, termasuk program makan bergizi gratis (MBG).
Ia juga menekankan pentingnya menerima kompetisi dalam demokrasi, namun tetap mengedepankan kolaborasi setelah kontestasi usai.
Kompetisi itu perlu, namun setelah kompetisi harus ada kerja sama,”
tutup Prabowo.

